Showing posts with label LANGUANGE & CULTURE. Show all posts
Showing posts with label LANGUANGE & CULTURE. Show all posts

Wednesday, February 7, 2018

Instal Aplikasi Pencari Rezeki: Kaya Itu Harus, Ibadah Jalan Terus

books


Semesta adalah hamparan tanda-tanda, memandu kita mengarungi naik turun kehidupan. Bagi kaum relijius, kitab suci jadi peta mengenali isyarat zaman. Untuk orang beriman, sabda nabi dan petuah orang saleh adalah lanjutan penjelasan. Tampak lurus jalan kala kita fokus menuju ukhrawi. Hingga di tengah bertemu keinginan-keinginan duniawi. Uang bukan segalanya, tapi segalanya perlu uang. Jadi bagaimana?

Sunday, November 12, 2017

Semarak Acara Di Aston Marina Ancol Anniversary

batik betawi


Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Ungkapan tepat buat perhelatan hari jadi Aston Marina Ancol. Nuansa kental budaya setempat mewarnai perayaan ulang tahun hotel yang sudah beroperasi sejak 2008. General Manager Aston Marina Ancol, Achmad Noer Ardan mengungkapkan, selain fokus ke layanan prima, Aston Marina juga menjalin interaksi dengan masyarakat sekitar. Salahsatunya lewat Aston Marina Ancol 9th Anniversary yang berdegup di jantung area Jakarta Utara.


Monday, September 18, 2017

Seminar Antarbangsa Kesusastraan Asia Tenggara: Lumbung Jumpa Indonesia dan Asia

literature seminar

Sastra Indonesia adalah sastra-sastra lokal yang berjumpa di rumah Bahasa Indonesia. Penulis dan guru besar Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta Suminto A. Sayuti mengungkapkan dalam  Seminar Antarbangsa Kesusastraan Asia Tenggara (SAKAT) ke-13: "Teori dan Kritik Sastra Loka (Sastera Tempatan)", Jakarta, (11/9/17). “Sastra Indonesia, walau masih sangat hipotetis, sebenarnya sastra lokal. Hampir semua pengarang berangkat dari lokalitas masing-masing. Dia dirumahkan dalam bahasa Indonesia jadi sastra Indonesia,” jelasnya.


Friday, August 18, 2017

SEMINAR KRITIK SASTRA: HB JASSIN BUKAN YANG TERHEBAT


Berpulangnya HB Jassin pada 11 Maret 2000 seolah penanda mati juga kritik sastra hari ini. Sehingga tiada lagi karya kritik sastra mumpuni. Demikian dilontarkan Pengajar Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Mohamad Zaelani dalam Seminar Nasional Kritik Sastra “Kritik Sastra yang Memotivasi dan Menginspirasi,” Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta (15/8/17). “Terjadi kemunduran yang sangat besar setelah 90an. Seakan meninggalnya HB Jassin penanda matinya kritik sastra Indonesia. Karena setelah itu tidak ada lagi karya kritik sastra yang mumpuni,” tandasnya dalam sidang pararel di hari pertama.

Wednesday, August 2, 2017

Wajib Bahasa Indonesia Bagi Pekerja Asing Direvisi, Ini Kata Kepala Badan Bahasa


Permenaker No.16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing, yang menggantikan Permenakertrans No.12 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing, menghapus syarat berbahasa Indonesia bagi pekerja asing di Indonesia. Sementara dalam Peraturan Pemerintah (PP) RepublikIndonesia Nomor 57 Tahun 2014 Tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia, pada Pasal 20, menyebutkan keharusan pekerja asing yang akan bekerja, bersekolah atau menjadi warga negara Indonesia, memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dan mengikuti pembelajaran. Walhasil, banyak yang  ke Badan Bahasa Kemendikbud RI mempertanyakan revisi Permen itu. Masih relevankah Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi Orang Asing di Indonesia?


Thursday, March 23, 2017

Seminar Leksikografi: 'Pengen Jatuh' atau 'Mau Jatuh'?




Berangkat dari percakapan ringan bersama anggota keluarga bisa menghasilkan kajian yang berbobot. Dewi Puspita dari Pusat Pengembangan dan Pelindungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengungkapkan saat bercakap dengan anaknya. “Anak saya pernah bilang; Mamah, tadi Sandi pengen jatuh dari sepeda. Saya bilang jatuh kok pengen? Bukan pengen jatuh, mungkin mau jatuh. Anak saya tanya; apa bedanya? ” kisahnya dalam  Seminar Leksikografi Indonesia: “Tantangan Leksikografis Bahasa-Bahasa Daerah di Indonesia”, Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, [26/7/16].


Monday, March 20, 2017

SEMINAR LEKSIKOGRAFI: Menang Lotere 1 Milyar Berkat Kamus



Gemarlah membaca terutama kamus, karena kita tidak pernah tahu kapan membutuhkannya. Bale Kuzmanovski dari Australia paham itu saat berhadapan dengan New South Walles Lotteries Corporartion pada 2010 di pengadilan demi mempertahankan hak memenangkan $ 100 ribu (sekitar 1 Milyar rupiah) dari permainan lotere gosok tulisan. Pakar Bahasa, Deny Arnos Kwary, Ph. D. mengungkapkan dalam Seminar Leksikografi Indonesia: “Tantangan Leksikografis Bahasa-Bahasa Daerah di Indonesia”, Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, [26/7/16].

Tuesday, March 14, 2017

Ekspedisi Budaya TMII: Pejaipong Penjaga Maung di Anjungan Jawa Barat



Terakhir saya berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Juli 2016, saat mengikuti lokakarya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di sebuah hotel,  di depan gerbang masuk TMII. Jadi tidak di dalam TMII. Selama 4 hari mengikuti pelatihan, tidak terbersit pun berkeluangan untuk memasukinya. Kalau saja saya bergabung dengan Expedition Training Rekreasi Budaya yang diadakan Sobat Budaya (4/3/17), kecil kemungkinan saya bisa kembali menjelajahi miniatur nusantara itu, sejak pertamakali masuk saat kunjungan sekolah dasar di 1980an. Pendek kata, ya, sebagai orang Jakarta yang mestinya sadar budaya, saya memang kurang membanggakan.

Tuesday, November 29, 2016

Agar Tidak Diklaim, Lekatkan Cerita Dalam Kuliner Kita


Soal mengaku-aku atau mengklaim budaya Indonesia oleh negara tetangga, termasuk kuliner, belum lama ini rendang diklaim sebagai hidangan khas Malaysia. Bagaimana agar ini tidak terjadi bahkan tidak berulang terjadi? Presiden Bandung Fe Institute, Founder Sobat Budaya, Hokky Situngkir punya jawaban. Lekatkan cerita di baliknya. Makanan mendunia seperti pizza, spageti dan pasta, akan selalu dikenal sebagai menu khas Itali karena ada kisah yang membumbuinya.

Sunday, November 27, 2016

JNE Dukung Kuliner Nusantara: Untung diraih, Kuliner Tersohor


| sumber foto: +Sobat Budaya | 
Melestarikan budaya Nusantara dapat diupayakan anak-anak negeri dari berbagai bidang atau latar belakang. Tak terkecuali oleh jasa layanan titipan kilat JNE. Sekali mendayung dua pulau terlampaui; meraup untung sekaligus ikut melestarikan budaya. “Kalau kita bisa mempertahankan budaya dan (upaya pelestarian) itu bisa jadi duit, apa salahnya? Ini akan jadi kekayaan nanti milik anak cucu kita yang bisa diteruskan sampai kapanpun. Maka JNE merasa perlu mempelajari lebih dalam mengenai ini, “ungkap Komisaris JNE Johari Zein dalam Peluncuran Aplikasi Peta Kuliner Nusantara (Lengkuas), bukalapak.com, Plaza Cityview, Jakarta (26/11/16).

Friday, September 30, 2016

Seminar Leksikografi: Lestarikan Bahasa Daerah Mulai Dari Keluarga


[dok. badanbahasa.kemdikbud.go.id]
Kepunahan bahasa daerah bukan hanya karena penuturnya tidak ada, tapi karena tidak dipakai dan diajarkan. Kepala Bidang Pengembangan, Pusat Pengembangan dan Pelindungan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Dora Amalia memaparkan. “Kepunahan bahasa bukan karena penuturnya tidak ada. Penutur ada tapi tidak mau memakai dan orang tua tidak mengajarkan. Itu berkaitan dengan sikap bahasa,” ungkapnya dalam Seminar Leksikografi Indonesia: “Tantangan Leksikografis Bahasa-Bahasa Daerah di Indonesia”, Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, [26/7/16].*

Tuesday, August 2, 2016

Seminar Leksikografi: Bersama Atasi Kepunahan Bahasa

| dok. Rosida T. Manurung |


Tidak ada yang tidak punah, termasuk bahasa-bahasa daerah. Sepakat. Namun ikhtiar harus terus berjalan. “Semua juga akan punah, tapi tidak secepat itu”, tandas Kepala Badan Bahasa, Kemendikbud, Prof. Dr. Dadang Sunendar dalam Pembukaan Seminar Leksikografi Indonesia: “Tantangan Leksikografis Bahasa-Bahasa Daerah di Indonesia”, Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, [26/7/16].*