Skip to main content

Featured Post

Ordering Food is Like Choosing Netflix Show

Every company has this same question they asked themselves everyday: How can we provide the most unique offering to our costumers? How can we win our cuctomers’ mind and heart? The type of question Grab also have. The Singaporean transportation network company has been expanding in Indonesia eversince it’s appearance in 2014. 

Riset dan Kembangkan Pengobatan Islami Agar Diakui


thibbun nabawi

Eksistensi pengobatan Islami atau dikenal dengan “thibbun nabawi” makin mengemuka dengan digelarnya Islamic Medicine Expo 2018, pada Jum'at - Ahad 16-18 Maret di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta. Ajang kumpul seluruh pebekam, peruqyah, herbalis, dan terapis seluruh Indonesia bahkan Asia. Asisten Sekretaris Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemprov DKI Jakarta Catur Laswanto, saat membuka resmi expo (16/3/18), berharap forum ini menjadi momen saling tukar ilmu pengetahuan.




Momen Bangkit Kejayaan  

“Diharapkan forum seperti ini menjadi ajang seluruh stakeholder yang memiliki perhatian terhadap pengobatan Islam. Pemerintah, tenaga medis, pakar, swasta, umat Islam umumnya, bisa tukar-menukar ilmu pengetahuan,” harapnya saat hadir mewakili Gubernur DKI Jakarta.

Pihaknya berharap para pelestari pengobatan ala Nabi ini juga melakukan riset dan pengembangan ilmiah guna mendapat pengakuan masyarakat.   

“Melakukan rencana ke depan yang lebih kongkret serta mengembangkan dan meneliti lebih dalam lagi. Sehingga secara medis lebih mendapatkan pengakuan  masyarakat,” tutur Catur.

Lebih lanjut Catur memaparkan, sebagai muslim tentu kita yakin akan Al Qur’an dan sunnah yang menginspirasi bidang pengobatan hingga pernah berjaya di masa keemasan. 

Persoalannya, kenapa sekarang tibbun nabawi kurang dikenal? Maka ekspo ini sangat penting menjadi titik tolak kebangkitan pengobatan Islami di masa mendatang.

Kurang Promo

Catur mengatakan Pemprov DKI Jakarta bangga menjadi lokasi penyelenggaraan Islamic Medicine Expo 2018. ke depan, ia berharap akan ada ekspo berikutnya yang lebih besar dan meriah.

“Kami sangat bangga dan berbesar hati Jakarta menjadi Islamic Medicine Expo yang pertama. Saya sebutkan ‘yang pertama’ karena harapannya ini terus berlanjut dan makin besar dari waktu ke waktu,” tandasnya.  

Namun Catur menyayangkan promosi yang dianggap kurang bergaung. Padahal Pemprov DKI siap mengerahkan segenap sumber dayanya.  

“Sayang sekali kegiatan yang sangat bagus tapi promosinya kurang. Padahal  Pemrov DKI Jakarta punya LED di jalan-jalan yang bisa menjadi bahan promosi. Termasuk kalau kita adakan press conference, stasiun teve banyak sekali yang hadir,” ungkapnya.

Maka ke depan kerjasama ini akan terus ditingkatkan sebagai bentuk dukungan DKI Jakarta agar pelaksanaan selalu terselenggara dengan lancar dan sukses.

Pameran dimeriahkan berbagai seminar dan lokalatih yang menarik. di antaranya workshop bertema kesehatan ibu dan anak, seminar bertajuk bekam dalam tinjauan biomolekular dan aplikasi klinis dan seminar mengenai ruqyah syar'iyah dalam terapi medis. 

Hadir juga stan dan booth dari berbagai produk mitra. Mulai dari ayam goreng herbal  berpakan organik, hingga kopi stamina beracik rempah cita rasa nusantara. 

Comments

  1. Wah baru tahu ada acara semacam ini. Ini baru pertama kali diadakan kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. utk yg bentuk ekspo dan di awal tahun ini, sepertinya iya kak, ini yg pertama

      Delete
  2. Kegiatan para pebekam untuk pengobatan islami? Semoga berkembang Islamic Medicine

    ReplyDelete
  3. Saya sendiri kurang mengenal mengenai pengobatan tibhun Nabawi . suatu saat juga ingin mengikuti Expo seperti dalam tulisan ini, memang dengar promo terhadap acara juga menentukan kesuksesan acara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak Anis. Moga ke depan lebih meriah dan kita turut meramaikan ya

      Delete
  4. Wah, ada juga ya acara kumpulnya para peruqyah..

    ReplyDelete
  5. Mudah-mudahan berlanjut dan promosinya nanti gencar ya.

    ReplyDelete
  6. biasanya pengobatan Timur sudah teruji ribuan tahun dan lebih alami dengan teknik yang tradisional. biasanya efek samping lebih sedimit

    ReplyDelete
  7. Acaranya bagus dan bermanfaat ya, semoga terus berlanjut acara2 seperti ini

    ReplyDelete
  8. Wah keren ada pameran kyk gini.
    Semoga bisa menjadi alternatif pengobatan buat mereka yang membutuhkan.

    ReplyDelete
  9. bagi sebagian orang pengobatan begini secara islami gitu emang jarang banget kedengeran beritanya. kecuali kalau ada mal praktik gitu barulah tercetus keluar. mhuehehehe

    tapi dengan cara seperti ini semoga lebih berkembang lagi dan lebih dilirik lagi selain efek sampingnya yang minimalis dan efek / hal possitifnya lebih banyak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, ayo hindari malpraktik, thibbun nabawi pun harus profesional ya kak

      Delete

Post a Comment