Skip to main content

Featured Post

Ordering Food is Like Choosing Netflix Show

Every company has this same question that is asked by themselves everyday: How can we provide the most unique offering to our costumers? How can we win our cuctomers’ mind and heart? The type of question Grab also have. The Singaporean transportation network company has been expanding in Indonesia eversince it’s appearance in 2014. 

Kembalinya Satu Paket Kocak di Film Preman Pensiun

mncpictures.com

Siapa yang kangen 'dialog continuity' ala sinetron Preman Pensiun? Adegan nelpon saja bisa pancing tawa. Cuma dialog sederhana tapi sontak bikin gelak. Sudah 3 tahun kita tak menonton sitkom besutan tangan dingin Aris Nugroho ini. Tak perlu menunggu lagi, tuan dan puan. Tuntaskan rindu kita pada 17 Januari 2019 di bisokop kesayangan. Karena bakal tayang Film Preman Pensiun persembahan MNC Pictures.



Kematian Sang Ipar

Masih di bawah arahan sutradara dan pengarang yang sama, Preman Pensiun vesi layar lebar menampilkan kembali hampir semua ikon pengocok perut yang ada di sinetronnya. Selain Muslihat (Epy Kusnandar), ada Gobang (Dedi Moch Jamasari), Ujang (M Fajar Hidyatullah), Bohim (Kris Tato), Dikdik (Andra Manihot), Mang UU (Mang UU), Cecep (Abenk Marco)  serta Pipit (Ica Naga) dan Murad (Deny Firdaus). Sayang tak ada Kang Komar.   

Setelah tiga tahun pulang kampung untuk membuka usaha peternakan lele, Gobang kembali ke pasar. Kehadiran Gobang pun mengundang pertanyaan rekan-rekannya. Gobang datang ingin menyelidiki kasus pengeroyokan yang menewaskan adik iparnya. Digelarlah reuni kecil-kecilan. Tapi Kang Mus jangan sampai tahu. Nah lho?!

Keseruan dan ketegangan mewarnai aksi penyelidikan yang dilakukan Gobang tentang misteri kematian sang adik ipar. Situasi terkini keluarga Muslihat dan Esih (Vina Ferina) pun selalu kocak diikuti. Namun Kang Mus kembali bersedih tatkala bertemu kembali dengan Kinanti (Tya Arifin) anak Kang Bahar (almarhum Didi Petet). Yang penasaran kelanjutan hubungan Dikdik dan Imas (Soraya Rasyid) bisa pantengin sepanjang film. Yang sudah lama tidak lihat kekompakan dwitunggal Pipit dan Murad, bisa langsung tonton akting paling anyar dari duo plontos.

Dirilis di dua kota, Jakarta dan Bandung, Gala Premiere film Preman Pensiun kali ini berbeda dari kebanyakan film yang diproduksi MNC Pictures. Tahu dong kenapa Bandung dipilih sebagai kota kedua gala premier film Preman Pensiun? Karena warga Bandung sudah menjalin ikatan emosional istimewa bersama cerita ini

Sama seperti versi sinetron, Paris van Java jadi kota utama berlangsungnya syuting film Preman Pensiun. Latar belakang budaya Sunda juga menjadi pertimbangan pihak rumah produksi untuk melakukan tayang perdana di Kota Kembang. 

Musik latar kulintang dan anklung yang biasa hiasi serial televisinya sudah akrab di benak kita. Bandung, Jawa Barat, memiliki nilai historis tersendiri  terutama bagi para pemain dan kru sinetron kini film ini.
   
Cerita Lebih Kompleks

Masih mengunakan formula yang sama dengan sinetron, Kelucuan dibangun dari dialog-dialog simpel namun berkembang sampai punchline. Percakapan yang biasa kita temui dan alami di keseharian yang tak dirasa mengandung komedi. Masih dipertahankan khas adegan menelepon hingga peralihan scene yang menyambung.

Film Preman Pensiun dibuat lebih berlapis dengan konflik yang mengemuka. Namun  tidak meninggalkan ciri khas versi serial televisinya. Komedi satir yang dikemas dalam dialog-dialog yang ringan dan pas, masih kental disajikan di film Preman Pensiun yang bisa disaksikan keluarga Indonesia.

Yang menonjol dari Preman Pensiun adalah tayangan ini sarat pesan moral tanpa perlu disampaikan secara menggurui. Karakternya banyak namun tiap pemeran diberi porsi muncul yang proporsional melengkapi satu sama lain. Walhasil kita nonton pun enjoy karena tiap scene berganti mulus saling mengait. Tak ada slapstick mubazir, hanya akting tek-tok yang pol dari awal hingga akhir.

Ssst, ada cameo yang tak diduga muncul di pertengahan film. Preman Pensiun berpotensi membentang universe tersendiri yang memungkinkan lintas karakter dari tayangan berbeda bisa masuk meramaikan cerita. Penasaran? Kuy datangi sinema terdekat di kotamu, ajak kawan kerabat tuntaskan rasa rindu. Salam olahraga!

Comments

  1. Wah sayang Kang Komar tidak ikut main ya. Terakhir ketemu Kang Komar November lalu, waktu ia kampanye di Cianjur. Hehehe...

    ReplyDelete
  2. Pengen nonton ah, kemarin anakku ngajakin nonton ini, ini aman ditonton anak 10 tahun kan yah?

    ReplyDelete
  3. Saya juga sudah nonton film Preman Pensiun ini, film yang kocaaak dan menghibur, seruu sih filmnya, saya suka pas adegan nyambung-nyambungin kalimat dari adegan satu ke adegan lainnya. Skenarionya bagus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa adegan nyambung-nyambungin kalimat memikat kita ya

      Delete
  4. konflik yang diciptakan pasti seputar kehidupan sehari hari kan ya kak ditambah cerita kocak. pasti seru banget

    ReplyDelete
  5. Okay fix hari ini aku nonton film ini.. penasaran banget bagaimana sih ko preman bisa pensiun? terus selama pensiun mereka ngapain aja yak.. dari ulasan ini sih bakal dapet banyak value yang dikemas dengan cerita lucuk

    ReplyDelete
  6. Wah udah tayang kmrn ya. Suka nih saya lihat sinetronnya. Semoga lucunya sama ya kayaj di sinetron.

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih lucu kak, karena durasi panjang dan konflik berlapis

      Delete
  7. Sebagai penikmat sinetron Preman Pensiun, terasa terobati banged sama filmnya ini. Tapi sayang Kang Komarnya nggak ada. Tapi overall filmya lucu ya Mas.

    ReplyDelete
  8. Terasa sekai dalam film preman pensiun suasana kesederhanaan orang sunda.

    Celotehan ngebodor hingga musik yang khas, angklung dan kolintang

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngebodor bangat di tengah suasana khas sunda dgn alunan angklung dan kolintang

      Delete
  9. beneran penasaran ini sama filmnya, kangen sama kelucuan natural dari para pemerannya yang dikemas apik. Belum sempat ke kota duh jadi belum bisa nonton...

    ReplyDelete

Post a Comment