Featured Post

Rice Cooker Hilangkan Puluhan Kosakata Sunda

Image
Tantangan pelestarian dan pengembangan bahasa salahsatunya adalah istilah bahasa asing. Hanya satu kata asing saja sudah bisa menggusur puluhan kosakata satu bahasa daerah. Demikian Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dadang Sunendar sampaikan dalam Kuliah Tamu Leksikografi: Lanskap Leksikografis Tahun 2018 dan Perihal Penyusunan Kamus Mutakhir”, Aula Sasadu, Gedung Samudra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta (3/5/18).    

Pengakuan Notulis Lelaki di Rapat Ibu-Ibu


meeting hour

Izinkan saya mencurahkan hati, wahai rekan pembaca yang budiman. Saya beraktivitas di salah satu organisasi masyarakat madani yang bergerak di ragam bidang termasuk ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. 
Rutinitas Pagi


Salah satu pekerjaan saya menjadi notulis kegiatan rapat harian pengurus organisasi. Saya harus selalu siap berada di lokasi manapun kegiatan berlangsung.  Misal, pagi hari menjadi notulis rapat departemen bidang pendidikan di salah satu gedung di bilangan SCBD. Siang hari harus sudah di kantor  di daerah Mampang mengejakan tugas rutin hingga sore. 

Rutinitas membuat saya bergerak serba cepat dan bergegas. Momen riweuh adalah detik-detik sebelum berangkat kerja, mulai dari antri depan kamar mandi, sarapan, hingga ke halte tranjakarta. Belum lagi nanti hadapi hiruk pikuk dari korior ke koridor transjakarta. Belum lagi kalau ada acara khusus di mana saya harus berada tepat waktu di pagi hari.

Padatnya agenda keseharian tak pelak melatih saya efektif di kamar mandi. Tahulah kawan bagaimana lelaki kalau di kamar mandi. Ambil produk toilettries pun sekenanya. Asal melihat tulisan pasta gigi, itulah yang saya oles ke sikat. Melihat kemasan bertulis body wash, itulah yang saya balurkan ke sekujur tubuh lalu bilas. Suegerr. 

Tumben saya merasakan sensasi yang berbeda hari itu.  Kulit jadi terasa lembab dan tercium aroma yang khas. Seolah saya baru keluar dari gerai es krim susu rasa buah. Gerangan sabun apa yang barusan saya pakai untuk membersihkan badan?

Firasat saya menguat kala anak bungsu berujar, “ayah wangi mama!”, si sulung menimpali “ayah pakai sabun mama, yaa?” Saya cuma bengong. Si empunya sabun pun tertawa yang memicu dua krucil ikutan tergelak hebat. Aduhai, ternyata saya menggunakan perfumed body wash milik istri saya!


Ya sudahlah apa mau dikata. Sesekali pria menyentuh sisi feminin tak mengapa. Nyaman juga kok terasa. Berangkaat... menuju rapat yang dipimpin salah satu Wakil Ketua Umum organisasi kami. Rapat Departemen Bidang Perempuan, Anak, dan Remaja. Mendengar judulnya, tentu saja rapat sebagian besar dihadiri kaum hawa. Itu kali pertama saya mengikuti rapat yang isinya ibu-ibu semua. Saya ingin memberikan kesan positif di hari pertama.

Rapat dengan ibu-ibu memang unik, ada adaptasi dan ritme yang agak berbeda dibanding meeting dengan sesama bapak-bapak. Sebelumnya, saya sudah diberi wejangan dari kawan yang saya gantikan sementara tugasnya menjadi notulis. Tipsnya sederhana, fokus saja mencatat, dan kau akan baik-baik saja. Saya tidak begitu ngeh maksud perkataannya hingga saya mengalaminya. 

Ibu Wakil Ketua Umum beserta tim kerja berencana menggelar seminar yang dirangkai roadshow sosialisasi hasil seminar ke perguruan-perguruan tinggi se-Indonesia. Rapat berjalan alot dan sengit. Tiap anggota mempertahankan gagasan, menyamakan frekuensi, dan mengupayakan jalan tengah. 

Entah gerangan apa yang menggerakkan saya tetiba menyembul bersuara dengan apa yang disebut ‘sekadar saran’. Seketika semua pandangan anggota rapat serempak menjurus ke saya. Ekspresi terkejut tak menyangka, kok ya bisanya anak ini interupsi, saya dapati. Bagai kura-kura, saya langsung meringis menyembunyikan kepala. Duh, jadi malu. 

Perasaan saya kembang kempis usia rapat. Harusnya saya lebih menyimak pesan dari kawan saya itu. Apalah nanti testimoni ibu-ibu itu kepada atasan saya terkait perbuatan saya tadi. Untung saya hanya notulis pengganti. Saya mungkin tak akan sering bertemu mereka lagi. Demikian asumsi saya, hingga tiba keesokan pagi, Pak Bos memanggil saya ke ruangan. Saya pasrah.           
     
Beribu maaf Pak, saya tidak bermaksud, tolong sampaikan ke... kamu bicara apa? Ibu Waketum menginginkan kamu jadi notulis lagi besok pagi. Jangan telat. Jadi, Ibu Waketum tidak marah? Marah? Kamu diminta jadi notulis tetap untuk rapat ibu-ibu. Ke depan, agenda mereka makin padat. 

Speechless saya. Semua kekhawatiran sirna seketika. Saya coba menelaah apa yang membuat saya dipakai lagi. Apakah karena hasil notula saya? Ah tidak juga. Hasil notula kawan malah lebih lengkap dibanding punya saya.


Ya sudahlah, yang penting sekarang semua baik-baik saja. Selanjutnya, saya camkan terus nasihat kawan saya itu. Saya dipercaya jadi notulis untuk rapat ibu-ibu hingga hari ini. Yang jelas saya jadi keterusan pakai Vitalis Body Wash milik istri saya, terutama yang botol warna merah muda; Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash White Glow.

Parfum body wash varian ini memiliki aroma fruity berkat paduan Cherry & Raspberry, dipadu wangi Marshmallow & Gardenia nan lembut dan elegan, dikemas dengan kombinasi Woody & Suede yang berkesan glamor dan membuat kesegaran tahan lama.

Vitalis White Glow juga kaya akan ekstrak Licorice dan Susu yang membantu merawat kulit hingga tampak bersih, dan cerah bersinar. Sabun kecantikan ini  turut menambah kepercayaan diri dalam berinteraksi, lantaran kesegaran dan keharumannya yang menawan. Mandi menggunakan Vitalis Body Wash layaknya mandi parfum dan mandi keharuman. 

Saya jadi merasa selangkah lebih maju mengenal perempuan. Fitrahnya yang cantik, halus, dan lembut, terefleksi dari pilihan sabun kecantikan yang mengerti kebutuhannya. Duhai istriku, maafkan suamimu  yang selama ini kerap abai akan kebutuhanmu. 

Membuat diri terlihat bersih, segar dan wangi juga menyenangkan orang-orang sekitar. Mereka jadi nyaman berinteraksi dengan kita. Komunikasi pun terjalin ciamik. Ingat film What Women Want yang dibintangi Mel Gibson? Seperti itulah kira-kira antusiasme saya kini. 

Vitalis varian lainnya juga memberikan pengalaman mandi parfum yang unik dan berkesan. Selain White Glow, Vitalis Body Wash juga tersedia dalam varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle dan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty. 

Varian Fresh Dazzle punya manfaat Skin Refreshing dan varian Soft Beauty memiliki manfaat Skin Nourishing. Keduanya pun memiliki pengalaman mandi keharuman yang tak terlupakan mulai dari pembuka hingga penutup.


Vitalis Body Wash Fresh Dazzle membuat kulit terasa segar, halus, dan lembut. Parfum dari varian dengan botol berwarna hijau ini berawal dengan segarnya wangi Bergamot, disertai wangi Floral Bouquet yang elegan feminin, dan ditutup dengan Musk Amber yang tahan lama. Ekstrak Yuzu Orange dan anti oksidant dari Green tea-nya menjaga kulit terasa lebih bersih, wangi, segar dan terawat.

Sedangkan Vitalis Body Wash Soft Beauty membuat kulit terasa halus, lembut, dan terawat. Parfum  dibuka dengan wangi segar yang clean dari Fruity Aldehydic, berlanjut wangi Rose dan Violet yang feminin, dan diakhiri manisnya Tonka Bean dan Sandalwood kualitas premium. Diperkaya ekstrak Avocado dan Vitamin E memungkinkan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty membantu menjaga kulit tetap terasa kenyal halus dan lembut. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash tersedia dalam kemasan botol isi 100 ml dan 200 ml, serta  kemasan pouch isi 450 ml.

Popular posts from this blog

Tangkas SEO dan Cerdas Keuangan

Rice Cooker Hilangkan Puluhan Kosakata Sunda

Kembalinya Satu Paket Kocak di Film Preman Pensiun