DPP Perempuan ICMI Gelar Pelatihan Artificial Intelligence

  


Perempuan menjadi salah satu konsumen utama konten media sosial. Untuk itu, Perempuan ICMI perlu membekali mereka dengan keterampilan mengolah konten.     


Metode Dakwah  

Hal ini penting, salah satunya, dalam mengenali dan menyaring konten yang bernilai edukasi dan dakwah. 

DPP Perempuan ICMI menggelar Pelatihan Artificial Intelligence yang diikuti 40 orang peserta, dan dilaksanakan selama dua hari. Pelatihan AI ini memperkuat literasi digital muslimah. Perempuan tidak sekadar pengonsumsi , tapi juga kreator konten.  

Pengurus DPP Perempuan ICMI, dan Ketua Panitia Pelatihan Dityaningsih Juliawati mengatakan, serbuan informasi menyesatkan harus diimbangi dengan penyebaran konten edukatif. 

“Kita harus melawan informasi yang menyesatkan. Jadi, ibu-ibu, selain ilmu yang dimiliki, tentu kita belajar terus, menyampaikan kebenaran dan kebaikan kepada masyarakat, terutama kepada generasi muda,” jelasnya dalam penutupan Pelatihan Digitalisasi dan Artificial Intelligence Rabu 5 Agustus 2026, Ruang Serba guna ICMI Center, Jakarta.    

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas diri dalam berdakwah, berkarya dan memerdayakan masyarakat melalui teknologi kecerdasan buatan. Peserta pelatihan diberikan keterampilan pembuatan konten dakwah yang menarik dan viral. 

Ketua Umum Perempuan ICMI Welya Safitri menuturkan, keterampilan AI merupakan salah satu metodologi dakwah. 

Menyitir Al Imran ayat 104: Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.    

Welya menjelaskan, kendati tugas dakwah berhukum fardu kifayah, ditekankan kepada sekelompok orang, kita juga punya tanggung jawab berdakwah. Terutama di era AI di mana makin marak konten hoaks. 

Lebih lanjut soal metodologi dakwah, An-Nahl ayat 125 menyebutkan tiga metode utama dakwah Islam: Al-Hikmah (kebijaksanaan dan pendekatan tepat), Al-Mau'izah Al-Hasanah (nasihat atau pengajaran yang baik), dan Al-Mujadalah bi al-Sati hiya Ahsan (diskusi atau dialog dengan cara terbaik). 

Muhammad Abduh menafsirkannya sebagai tiga kelompok manusia sasaran dakwah berdasarkan tingkat daya pikir, dan cara pandang terhadap kebenaran, yakni Awam, Menengah, dan Cendekiawan. 

Untuk itu, dakwah berbasis AI ini akan efektif jika disampaikan kepada kelompok Menengah, dan Intelektual. 

Hadir Direktur Pinbuk ICMI Aslichan Burhan yang membawakan materi tentang ZISWAF untuk pengembangan aset wakaf, serta literasi digital untuk pegiat sosial. 

Pelatihan Digitalisasi dan Artificial Intelligence menghadirkan narasumber Stafsus bidang Digital Pinbuk Arief Budiman, dan Fasilitator Koding dan Kecerdasan Artifisial Pinbuk Fachriadi Tanjung. 

Materi pelatihan AI mencakup pengenalan AI untuk produksi konten, membuat konten kreatif video, membuat konten ceramah, serta etika dan tanggung jawab dalam kreasi konten.