Skip to main content

Posts

Showing posts with the label EDUCATION

Featured Post

BukaTalks: Jangan Suruh Hafal, Ajak Anak Alami

Macgyver lumpuhkan penjahat hanya lewat rakitan alat yang ditemui di sekitar. Dalam versi remake, di satu episode, cowok panjang akal ini bilang ayahnya yang mengajarkan dia science (sains) sejak kecil. Co Founder Ilmuwan Muda Indonesia (IMI) Kartika Oktorina membawa keseruan sains untuk anak di BukaTalks by BukaLapak: “Pendidikan Untuk Semua”, Plaza City View, Jakarta (2/5/18).

BukaTalks: Jangan Suruh Hafal, Ajak Anak Alami

Macgyver lumpuhkan penjahat hanya lewat rakitan alat yang ditemui di sekitar. Dalam versi remake, di satu episode, cowok panjang akal ini bilang ayahnya yang mengajarkan dia science (sains) sejak kecil. Co Founder Ilmuwan Muda Indonesia (IMI) Kartika Oktorina membawa keseruan sains untuk anak di BukaTalks by BukaLapak: “Pendidikan Untuk Semua”, Plaza City View, Jakarta (2/5/18).

Jika Tak Mampu Secara Kuantitas, Bersaing Kualitas

Film anak tapi dibuat oleh orang dewasa. Sehingga karakter dan plot tidak orisinil memotret kesehariannya. Kelucuan anak-anak datang dari skrip yang ditulis orang dewasa. Demikian cetus Suroso dari HKK Animation Academy dalam Ngobrol Publik "Pentingnya Sertifikasi Profesi", Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Jakarta (5/5/18).

Kuliah Leksikografi: Rice Cooker Hilangkan Puluhan Kosa Kata Sunda

Tantangan pelestarian dan pengembangan bahasa salahsatunya adalah istilah bahasa asing. Hanya satu kata asing saja sudah bisa menggusur puluhan kosa kata satu bahasa daerah. Demikian Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dadang Sunendar sampaikan dalam Kuliah Tamu Leksikografi: Lanskap Leksikografis Tahun 2018 dan Perihal Penyusunan Kamus Mutakhir”, Aula Sasadu, Gedung Samudra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta (3/5/18).    

Medsos Berbasis Pendidikan, Realcom Pertemukan Guru dan Murid

Guru privat harus menembus kemacetan kota demi mendatangi murid. Sebagian waktu pun habis di jalan dengan berbagai risikonya. Belum lagi pabila mendadak si murid membatalkan sesi curah ilmu. Padahal sang guru sudah tiba di depan pintu. Kini masa itu sudah berlalu. Ada pilihan kemudahan bagi aktivitas belajar dan mengajar. Sekarang ada aplikasi yang menyediakan segala kebutuhan guru dan murid. Simak lebih lanjut dalam Meet and Greet Blogger and Media Gathering “Peluncuran realcom Aplikasi Belajar Mengajar”, Bebek Renon at Nancy's Cafe, Ampera, Jakarta Selatan (6/1/18).


Festival Cerita Jakarta: Empowering Tak Mesti Ke Luar Pulau

Ada sebagian orang yang passion-nya mengajar. Menemukan dirinya ketika memberdayakan masyarakat lokal di pedalaman. Ada juga yang tak mesti melintas pulau,  di sekitarnya pun ia bisa mengabdi. Dapat mencurahkan kecintaannya mengajar. Demikian David Irianto dari Simpul Group ungkapkan dalam bincang  bertajuk “Industri Kreatif Untuk Generasi Muda, Festival Cerita Jakarta 2017 “Dream a Little Dream of You”, Perpusnas RI, Medan Merdeka, Jakarta (17/12/17).

Kunjungi Sun Life Edufair, Ringan Siapkan Biaya Pendidikan

Bermigrasi ke Kanada pada 1842, Mathew Hamilton Gault harus jadi tulang punggung pasca wafat ayah. Usianya baru 20 tahun. Dengan perencanaan hidup yang matang, 23 tahun kemudian ia membangun perusahaan asuransi yang berkembang ke seluruh dunia. Termasuk ke Indonesia sejak 1995. Perencanaan juga kata kunci di Sun Life Edufair 2017, Mal Kota Kasablanka, Jakarta (20-22 Oktober 2017). Ajang edukasi  perencanaan dana pendidikan di masa depan. Biaya pendidikan naik tiap tahun dan dirasa berat. Namun akan ringan jika disiapkan sejak dini. Sun Life punya panduannya.   



Mona Ratuliu Ajarkan Anak Bisnis, Talkshow Sun Life Edufair

Bagaimana baiknya pola asuh orang tua generasi zaman now? Sangat ketat, katanya tidak bagus juga. Membebaskan, juga bukan langkah yang bijak. Sebelum makin galau, yuk simak tips dari aktris Mona Ratuliu dalam Talkshow Sun Life Edufair 2017: “Pola Asuh Anak Lintas Generasi”, Atrium Area, Mal Kota Kasablanka, Jakarta (21/10/17). Alih-alih memanjakan, Mona sudah mengajarkan anak remajanya mencari uang sendiri jika ingin membeli sesuatu.

Kuliah Terbuka Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Tetap Ilmiah Sekaligus Fleksibel

Kemajuan teknologi informasi juga memengaruhi profesi pustakawan. Menurut Peneliti Putu Laxman Pendit, untuk mengimbanginya, institusi pendidikan, pengajar, dan asosiasi profesi harus tetap ilmiah sekaligus fleksibel. “Tidak meninggalkan aspek keilmuan. Tetap menjadi ilmiah. Juga membuat program yang sangat fleksibel menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya dalam Kuliah Terbuka Ilmu Perpustakaan dan Informasi: "Perkembangan Profesi Informasi dan Ilmu Pengetahuan Pendukungnya", Perpuskemdikbud, Jakarta (29/9/17).  

Resmikan Perpustakaan Nasional, Jokowi: Durasi Baca Generasi Z Makin Pendek

Toleransi durasi baca Generasi Z makin pendek. Demikian sebut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. “Toleransi durasi baca mereka makin pendek. Dalam 3 menit pertama tulisan tidak menarik, langsung tidak mau membaca sisanya. Judul tidak menarik, langsung dilewati. Buku yang susah dicari, mereka juga tidak mau baca,” ungkapnya saat Peresmian Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional RI, Medan Merdeka Selatan, Jakarta (14/9/17).

Seminar Mosi Integral, Zulkilfi Hasan: Yuk, Kita Move On!

Bangsa Indonesia yang sudah 72 tahun menikmati kemerdekaan ini telah bersepakat untuk satu dalam keberagaman. “Kita sudah 72 tahun merdeka. Kita sudah sepakat, satu dalam keragaman, berbagai suku dan agama, saling menghormati, saling menghargai satu sama lain,” tegas Ketua MPR RI, Zulkfili Hasan saat meresmikan Seminar Nasional "Mosi Integral M. Natsir, Upaya Pemersatu Bangsa" di Gedung Merdeka, Bandung (5/8/17).

Google I/O Extended Bogor Ajak Generasi Z Jadi Solusi Masyarakat

Teknologi tidak lagi bersifat mercusuar dan sulit digapai awam. Kini teknologi membumi dan berkembang untuk kemaslahatan orang banyak. Ya, teknologi untuk masyarakat yang mengisi kebutuhan-kebutuhan lingkungan sekitar. Semangat ini yang juga ditularkan GDG Bogor "Google I/O Extended Bogor", SMK Adi Sanggoro, Dramaga, Bogor Jawa Barat (22/7/17), yakni memicu Generasi Z untuk tergerak menjadi solusi bagi lingkungannya lewat keahlian menyandi (coding).

Marak Jurnalisme Warga, Jurnalis Pikir Ulang Peran

Marak media sosial mendorong berkembangnya citizen journalism (jurnalisme warga). Warga bisa memproduksi berita dan langsung mengunggah ke akun masing-masing. “Media sosial membuat semua orang bisa memproduksi berita, dan informasi. Warga di tengah jalan melihat kebakaran, tabrakan, bisa menggunakan hape untuk memotret, merekam, dan mengirimkan ke media sosial. Citizen Journalism berkembang,” tandas Redaktur Eksekutif Majalah TEMPO Wahyu Dhyatmika dalam Indonesia Data Driven Journalism (IDDJ) 2017: “Pemanfaatan Data Terbuka untuk Kemajuan Energi Nasional dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat”, Jakarta (21/4/17).

Islamic Book Fair 2016: Surga Bagi Yang Bikin Film Anak

Saking jarangnya ada pelaku sinema nasional menelurkan tontonan untuk anak-anak, apalagi tuntunan, maka bagi siapa yang membuat, sangat dihargai jerihpayahnya.Sutradara dan Produser Film Harry Dagoe pun diapresiasi. “Ada teman saya bilang: ‘Har, kalo elo bikin film anak-anak, masuk surga’. Kenapa? karena menghibur anak kecil ya pasti kita memberikan hal-hal yang baik. Sementara di Indonesia untuk film anak sendiri komersialnya sangat tinggi, karena memang jarang filmnya. Jadi dia selalu dibutuhkan,” jelasnya dalam acara “Ngobrolin Fantasi di Indonesia dari BukuSampai Film", Islamic Book Fair, Istora Senayan (5/3/16).

Festival Pembaca Indonesia 2015: Apaan nih, Indonesia?!

Lama tinggal di luar negeri, ketika kembali, Andra Fembrianto punya pendapat sendiri tentang negara asalnya ini. Mulai dari cuaca panas hingga tipe sebagian warganya yang susah berbudaya antri.  “Dulu dari SD, orangtua dinas ke London, selama 3 tahun hidup di sana. Pas balik, apaan nih Indonesia, panas banget, orang-orangnya tidak bisa ngantri,” sungutnya.

One Day One Book, "Book Club": Bangun Tidur Kuterus Nulis

Untuk yang sedang menekuni hobi menulis, mungkin ingin melangkah dari sekadar pembaca, kita harus pandai “mencuri waktu”, so they say. Maksudnya, maksimalkan waktu senggang di tengah aktivitas utama. Penulis produktif Nunik Utami punya tipsnya. Perempuan yang sudah menulis tak kurang dari 53 judul buku dalam waktu 8 tahun ini membeberkan semua di acara perdana One Day One Book,  "Book Club": Diskusi Buku dan Workshop Resensi Buku, Rumah Mandiri Inkubator Bisnis, Jakarta (28/2/15).

Indonesia Internasional Book Fair 2014: Era Digital, Perlukah Buku Diselamatkan?

Di era digital ini, apakah orang masih membaca buku? Apakah buku perlu dibela, dan diselamatkan? Pertanyaan-pertanyaan ini bergulir dari pidatoKetua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Lucya Andam Dewi, dalam sambutan pembukaan Indonesia Internasional Book Fair 2014, Guest of Honour: Saudi Arabia, Istora Gelora Bung Karno, Jakarta (1/11/14).

Simnas Linguistik: Terjemahan Dipantau Negara

Jabatan Fungsional Penerjemah telah ditetapkan melalui Peraturan menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor PER/24/M.PAN/5/2006 tahun 2006. Kementerian Sekretariat Negara ditetapkan sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penerjemah. Mengapa bukan di Badan Bahasa? Karena menyangkut hal yang strategis. Demikian ungkap Guru Besar Linguistik Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Cece Sobarna, dalam Seminar Nasional tentang Linguistik: From the Initial Idea to the Translation Quality Assesment, yang diselenggarakan Fakultas Adab dan Humaniora Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta(15/.10/14)

Luncur Buku Mindset Pembelajaran: Guru Harus Menggurui”

Ungkapan “guru tidak boleh menggurui” dalam proses belajar-mengajar kerap terlontar hampir di tiap forum yang mengupas pendidikan. Menurut Aktivis Pendidikan Habe Arifin, ungkapan tersebut justru mendekontruksi peran dan sosok guru sehingga perlu ditinjauulang.  Hal ini disampaikan dalam peluncuran buku ‘Mindset Pembelaran: 10 langkah mendidik siswa secara kreatif dan humanis’ karya Yusron Aminulloh di ICMI Center,Jakarta. (21/7).