Skip to main content

Featured Post

Ordering Food is Like Choosing Netflix Show

Every company has this same question that is asked by themselves everyday: How can we provide the most unique offering to our costumers? How can we win our cuctomers’ mind and heart? The type of question Grab also have. The Singaporean transportation network company has been expanding in Indonesia eversince it’s appearance in 2014. 

Isi Tas Penyintas Ibukota



Kalau saya berada di setting the Walking Dead, mungkin hanya bertahan satu episode. Betapa tidak, bekal saya tak cukup satu ransel. Padahal, kondisi post apocalyptic menuntut kita hanya membawa barang-barang yang dibutuhkan saja. Gendong terlalu banyak perabotan menghambat keleluasan bergerak. Sementara ancaman utama bisa tetiba menyeruak muncul di depan mata.


Whats in My Bag?

Lebay, ah. Suasana mencekam kisah fiksi kok jadi benchmarking untuk realitas kita saat keluar rumah. Cerita rekaan soal perjuangan para penyintas serbuan monster kok jadi tolok ukur kerasnya ibukota. Padahal keadaan nyata di lapangan justru melebihi pacuan adrenalin dikejar-kejar zombie. Haha. Ngana pikir dikejar deadline kurang seram, apa? J      
Pekerja lepas memang punya barang-barang wajib saat keluar rumah. Perbendaharan yang dibawa tentu menjadi pendukung suksesnya agenda satu hari dijalani. Dalam satu hari ada yang harus menghadiri lebih dari satu event atau kegiatan. Yang punya paket lengkap tentu bawaannya termasuk ponsel, charger, powerbank, kamera, digital recorder, plus perintilannya termasuk kabel data, bluetooth earphone, tongsis, bahkan foto mantan untuk pelecut motivasi, eh.

Tapi bagaimana bagi freelancer yang keluar rumah penuhi undangan acara, sekaligus mengolah konten setelahnya? Ada yang lebih nyaman bekerja menggunakan laptop. Saya salahsatunya. Perlu bawa komputer jinjing yang merepotkan kalau selalu dijinjing. Lebih mudah disimpan di ransel. Terutama bila bepergian via moda transportasi umum. Tapi ukuran laptop kerap jadi hambatan jika harus berhimpitan dengan alat tempur lainnya. Skala prioritas? Ya, cemanalah, semua gawai diperlukan. Apalagi bawaan kaum hawa, beda dan tambah lagi. 



Bodi Tipis Spek Berisi   

Untung kini ada pilihan netbook yang didesain khusus memudahkan pengguna yang mobile karena ukuran dan bobotnya hingga praktis dibawa bepergian. Kenalan yuk sama Acer Swift 3 (SF314). Laptop tipis bin ringan ini berukuran layar 14 inci, dimensi 323 mm x 228 mm x 18.70 mm  dan berat 1.6 kg, hingga muat dalam ransel ukuran sedang. Apalagi untuk backpack yang punya kompartemen lebih luas. selain laptop, bisa masuk banyak lagi barang-barang wajib kita.

Punya bodi tipis bukan berarti spesifikasi Acer Swift 3 ikutan menipis. Swift 3  bertenaga prosesor Intel generasi ke delapan yang mengusung fitur unggulan dengan platform yang disempurnakan. Performa pengolahan grafis yang tinggi, bersama kemampuan overclocking yang lebih baik dan ditopang graphic card terbaru Nvidia, jelas spesifikasi yang mendukung aktivitas para content creator.

Walhasil, dengan kinerja yang maksimal, Swift 3 sanggup melakukan aktivitas padat yakni gaming, dan edit video. Dengan desain motherboard yang terbaru, Swift 3 tersedia dalam dua varian prosesor dari Intel generasi ke delapan yakni Core i5 dan Core i7. Cukup tau aja ya, prosesor ke delapan memiliki kecepatan 25% lebih baik dari generasi sebelumnya.

Kapasitas baterainya, cemana, gan?  Selow. Bersama sumber tenaga 4-cell Li-ion berkapasitas 3220 mAh, Swift 3 ashiaaap temani kita dengan daya tahan pemakaian mencapai 10 jam. Waduh, kelamaan di depan lapie sering bikin mata lelah, fren. Sekut. Dengan teknologi Bluelight Shield, cahaya biru yang digunakan untuk menampilkan gambar di layar dapat dikendalikan sehingga mengurangi mata lelah saat menatap layar terlalu lama.

Tapi bosan juga kelamaan pantengin layar, sob. Ingin sesekali berbaring sejenak leyeh-leyeh sambil dengar alunan nada dan irama nan syahdu. Apalagi ditambah seruput macha latte hangat di sebelah dia sang penyemangat. Oh, siap. Acer Swift 3 sudah memasang 2 buah speaker yang didukung kualitas suara jernih dari software Acer True Harmony. Jadi tak ada bebunyian cepreng, karena distorsi suara yang dihasilkan lebih kecil dengan suara vokal yang lebih hidup.

Kalau bicara soal penampakan, yang paham produk laptop besutan Acer pasti sudah akrab dengan desain elegan dan mevvah khasnya. Acer Swift 3 punya tampilan klasik bersama pilihan warna Silver, Lava Red, Honey Gold, Stellar Blue, Black Edition, dan Sakura Pink.

Mau lebih personal lagi, Acer Swift 3 sudah dilengkapi sensor sidik jari (finger print sensor) sebagai akses login komputer yang terletak di antara touchpad. So, kita bisa lebih tenang dan nyaman, karena keamanan data terjamin. Ah, senangnya mengetahui ada laptop yang mengerti kebutuhan kita. Netbook kompatibel dengan keseharian para pengguna yang padat karya. Laptop yang muat di ransel sekaligus punya fitur yang andal. Laptop tangkas teman para survivor hadapi cadasnya ibukota. Kuy, kepoin lebih lanjut keunggulannya!


Comments

  1. Kalau isi tas saya, tissue dan bon belanjaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. memanglah kau sungguh gadis yang simpel dan sederhana :))

      Delete

Post a Comment