Skip to main content

Posts

Featured Post

BukaTalks: Jangan Suruh Hafal, Ajak Anak Alami

Macgyver lumpuhkan penjahat hanya lewat rakitan alat yang ditemui di sekitar. Dalam versi remake, di satu episode, cowok panjang akal ini bilang ayahnya yang mengajarkan dia science (sains) sejak kecil. Co Founder Ilmuwan Muda Indonesia (IMI) Kartika Oktorina membawa keseruan sains untuk anak di BukaTalks by BukaLapak: “Pendidikan Untuk Semua”, Plaza City View, Jakarta (2/5/18).
Recent posts

Mesin Pintar Kominfo Buru Konten Negatif Tiap Dua Jam

Pasca meledak bom gereja di Surabaya, Kementerian Komunikasi dan Informasi Kemenkominfo) bergerak cepat melakukan pemblokiran konten penyebar terorisme. Sebanyak 1492 konten di Facebook dan Instagram, 301 konten Youtube dan Google, 257 kanal Telegram, 113 akun twitter, serta 22 situs atau forum ditutup (16 Mei 2018, pukul 8 pagi). Semua dilakukan dalam waktu 4 hari. Apakah Kominfo hanya melakukan “pemadaman”, saat “kebakaran” terjadi? Simak penuturan Donny BU dalam Diskusi Forum Merdeka Barat 9 “Cegah dan Perangi Aksi Teroris”, Kantor Kominfo, Jakarta Pusat (16/5/18).

FMB9: Ketika Media Berikan Teroris Oksigen

Margaret Thatcher pernah ingatkan “We must try to find ways to starve the terrorist of the oxygen of publicity”. Demikian kutip Ketua Dewan Pers Josef Adi Prasetyo dalam Diskusi Forum Merdeka Barat 9 “Cegah dan Perangi Aksi Teroris”, kantor Kominfo, Jakarta (16/5/18). Pemberitaan media kita soal aksi teror dianggap malah memberi publisitas yang diinginkan teroris. 

Mau Sukses Indonesia 4.0? Kuasai 3 Bahasa ini

Menghadapi Industri 4.0, dunia kian berbenah. Amerika dengan ‘radical inovation’. Cina andalkan ‘speed’. Eropa konsisten ‘engineering excellence’. Jepang dan Korea Selatan mampu ‘ability to scale up’. Indonesia punya apa? Simak jawaban Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dalam Obsat #202 “Menuju Indonesia 4.0”, Paradigma Cafe, Cikini, Jakarta (11/5/18).  

Jika Tak Mampu Secara Kuantitas, Bersaing Kualitas

Film anak tapi dibuat oleh orang dewasa. Sehingga karakter dan plot tidak orisinil memotret kesehariannya. Kelucuan anak-anak datang dari skrip yang ditulis orang dewasa. Demikian cetus Suroso dari HKK Animation Academy dalam Ngobrol Publik "Pentingnya Sertifikasi Profesi", Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Jakarta (5/5/18).