Trust Society Adalah Modal Kemajuan Ekonomi

 


Puasa merupakan sebuah mekanisme yang membuat kita saling percaya. Saat bulan puasa, “Trust Society" (Masyarakat Saling Percaya) terbentuk.


Latihan Jadi Trust Society 

Ketua Umum ICMI Arif Satria mengatakan, trust society adalah suatu situasi yang menjadi modal bagi kemajuan ekonomi. Kemajuan  ekonomi sebuah bangsa sangat ditentukan oleh sejauh mana trust society-nya. 

Puasa satu penuh. lanjut Arif, sejatinya adalah latihan untuk kita menjadi trust society. Kenapa kita percaya kepada orang lain karena orang itu jujur. Kenapa orang itu jujur, karena itu tuntutan bagi kita untuk selalau menegakkan kejujuran. 

“Saat bulan puasa, kita percaya, orang lain tidak akan mencelakai kita. Pasca bulan puasa, itu adalah tantangan kita. Apakah trust society itu terbentuk atau tidak?”, ungkap Ketum Arif dalam Silaturahmi Kebangsaan, dan Halalbihalal ICMI, Jumat 17 April 2026, Millenium Hotel Sirih Jakarta. 

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional menukil Trust: The Social Virtues and the Creation of Prosperity (1995)  dari Francis Fukuyama. 

Trust Society adalah masyarakat dengan modal sosial tinggi (high trust), di mana rasa percaya antarindividu menjadi dasar efisiensi ekonomi dan stabilitas politik. 

“Negara-negara yang memiliki trust society yang sangat tinggi, saling percaya. Antara sesama ICMI saling percaya. Antara komponen bangsa saling percaya. Antara pemerintah dan rakyat saling percaya. Itu modal kemajuan ekonomi,” imbuh Ketum Arif. 

Maka, momentum Idulfitri dan Halalbihalal, dengan kita saling bermaafan, akan memperkuat trust society, karena kita sudah rela, dan percaya satu sama lain.

Mengapa ekonomi kita akan bagus dengan terbentuknya trust society? Karena akan tercipta kolaborasi substansial.   

“Dengan trust society terbentuk, kolaborasi akan lebih substansial, tidak transaksional. Kolaborasi substansial menghasilkan banyak inovasi. Inovasi akan menghasillkan inspirasi untuk inovasi lainnya, dan seterusnya,” sebut Arif Satria. 

Senada dengan Ketum Arif, Koordinator Halalbihalal/ Direktur LBH ICMI Yulianto Syahyu mengatakan, Halalbihalal Nasional ICMI, dan Silaturahmi Kebangsaan merupakan wujud nyata upaya ICMI memperkokoh silaturahmi demi kesejahteraan umat untuk Indonesia yang berkemajuan. 

Apalagi Halalbihalal dan Silaturahmi ini, imbuh Yulianto, makin berkesan dirangkai Muzakarah Nasional Cendekiawan Muslimah, dan Mukernas 2026 Perempuan ICMI.  

"Lengkap sudah, tinggal bagaimana langkah dan implementasi berikutnya," ujar Yulianto. 

Hadir dalam Halalbihalal Nasional ICMI dan Silaturahmi Kebangsaan, antara lain Wakil Ketua Umum ICMI Mohammad Jafar Hafsah, Andi Anzhar Cakra Wijaya, Mohammad Najib, Teuku Abdullah Sanny, dan Riri Fitri Sari, Bendahara Umum ICMI Andi irman Patiroi, Dewan Pertimbangan ICMI Saleh Husin, Ketua Dewan Pakar ICMI Pusat Ilham Akbar Habibie, dan Sekretaris Dewan Pakar ICMI Pusat Didin Muhafidin. 

Hadir dari unsur badan otonom ICMI, Ketua Umum Perempuan ICMI Welya Safitri, Direktur PUSPIN EBT ICMI/ Tenaga Ahli Menteri ESDM Irwanuddin Kulla, Ketua Lazis ICMI Muzakir Muannas Tovagho, Sekretaris Lazis ICMI Syafruddin, Direktur CIDES ICMI Andi Faisal Bakti, Sekretaris CIDES ICMI Hery Margono, Sekretaris LBH ICMI Isdardi Yarsito, dan Ketua BARET ICMI Lili Erawati.  

Juga hadir segenap tokoh, yakni Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin, dan Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung.

Posting Komentar untuk "Trust Society Adalah Modal Kemajuan Ekonomi"