Sinergi GAMDI dan PERSAGI untuk Gizi Anak Bangsa

 


 Gabungan Mitra Dapur MBG Indonesia (GAMDI) bersilaturahmi ke Dewan Pimpina Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). 

 

Ekosistem Mitra Dapur 

Ketua Umum GAMDI Dr. Riyad, SH., MH, SpN., menuturkan, kedatangan Dewan Pengurus Pusat GAMDI ke Sekretariat DPP PERSAGI untuk bersinergi bersama menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG)     

GAMDI menganggap perlu bersinergi bersama PERSAGI yang merupakan bagian dari ekosistem mitra Dapur MBG. 

“Kami menganggap PERSAGI ekosistem dari mitra dapur makan bergizi, sehingga hal ini harus kita jajaki untuk melakukan sinergitas baik hari ini maupun yang akan datang,” jelas Riyad.

Ketua Umum PERSAGI Ir. Doddy Izwardy,.MA.,PhD., menyambut hangat kedatangan Dewan Pengurus Pusat GAMDI. 

Kolaborasi ini niscaya karena kesuksesan program MBG terletak di sinergitas dari berbagai pihak.    

“Kita tidak mungkin bekerja sendiri. Kita punya ilmu, punya pengawas gizi di SPPG. Pada hari ini kita ketemu, ada pemilik SPPG yang punya keterkaitan dalam supply chain,” beber Doddy.   

Ketersediaan rantai pasok, lanjut Doddy, sangat penting dalam menghasilkan makanan yang aman dan bergizi.   

“Harus aman dulu, lalu bergizi. Artinya, mulai rantai pasoknya, dari sumbernya. Misal, sumber protein, di Indonesia banyak sekali. Dari daratan hingga lautan. Masing-masing berbeda”, imbuhnya.

PERSAGI optimistis ekosistem protein ini bisa dioptimalkan bersama GAMDI.

 

Dukung Pengentasan Stunting

Misi PERSAGI ialah untuk mencetak generasi Indonesia Emas 2045, dalam aspek pemenuhan gizi anak bangsa.

Apalagi mengingat target nasional menurunkan prevalensi stunting 5%, yang berarti hanya 5 dari 100 anak balita di suatu wilayah yang mengalami gangguan pertumbuhan (pendek/ sangat pendek).

Stunting, dalam arti sederhananya, adalah postur tubuh yang pendek. Padahal, ungkap Doddy, stunting sangat berpengaruh dalam perkembangan kecerdasan kognitif.

Untuk itu, perlu edukasi, terutama terhadap remaja putri memahami seribu hari pertama kehidupan, di sembilan bulan kehamilan, dan dua tahun menjaga tumbuh kembang bayi. Penerapan dari tahapan ini mendukung terbentuknya generasi sehat.  

Di sinilah peran MBG dalam upaya pemenuhan gizi anak bangsa, sangat terkait dengan penurunan angka stunting menyongsong Indonesia Emas 2045.

Tantangan selanjutnya, Indonesia merupakan negara terluas nomor empat di dunia. Program MBG diprioritaskan di daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di mana angka stunting paling tinggi.

Menurut Doddy, kalau salah menerapkan MBG di daerah-daerah dengan karakter tersebut, akan terjadi kemubaziran. Maka, dengan terjalin kolaborasi antara GAMDI dan PERSAGI, diharapkan dapat turut mengatasi tantangan-tangan tersebut.  

   

Posting Komentar untuk "Sinergi GAMDI dan PERSAGI untuk Gizi Anak Bangsa"