Menyongsong China (Indonesia) International E-Commerce Industry Expo (CIEIE) 2026, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menggelar Focus Group Discussion (FGD).
FGD ICMI - CCPIT
Wakil Ketua Umum ICMI Riri Fitri Sari membeberkan sejumlah tantangan perihal hubunfan dagang antara Indonesia dan Cina.
Riri mengatakan, hubungan perdagangan Indonesia dengan Cina sebagai salah satu negara dengan kekuatan ekonomi besar masih menghadapi tantangan, terutama terkait keseimbangan perdagangan
Produk-produk asal Cina, sebut Riri, masih memiliki dominasi cukup kuat di pasar Indonesia.
“Kondisi ini menjadi salah satu hal yang perlu dibahas
untuk mencari pola kerja sama yang lebih memberikan manfaat bagi kedua negara. Sehingga
dengan forum ini, kita juga akan bisa melihat peluang di mana kolaborasi win-win
dapat dilakukan bersama,” kata Riri dalam Focus Group Discussion (FGD) ICMI dan
China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) dan
Indonesia-China International E-Commerce Industry Expo, Ahad 30 Agustus
2026, ICMI Center, Jakarta.
Riri menambahkan, masukan dari kalangan ilmuwan dan cendekiawan juga dibutuhkan untuk merumuskan bentuk kolaborasi yang tepat dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan berbasis keilmuan, imbuh Riri, kerja sama ekonomi Indonesia-Cina diharapkan dapat dikembangkan tidak sekadar pada aktivitas perdagangan, tapi juga menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
Hadir Narasumber FGD ICMI- CCPIT antara lain Pengurus Pusat ICMI/ Ketua Panitia Rembuk Ekonomi Nasional 2026 Arfan Mentemas, Director of CCPIT CSC Jason Xiong, dan Deputy Director CCPIT CSC Doris Jiang.
Rembuk Ekonomi Nasional merupakan salahsatu agenda kegiatan China (Indonesia) International E-commerce Industry Expo (CIEIE), 3-5 September 2026, JIEXPO Kemayoran Jakarta.
%20ICMI%20dan%20China%20Council%20for%20the%20Promotion%20of%20International%20Trade%20(CCPIT).jpeg)