Teknologi ibarat pisau bermata dua, ia bisa membawa manfaat, tapi juga sangat rentan menimbulkan mudarat.
Lima K ICMI
Kendati demikian, para aktivis dakwah harus familiar, dan mampu menguasai teknologi untuk tujuan dakwah.
“Memasuki era teknologi informasi yang sangat luar biasa pesat, mau tidak mau, para aktivis dakwah harus familiar, dan akrab dengan teknologi informasi dengan berbagai jenisnya,” tutur Pengurus Dewan Kemakmuran (DKM) Masjid Haji Andi Muhammad Ghalib, Masrur, dalam Pelatihan Kreasi Konten Dakwah Kreatif bagi Da’i Muda dan Remaja Masjid “Menyebarkan Cahaya Islam Transfrormasi Dakwah Digital berbasis Artificial Intelligence (AI), Ahad 15 Maret 2026, Masjid Haji Andi Muhammad Ghalib, Ceger, Jakarta Timur.
Pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Masjid Haji Andi Muhammad Ghalib bersama Pusat Inkubasi Bisnis (PINBUK) ICMI. Direktur Eksekutif PINBUK ICMI Aslichan Burhan menekankan aspek utama dalam penguatan konten dakwah menghadapi tantangan permasalahan umat.
“Dalam menghadapi tantangan problematika umat, pertama, kita harus memaparkan kondisi umat dari berbagai aspek untuk mendiagnosis ’penyakit’. Selanjutnya, kita mencari solusi permasalahan,” jelasnya.
Wakil Sekretaris Jenderal ICMI Hairul Hidayat menyebutkan, pelatihan konten kreatif ini penting untuk meningkatkan kualitas penyampaian dakwah.
”Untuk meningkatkan penyampaian atau kualitas berdakwah. Ini penting berkelanjutan. Setelah pelatihan, ada evaluasi atau tindak lanjut. Supaya terpantau perkembangan, dan titik keberhasilannya,” tandas Hairul.
Wakil Ketua Umum ICMI Andi Anzhar Cakra Wijaya menjelaskan 5 K ICMI
yang diperkenalkan Pendiri ICMI Bacharuddin Jusuf Habibie. Lima K ICMI merupakan pedoman kerja, dan pengembangan diri yang berorientasi pada kualitas insan cendekiawan muslim.
”Kualitas Iman dan Takwa, Kualitas Fikir, Kualitas Kerja, Kualitas Karya, dan Kualitas Hidup,” sebutnya.
Lima K ICMI diterapkan untuk penguatan sumber daya manusia, Wabilkhusus untuk dai dan pegiat muda masjid. Menurut Andi Anzhar, secanggih apapun teknologi, tetap membutuhkan andil manusia. Contoh, drone, teknologi canggih yang membutuhkan peran manusia dengan keahlian flight control.
Begitupun perkembangan konten digital yang makin nyata dengan kecerdasaan buatan. Dalam konteks dakwah, ia membutuhkan user yang bertanggung jawab. Maka, dai dan pendakwah harus piawai menggunakan gawai dengan memproduksi konten yang sesuai tuntunan Islam.
Pelatihan Kreasi Konten Dakwah Kreatif menghadirkan narasumber Learner eXperience Facilitator Fachriadi Tanjung.
Pelatihan bagi dai muda dan remaja masjid merupakan kali kedua yang digelar di Masjid Haji Andi Muhammad Ghalib bersama PINBUK ICMI. Lebih dari 40 peserta antusias mengikuti pelatihan dari pagi hingga bada ashar.

Posting Komentar untuk "Masjid Haji Andi Muhammad Ghalib, dan PINBUK ICMI Latih Dai Muda Digital"