Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2017

Featured Post

Destinasi Banyak Dikenal dan Didatangi. Bagus Sih. Tapi...

Selain menemukan The Beach (2000), Leonardo Di Caprio (Richard) juga mendapati persekutuan pelancong radikal yang tidak rela surga dunia itu diketahui banyak orang. Mereka kuatir, main banyak yang datang, sisi natural pantai dan pesona pulau itu akan terkikis. Tapi itu hanya kisah fiksi yang diangkat dari novel Alex Garland dengan judul yang sama (1996). Faktanya, makin banyak yang tahu ada satu destinasi ciamik, tingkat ekonomi sekitar destinasi jadi naik. Berbagai fasilitas disediakan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Seminar Leksikografi: 'Pengen Jatuh' atau 'Mau Jatuh'?

Berangkat dari percakapan ringan bersama anggota keluarga bisa menghasilkan kajian yang berbobot. Dewi Puspita dari Pusat Pengembangan dan Pelindungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengungkapkan saat bercakap dengan anaknya. “Anak saya pernah bilang; Mamah, tadi Sandi pengen jatuh dari sepeda. Saya bilang jatuh kok pengen? Bukan pengen jatuh, mungkin mau jatuh. Anak saya tanya; apa bedanya? ” kisahnya dalam  Seminar Leksikografi Indonesia: “Tantangan Leksikografis Bahasa-Bahasa Daerah di Indonesia”, Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, [26/7/16].

SEMINAR LEKSIKOGRAFI: Menang Lotere 1 Milyar Berkat Kamus

Gemarlah membaca terutama kamus, karena kita tidak pernah tahu kapan membutuhkannya. Bale Kuzmanovski dari Australia paham itu saat berhadapan dengan New South Walles Lotteries Corporartion pada 2010 di pengadilan demi mempertahankan hak memenangkan $ 100 ribu (sekitar 1 Milyar rupiah) dari permainan lotere gosok tulisan. Pakar Bahasa, Deny Arnos Kwary, Ph. D. mengungkapkan dalam Seminar Leksikografi Indonesia: “Tantangan Leksikografis Bahasa-Bahasa Daerah di Indonesia”, Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, [26/7/16].

Ekspedisi Budaya TMII: Pejaipong Penjaga Maung di Anjungan Jawa Barat

Terakhir saya berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Juli 2016, saat mengikuti lokakarya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di sebuah hotel,  di depan gerbang masuk TMII. Jadi tidak di dalam TMII. Selama 4 hari mengikuti pelatihan, tidak terbersit pun berkeluangan untuk memasukinya. Kalau saja saya bergabung dengan Expedition Training Rekreasi Budaya yang diadakan Sobat Budaya (4/3/17), kecil kemungkinan saya bisa kembali menjelajahi miniatur nusantara itu, sejak pertamakali masuk saat kunjungan sekolah dasar di 1980an. Pendek kata, ya, sebagai orang Jakarta yang mestinya sadar budaya, saya memang kurang membanggakan.