Skip to main content

Featured Post

BukaTalks: Jangan Suruh Hafal, Ajak Anak Alami

Macgyver lumpuhkan penjahat hanya lewat rakitan alat yang ditemui di sekitar. Dalam versi remake, di satu episode, cowok panjang akal ini bilang ayahnya yang mengajarkan dia science (sains) sejak kecil. Co Founder Ilmuwan Muda Indonesia (IMI) Kartika Oktorina membawa keseruan sains untuk anak di BukaTalks by BukaLapak: “Pendidikan Untuk Semua”, Plaza City View, Jakarta (2/5/18).

Festival Cerita Jakarta: Empowering Tak Mesti Ke Luar Pulau

industri kreatif

Ada sebagian orang yang passion-nya mengajar. Menemukan dirinya ketika memberdayakan masyarakat lokal di pedalaman. Ada juga yang tak mesti melintas pulau,  di sekitarnya pun ia bisa mengabdi. Dapat mencurahkan kecintaannya mengajar. Demikian David Irianto dari Simpul Group ungkapkan dalam bincang  bertajuk “Industri Kreatif Untuk Generasi Muda, Festival Cerita Jakarta 2017 “Dream a Little Dream of You”, Perpusnas RI, Medan Merdeka, Jakarta (17/12/17).


Mulai dari Yang Kita Miliki

“Paling simple punya passion mengajar. Mau empowering people di pedalaman. Tapi sebenarnya di sekitar kita juga banyak. Kita bisa melatih diri kita dengan yang dekat-dekat dulu. Bahkan mungkin di keluarga, di tetangga sebelah rumah, butuh diajar,” tandasnya. 

Karena pada intinya, passion itu adalah ketika kita jatuh cinta akan prosesnya, bukan pada posisi atau lokasi.

“Ide di kepala ingin mengajar di pedalaman. Di mana saya punya impact kepada anak-anak. Kadang kita melihat passion sebagai sesuatu yang jauh. Padahal sebenarnya yang kita jatuh cintai adalah prosesnya. Bukan posisi, lokasi. Kecuali memang jatuh cinta sama lokasi,” bebernya.  

Jadi ketika kita cinta akan suatu profesi atau pekerjaan, kita akan selalu mencari jalan. Tidak banyak beralasan. Karena medium, lokasi, dan perangkat lainnya bisa dari mana saja.

“Ketika kita jatuh cinta dengan proses, medium dan lokasi bisa diklik dan dicari. Saya suka mendesain tapi saya tidak punya komputer. Di kertas bisa. Passion intinya yang tetap bisa dijalani,” ujarnya.    

Banyak orang keluar dari pekerjaan demi mengejar passion. Padahal tidak semudah  itu, sebut David. Bicara passion seringkali kita berpikir sesuatu yang spektakuler, berdampak besar, panggung yang gemerlap. Padahal dari pekerjaan yang kita jalani saat ini pun sebenarnya kita bisa mencecap kecintaan

“Bahkan dengan pekerjaan yang kita jalani sekarang kita bisa memenemukannya. Bukan soal apa yang tidak kita punya. Tapi dari apa yang kita punya,” jelasnya.

Jangan Asal Terjun

David juga mengakui, passion memang penting dimiliki agar kita gigih dan konsisten.

“Krusial untuk dipunyai. Karena ketika kita menemukan kesulitan, kita cenderung lebih kuat dan tetap ada di situ,” imbuhnya.

Jadi mencari, mengejar, menemukan  passion itu penting. Namun tidak serta merta melupakan analisa dan hitungan matang. Kalau ingin terjun, pastikan parasut terpasang dan berfungsi. Sebelum memutuskan menjadi freelancer, David sudah menyiapkan tabungan lebih dulu.

“Waktu memutuskan freelance, dari full time jadi part timer, yang memengaruhi gaji, saya sudah punya tabungan dulu. Saya sudah punya parasut, dan itu hal yang realistis,” tuturnya.  

Kita dari awal bicara soal passion. Apa sih passion itu? Ternyata makna passion itu sengsara, sebut David yang menempuh S2 Ilmu Psikologi. Bahkan tesisnya mengenai hubungan kreatifitas dan passion. David memaparkan lebih lanjut.

“Semua orang bicara itu. keren banget. Ketika mau kerja passion saya apa ya? Di industri ini apa bukan? Karena penasaran dan sedang studi psikologi, menggali lebih dalam tentang kreatifitas dan passion. Hasil temuan, kaitannya kita happy atau tidak,” ungkapnya. 

Ternyata David menemukan, inti passion ada 2 jenis. Ada yang harmonius dan ada yang obsesif. Ketika obsesif, kita mengejar passion sampai melupakan banyak aspek di kehidupan. Hal ini berujung pada ketidakbahagiaan.

Bekerja dengan berorientasi pada hasil juga dianggap dapat mengganggu passion. Kita akan ter-distracted dalam prosesnya. Bagaimana dengan passion tipe harmonius?

“Yang sehat adalah ketika kita passionate, kita kerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Passion jadi semacam mesin untuk kita terus bergerak walau bertemu tantangan,” jawab David.  

Harmonis adalah ketika tiba waktu meletakkan alat kerja. Kita bisa membagi waktu untuk kebutuhan lain. Bersosialisasi, misalnya.

“Saya sudah pulang. Seharusnya bisa switch off untuk bergaul dengan teman-teman. Bukan lagi ngomongin desain sepanjang hari. Karena ketika saya melakukan itu saya tidak harmoni. Menyebabkan ujungnya tidak bahagia sama apa yang saya kerjakan,” imbuhnya.

Bincang seputar geliat industri kreatif ini juga menghadirkan Rendy Haruman dari Touchten Games, Primo Rizky dari Studio Geometry, dan Nike Prima dari livingloving.net.  




Comments

  1. tulisannya inspiratif sekali pak. Btw kalau berbicara pssion, saya lebih menyimpulkan bahwa itu adalah sesuatu yang saya membuat saya bahagia jika melakukannya. Bahkan ada rasa bangga tersendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih. berkat narsum2 muda yg inspiratif, kak. iya ya kak, kebahagiaanlah yang kita butuh selama ini

      Delete
  2. Menginspirasi nih tulisannya. Bahagia bisa berbagi dan harmonis dalam segala hal, itu yg diidam-idamkan. Sukses terus Mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. belajar dari bang jun si koki keren.harmonis dalam mencurahkan hobi masak jadi bernilai lebih :)

      Delete
  3. kalo saya sih selalu memilih bahagia

    ReplyDelete
  4. Mulai dari apa yang kita punyai. Kita sebagai blogger, bisa mulai dari blog dan lingkungan kita. Nice share.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih bang.sepakat.mari maksimalkan apa yang kita punya ya

      Delete
  5. Kisah yang inspiratif, jadi ingin merubah gaya menulis nih saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kak.gaya tulisan kak anisa udah oke bgt tuh

      Delete
  6. Artikel yg inspiratif, thanks for sharing

    ReplyDelete
  7. Aku merasa gak punya passion atau pun keinginan mengajar. Tp dlm hidup ini, aku juga ingin dpt bermanfaat utk sesama. Minimal dengan tidak menyakiti org lain dan selalu bersikap baiklah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju kak. Itu yg paling penting.menjadi manfaat utk semua

      Delete
  8. Well, work with passion is my dream ... dan setuju bgt bahwa empowering memnag harus mulai dari keluarga, dari lingkup terkecil qt terlebih dahulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes i can see you work with passion, sis. I enjoy yer writings

      Delete
  9. Industri Kreatif kian berkembang saat ini... empowering ini menjadi hal yang layak diapresiasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. industri kreatif milik generasi zaman now ya bang

      Delete
  10. Setuju sekali jika passion itu harus menjadi harmoni. Karena sesuatu yang obsesif biasanya akan lebih mudah melukai.

    ReplyDelete
  11. Passion emang nggak ada yang bisa menghalangi kalau kita sudah sreg bngt..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sungguh semangat passionate bisa menembus halangan ya, kak :)

      Delete

Post a Comment