Featured Post

Hanya Satu Cara Lestarikan Bahasa Daerah: Wariskan!

Image
Bagi rekan pembaca yang pemerhati bahasa Indonesia, mungkin familiar dengan slogan Badan Bahasa Republik Indonesia: “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing.

Tanggulangi Covid-19, Gabungan Pengelola Zakat Salurkan 350 Miliar Rupiah

organisasi pengelola zakat
dok. forum zakat


Di balik musibah ada hikmah. A blessing in disguise. Di tengah wabah Covid-19 yang mendera secara global, tersembul makna yang menggugah negeri tercinta. Ketangguhan Indonesia sebagai bangsa, teruji sekali lagi. Pandemi mengajarkan kita untuk mengaktualkan semangat kedermawanan dan gotong royong sebagai jati diri bangsa.


Kekuatan Kolaborasi

Lembaga-lembaga penggalangan dana (fundraising) di tanah air menjadi salahsatu komponen bangsa yang turut berperan di garda depan. Bahu membahu menanggulangi pandemi Covid-19. Direktur Eksekutif Harian Forum Zakat (FOZ) Agus Budiyanto menyampaikan, sejak Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi, segenap Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang tergabung dalam Forum Zakat langsung bergerak membantu masyarakat yang terdampak pandemi. Organisasi-Organisasi Pengelola Zakat ini berkolaborasi dalam penanganan Covid-19.  

“Tercatat 110 organisasi pengelola zakat yang aktif bergerak sejak pertamakali Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi oleh presiden. Hari ini tercatat, dana yang berhasil digalang dan disalurkan sebesar 350 miliar rupiah untuk berbagai aspek penanganan,” ungkap Agus dalam penganugerahan Indonesia Fundraising Award 2020, yang digelar via Zoom,  Kamis, 9 Juli 2020.

Zakat, dan donasi yang berhasil dihimpun ini digunakan untuk berbagai penanggulangan, antara lain bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), pemulasaran jenazah, serta upaya pencegahan (penyemprotan disinfektan, pemberian hand sanitizer dan masker, serta kebutuhan lainnya).   

Agus menuturkan, yang selanjutnya menjadi perhatian para pengelola zakat dan lembaga kemanusiaan adalah membantu para masyarakat terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19. Selain itu, dalam rangka menyukseskan Idul Adha 1441 H, Forum Zakat sedang melakukan riset tentang kontribusi lembaga zakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi daging di tiap provinsi, wabil khusus di tengah kondisi luar biasa (extra ordinary) ini.


Panitia Indonesia Fundraising Award 2020
Pembawa Acara & Panitia IFA 2020
(dok. IFA 2020)


Indonesia Fundraising Award 2020

Kolaborasi tersebut menunjukkan betapa inisiatif lembaga filantropi sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di tengah kondisi pandemi. Karakter masyarakat Indonesia yang identik budaya gotong royong, memungkinkan akselerasi perkembangan penggalangan dana. Menurut data Forum Zakat, Agus sebutkan, ada 148 lembaga zakat anggota FOZ yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Belum lagi yang tergabung dalam asosiasi filantropi lainnya, misal di Humanitarian Forum Indonesia, masih banyak lagi jumlahnya. Menurut riset Prof. Dr. Amelia Fauzia, MA, seperti yang dikutip Agus, ada sekitar 400-an lembaga filantropi Islam di Indonesia.  Maka, tak heran bila lembaga sosial makin eksis bertumbuh bersama potensi kemurahan hati orang Indonesia yang amat besar. Bahkan dunia mengakuinya.

Menurut Charities Aid Foundation (CAF), Indonesia merupakan negara paling dermawan di dunia. Menukil CAF World Giving Index 2018 (dirilis Oktober 2018), A Global View of Giving Trends, Indonesia menempati posisi pertama dunia (mengungguli Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat) dengan skor 59 persen. Untuk kegiatan sukarelawan (volunteering time), Indonesia meraih peringkat satu dengan skor 53 persen. Untuk kategori berdonasi materi (donating money) Indonesia meraih peringkat kedua dengan skor 78 persen, Sedang untuk membantu orang lain (helping stranger) Indonesia berada di angka 97 dengan skor 46 persen. Data ini menunjukkan, mayoritas warga kita memilih lembaga kemanusiaan untuk berdonasi dan menitipkan amanahnya. 

Dalam CAF World Giving Index 10th Edition (dirilis Oktober 2019), Ten Years of Giving Trends, Indonesia menjadi satu-satunya negara di 10 besar yang mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia masuk CAF World Giving Index pada 2010 dengan skor 36% dan menempati posisi ke-50. Diikuti peningkatan yang stabil selama empat tahun, Indonesia melesat pertamakali ke posisi puncak di CAF World Giving Index 2018. CAF menilai, kemajuan ini terkait penerapan zakat, khususnya dukungan pemerintah Indonesia dalam kemitraan dengan PBB yang menghubungkan zakat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

Pembawa Acara: Arlina F. Saliman dan Riza (dok. IFA 2020)

Sungguh prestasi yang membanggakan dan memotivasi. Untuk itu, ikhtiar lembaga-lembaga terpercaya dalam menggalang dan menyalurkan zakat dan dana kemanusiaan ini layak didukung dan ditampilkan di tengah masyarakat. Dalam rangka mengapresiasi lembaga-lembaga yang konsisten bergiat dalam sosial kemanusiaan di Indonesia, Institut Fundraising Indonesia (IFI) menggelar Indonesia Fundraising Award 2020.

IFI merupakan lembaga pelatihan, konsultan dan penerbitan yang bergerak di bidang fundraising. Didirikan Arlina F. Saliman dan M. Arifin Purwakananta pada 2013, IFI menjawab kebutuhan kaderisasi sumber daya manusia di bidang penggalangan dana. IFI menjadi sumber penyedia literatur fundraising yang relevan untuk Indonesia melalui penerbitan buku, majalah, media daring dan media fundraising lainnya.

Direktur IFI Arlina F. Saliman sampaikan, eksistensi lembaga-lembaga kemanusiaan harus diapresiasi karena telah menjaga kepercayaan publik yang tergerak terus berkontribusi.

“Lembaga-lembaga ini sangat harus diapresiasi keberadaannya, karena telah menggerakkan kepercayaan publik untuk terus berbagi terhadap sesama,” tandasnya.  

Penulis sependapat. Kriteria yang kita pertimbangkan dalam memilih lembaga zakat adalah transparansi dan akuntabilitas. Lembaga tersebut juga harus memiliki program yang manfaatnya dirasakan umat. Seiring pengalaman, bersama syarat utama lainnya (legalitas, dewan pengawas, dll) lembaga zakat memperoleh kepercayaan masyarakat yang terus menjalin kemitraan.   



Proses penjurian IFA 2020 dilakukan selama Januari hingga Maret. Menekankan kredibilitas dan independensi, dewan juri IFA 2020 tidak mewakili lembaga kemanusiaan, sehingga penilaian berjalan objektif. Tim Juri IFA 2020 adalah Direktur Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Ahmad Juwani, Direktur Institut Fundraising Indonesia (IFI) Arlina F. Saliman, dan Direktur Eksekutif Harian Forum Zakat (FOZ) Agus Budiyanto.

Ahmad Juwaini memaparkan rangkaian proses seleksi administrasi dan pengumpulan data lembaga-lembaga kemanusiaan yang diikutsertakan dalam IFA 2020.  

“Kami telah melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari pengumpulan data untuk seleksi administrasi, proses seleksi nominasi awal secara administratif, dan melakukan kategorisasi dari peserta dan nominator atau calon pemenang,” bebernya.   

Proses penjurian melalui analisis mendalam yang diawali tabulasi, penetapan dan analisis data-data, menggunakan rangkaian metode untuk mengukur dan menilai performa dari tiap lembaga kemanusiaan yang masuk nominasi. Sampai akhirnya menghasilkan keputusan pemenang yang meraih IFA 2020.

Terdapat 16 kategori nominasi dianugerahkan kepada lembaga-lembaga yang istiqamah dan profesional bergiat dalam kemanusiaan. Ada beberapa kategori yang menarik minat penulis yaitu kategori Fundraising Penggalangan Dana Langsung, di mana aspek penilaiannya adalah interaksi yang dibangun antara lembaga, donatur, dan penerima bantuan. 


institut fundraising indonesia
(ki-ka) Baznas, LAZISNU, PMI, LBH Jakarta, STF UIN, ACT, Dompet Dhuafa, Yatim Mandiri

Kategori IFA 2020 juga meluas, selain penghargaan diberikan kepada lembaga kemanusiaan yang menyalurkan bantuan material, IFA 2020 juga menganugerahkan penghargaan untuk lembaga yang menyediakan akses pendidikan, pemberdayaan masyarakat, layanan kesehatan, membangun kesadaran masyarakat melawan praktik korupsi, dan pelayanan bantuan hukum. Penghargaan juga diberikan untuk komunitas dan perguruan tinggi yang berhasil menggerakkan dan menggalang dana kemanusiaan. IFA 2020 juga memberikan apresiasi untuk kategori khusus yakni Tokoh Pendukung Gerakan Fundraising di Indonesia.

Indonesia Fundraising Award 2020 merupakan ajang penghargaan yang pertamakali diadakan, dan digelar secara daring. Ke depan, IFA diadakan tiap tahun untuk mendukung perkembangan kegiatan penggalangan dana kemanusiaan di Indonesia. IFA 2020 didukung 95.5 RASfm Jakarta, Pegadaian Syariah, LAZ Harfa, Bamuis BNI, Yatim Mandiri, Nurul Hayat, Solo Peduli, Dewan Dakwah, Badan Wakaf Al Quran, dan Laznas PPPA Daarul Quran.

Arlina berharap, penghargaan IFA dapat mendorong lembaga sosial kemanusiaan lebih profesional dan inovatif meningkatkan kegiatan fundraising. Mengingat tujuan fundraising utamanya adalah untuk kemandirian organisasi atau lembaga. Arlina juga berharap, IFA dapat menarik minat anak-anak muda untuk masuk ke dunia sosial kemanusiaan, supaya kaderisasi SDM di bidang fundraising terus berlanjut. 

Bagi rekan pembaca muda yang punya passion di dunia filantropi, bisa meramban situs resmi Institut Fundraising Indonesia. IFI berlokasi di Ruko Verbena Blok B10, Grand Depok City. IFI bisa dihubungi di 0816-887-542, atau 0816-887-542. IFI juga dapat dihubungi lewat surat elektronik:  info@fundraisingindonesia.org


pemenang IFA Award 2020
dok. Institut Fundraising Indonesia

 Peraih Indonesia Fundraising Award 2020

 1.    Fundraising Zakat Terbaik : Dompet Dhuafa

DD membentang kebaikan zakat selama 27 tahun kepada lebih dari 19 juta penerima manfaat

2. Fundraising Infak Terbaik: Baitul Maal Hidayatullah

BM Hidayatullah berhasil mengelola infak meliputi berbagai daerah di nusantara. BM Hidayatullah menghidupkan 287 pesantren, membekali 5213 dai yang tersebar di Indonesia, memberdayakan ribuan keluarga dhuafa hingga mandiri, serta memberikan pendidikan layak bagi  ribuan anak usia sekolah

3  Fundraising Kemanusiaan Terbaik: Aksi Cepat Tanggap

ACT senantiasa hadir di tengah bencana alam dan aksi kemanusiaan yang kiprahnya juga merambah ke luar negeri

4.    Fundraising CSR Terbaik: Human Initiative

Human Initiative meraih penghargaan dari BNPB karena prestasinya mendukung Pemerintah dalam penanggulangan bencana 2018. Sehingga banyak korporat yang mempercayakan CSR-nya ke Human Initiative

5.    Fundraising Digital Terbaik: Baznas

Baznas terdepan melakukan inovasi digital dalam kampanye penggalangan dana. Baznas merangkul berbagai mitra demi memudahkan masyarakat dalam berdonasi.

6. Platform Fundraising Digital Terbaik: kitabisa.com

Pelopor penggalangan dana secara daring ini berhasil memadukan pergerakan sosial dengan kekuatan teknologi digital. kitabisa.com memberi kemudahan dalam penggalangan dana yang cepat dan tepat

7. Fundraising Program Kesehatan Terbaik: Palang Merah Indonesia

PMI unggul dalam dukungan layanan kesehatan, baik sebelum masa pandemi, dan  terlebih saat pandemi.

8. Fundraising Program Pendidikan Terbaik: Yatim Mandiri

Yatim Mandiri memiliki sekolah unggulan dan program pendidikan inovatif untuk kemandirian yatim dhuafa  

9.  Fundraising Program Anti Korupsi Terbaik: Indonesia Corruption Watch (ICW)

ICW memberdayakan masyarakat untuk terlibat/ berpartisipasi aktif melakukan perlawanan terhadap praktik korupsi.

10. Kategori Fundraising Program Bantuan Hukum Terbaik: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta

LBH berjasa dalam pendampingan dan memberikan bantuan hukum kepada masyarakat

11. Fundraising Wakaf Produktif Terbaik: Sinergi Foundation

Sinergi Foundation menghadirkan kreativitas dalam fundraising potensi baru yakni wakaf produktif

12. Fundraising Penggalangan Dana Langsung: Lembaga Manajemen Infaq (LMI)

LMI membangun kedekatan antara lembaga dan masyarakat hingga meraih kepercayaan  

13.  Fundraising Kurban Terbaik: LAZISNU

LAZISNU memberikan performa terbaik dalam memberikan kemudahan berkurban dan penyalurkan kurban secara merata

14. Fundraising Komunitas Terbaik: Gerak Bareng

Meski berbasis komunitas, Gerak Bareng unggul dalam memberikan manfaat luas bagi masyarakat

15. Program Fundraising Oleh Perguruan Tinggi: Social Trust Fund (STF) UIN

Menjadi salahsatu harapan kaderisasi di bidang fundraising, STF UIN berhasil menggalang dana yang bermanfaat untuk lingkungan kampus

16. Tokoh Pendukung Gerakan Fundraising di Indonesia: Dr. Ir. H. Salahuddin Wahid

Alm. Gus Solah merupakan sosok yang peduli terhadap gerakan kemanusiaan. Sebagai pengelola pesantren, beliau paham bagaimana fundraising menjadi salah satu poin utama kemandirian organisasi


Popular posts from this blog

Tangkas SEO dan Cerdas Keuangan

Rice Cooker Hilangkan Puluhan Kosa Kata Sunda

Kembalinya Satu Paket Kocak di Film Preman Pensiun