Tumbuhkan Kecintaan Anak Terhadap Bahasa, Mulai Dengan Bacaan Ringan

  


Keahlian membaca dan menulis akan selalu relevan, mengingat pengetahuan tersebut merupakan dasar dari proses pembuatan produk ekonomi kreatif.   

Menyenangkan dan Relevan

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Indonesia Irene Umar mengatakan, tulisan akan selalu relevan menjadi landasan penciptaan karya.

 “Banyak  buku yang diadaptasi menjadi film. Basic-nya apa? Naskah, tulisan yang dikonversi dari buku ke naskah kemudian menjadi film. Itu adalah proses yang panjang,” ungkapnya dalam Selebrasi Narabahasa #6: Cipta Karya dari Bahasa, Sabtu, 7 Februari 2026, Omah Martimbang, Jakarta Selatan.

Untuk itu, lanjut Irene, dalam konteks menguatkan budaya gemar membaca, terutama di kalangan muda, berkacalah dari kita yang dulu mulai dengan bacaan ringan.

“Saya tinjau di lapangan, banyak banget, waktu buka perpustakaan, di mana anak-anak mungkin baru pertama kali baca buku, langsung dikasih ensiklopedia. Kita dulu suka baca buku, mulai dengan majalah, dan komik. Itu yang nyantol sampai sekarang,” imbuhnya.   

Jadi bukan soal minat membaca yang rendah, tapi berikan bacaan yang menyenangkan, dan relevan untuk anak. Berangkat dari situ, kita akan lebih mudah menumbuhkan kecintaan anak terhadap bahasa Indonesia.        

Irene Umar merangkap sebagai Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI. Menurutnya, untuk mengajak orang memahami bahasa Indonesia, para pegiat di bidang bahasa perlu mengekspesikan dengan bahasa yang lebih dimengerti awam.  

Ia menyontohkan, antar karyawan namun beda divisi di satu perusahaan saja bisa terjadi kesenjangan komunikasi. Meskipun mereka memiliki tujuan sama yakni meningkatkan penjualan, dan melayani konsumen.   

Wamen Ekraf Irene sepakat dengan slogan Narabahasa: “Kuasai Bahasa Kuasai Dunia”. Menurut dia, kemampuan berbahasa menjadi pembuka terbaik komunikasi antar personal yang baru saling kenal. Kita bisa langsung akrab dengan kawan dari negara lain yang berbahasa Indonesia. Begitupun sebaliknya.    

A whole new world is open. Kita bisa dengan gampang berteman. Pada saat kita keluar, saat kita ngobrol dengan bahasa tertentu, kedekatan itu meningkat,” ujarnya. 

Temu wicara Selebrasi Narabahasa #6 dipandu Pendiri Narabahasa Ivan Lanin.  Hadir juga narasumber Akademisi dan Penulis Nenden Lilis Aisyah, dan Penulis di Komunitas Gudskul Berto Tukan.    

Posting Komentar untuk "Tumbuhkan Kecintaan Anak Terhadap Bahasa, Mulai Dengan Bacaan Ringan "