Praktik Baik Penguatan Literasi di Malinau Kalimantan Utara

 


Perkembangan kegiatan literasi di Kabupaten Malinau menjadi inspirasi dalam memperluas gerakan literasi nasional.

 

Strategi Penyediaan Bacaan Bermutu 

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, Hafidz Muksin mengungkapkan, Malinau menjadi indikator keberhasilan inovasi penguatan literasi di wilayah terluar dan perbatasan.   

”Tentu ini sebagai sebuah indikator di wilayah perbatasan. Namun dengan keterbatasan itulah tumbuh inovasi, kreativitas untuk meningkatkan budaya literasi. Dan dampaknya biar dilihat, indeks membaca masyarakat Malinau di atas rata-rata nasional,” tutur Hafidz usai Gelar Wicara Badan Bahasa dan INOVASI “Cerita dari Perbatasan Indonesia di Malinau" Praktik Baik Partisipsi Semesta dalam Pembangunan Literasi, Kamis 21 Mei 2026, Gedung Badan Bahasa, Rawamangun, Jakarta.   

Kabupaten Malinau menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari 5 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan 11 pegiat literasi pada 2020, hari ini pada periode 2025–2026 berkembang menjadi 96 TBM dengan total 768 pegiat literasi yang tersebar di berbagai desa dan kecamatan. 

Bunda Literasi Kabupaten Malinau Maylenty Wempi menuturkan, semangat anak-anak Malinau untuk datang ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) makin memberikan semangat bagi para relawan pegiat literasi. 

“Anak-anak Malinau memiliki rasa peduli terhadap pendidikan. Dari diri sendiri, mau ke TBM. Semangat mereka yang luar biasa memacu kami. Sehingga literasi semakin berkembang, dan TBM semakin banyak,” bebernya. 

Maylenty juga melaporkan, pegiat yang mau menjadi relawan makin meningkat. Semua berjalan berkat kerja sama, dengan rasa dan konsisten untuk berkelanjutan dalam pendidikan di Kabupaten Malinau. 

Tantangan selanjutnya ialah upaya Badan Bahasa menyediakan sumber bacaan yang bermutu, terutama bagi anak-anak di daerah terluar dan perbatasan. 

Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin menjelaskan beberapa strategi yang dijalankan Badan Bahasa bersama segenap pemangku kepentingan dalam penyediaan sumber bacaan bermutu. 

“Kita menggunakan  strategi partisipasi semesta. Pertama, tiap tahun, Badan Bahasa menyelenggarakan sayembara penulisan buku cerita anak. Kedua, melalui penerjemahan dari cerita lokal berbahasa daerah ke bahasa Indonesia. Ketiga, penerjemahan dari cerita bahasa asing,” tandasnya. 

Sayembara penulisan buku cerita anak berbasis kearifan lokal yakni  cerita rakyat yang dikemas dalam tema sains, teknologi, engineering, art, dan matematika. Dengan partisipasi semesta, dengan berbagai sayembara tadi, sehingga cerita-cerita dari berbagai daerah bisa didapatkan, dan memperkaya wawasan anak. 

Kegiatan penerjemahan dari cerita-cerita bahasa asing, cerita dari berbagai daerah di luar negeri dilakukan supaya anak juga diperkaya, tidak hanya pengetahuan lokal, namun pengetahuan global. 

Gelar Wicara Badan Bahasa dan INOVASI juga menghadirkan Kepala Desa Kuala Lapang Yeyen Meiasim, Ketua Ikatan Keluarga Baca Malinau (IKBM) Belvi, dan Pengelola TBM Lasan BacaTza Tza Suhartiningtyas.

Posting Komentar untuk " Praktik Baik Penguatan Literasi di Malinau Kalimantan Utara "