Laba Usaha SAPX Express Cetak Pertumbuhan 29,72%

 


Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX Express (Perseroan)) mampu mempertahankan kinerja signifikan. 


Segmen B2B 

Capaian pendapatan Perseroan per tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp523,13 miliar dibandingkan Rp682,51 miliar di tahun 2024. Perseroan mencatatkan total nilai aset sebesar Rp410,53 miliar di tahun 2025, meningkat 6,39% dibandingkan nilai aset tahun 2024 senilai Rp385,88 miliar. 

Laba Usaha mencetak pertumbuhan 29,72% dari Rp7,80 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp10,11 miliar pada tahun 2025. Laba Rugi Komprehensif Tahun Berjalan menurun 58,98% menjadi Rp9,56 miliar pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp23,30 miliar. 

Untuk merespons kondisi pasar, Perseroan secara adaptif melakukan penyesuaian strategi operasional serta menjalankan program efisiensi biaya, sehingga kualitas layanan tetap terjaga dan daya saing operasional mampu dipertahankan. 

Direktur SAPX Express Zainal menuturkan beberapa faktor yang membuat laba usaha tumbuh secara signifikan. 

“Kami mengevaluasi biaya-biaya yakni manpower, S&B, sewa kantor, dan kendaraan,” ungkap Zainal dalam Publik Ekspose Tahunan SAPX Express, Rabu 10 Juni 2026, Park Hotel, Jakarta. 

Dari aspek SDM, SAPX Express melakukan efisiensi jumlah, mengingat 50% biaya dari manpower. Lalu dari S&B, SAPX mencari vendor-vendor yang memberikan diskon besar meski tidak terlalu selektif. Kemudian terkait biaya sewa kantor, sejumlah kantor cabang tidak dilanjutkan, serta dilakukan efisiensi penggunaan kendaraan operasional. 

Presiden Direktur SAPX Express Budiyanto Darmastono menjelaskan perihal pendapatan perseroan yang turun.   

“Karena di 2025 kami mulai selektif untuk customers. Salah satunya dari e-commerce dan marketplace. Kami lebih segmen ke B2B,” bebernya. 

Kendatipun terdapat perlambatan, transaksi dari marketplace dan e-commerce tetap menjadi penggerak utama permintaan layanan pengantaran. 

Segmen B2B menunjukkan ketahanan yang positif, terutama didorong permintaan dari sektor perbankan, FMCG, serta para pelaku usaha yang mengandalkan layanan distribusi dan logistik terintegrasi yang disediakan Perseroan. 

Ke depan, lanjut Budiyanto, perseroan akan fokus ke B2B, karena kestabilannya yang lebih terjamin, serta harga yang lebih bagus. Tidak ada istilah perang harga. 

Sesi Publik Ekspose Tahunan SAPX Express dipandu Manager Finance Fiqi Fahri Al Malik. 

Kinerja positif SAPX Express sepanjang 2025 meraih penghargaan Best Courier Partner 2025 dari DHL, serta penghargaan The Best Logistic Partner 2025 dari Everpro. 

Perseroan juga dianugerahi penghargaan Operational Excellence dalam ajang Asia Consumer Sourcing Expo (CSE Asia) Indonesia.