Pemberdayaan UMKM, dan Sektor Halal untuk Ekonomi Berkelanjutan

 


Penguatan industri halal, dan kedaulatan pangan merupakan dua pilar strategis yang saling bertautan memperkokoh struktur ekonomi nasional.

 

Penyangga Utama 

Hal ini didukung, salahsatunya oleh pemberdayaan UMKM berbasis perempuan bersama sektor halal yang dinilai sebagai langkah krusial menciptakan kemandirian ekonomi berkelanjutan. 

Ketua Umum Asosiasi Muslimah Pengusaha Indonesia (Alisa Khadijah ICMI) Ina Marlina menyampaikan peran perempuan dalam integrasi keduanya. 

“Posisi perempuan dipandang sangat menentukan karena berperan ganda, sebagai ibu rumah tangga, dan pelaku utama usaha pangan lokal menjaga kualitas produk halal di masyarakat,” sebut Ina dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Alisa Khadijah ICMI “Kedaulatan Pangan dan Industri Halal sebagai Fokus Utama Menuju Indonesia  Emas”, Selasa, 28 Juli 2026, Ballroom Masjid Agung Trans Studio, Bandung, Jawa Barat.     

Data nasional menunjukkan, sebanyak 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Barat, adalah perempuan. Jadi, bukan entitas bisnis pelengkap, UMKM berbasis perempuan menjadi penyangga utama ketahanan ekonomi nasional yang teruji tangguh dalam menghadapi ketidakpastian pasar maupun krisis. 

Atas dasar itulah, Alisa Khadijah ICMI menjadi wadah inkubasi lahirnya pemimpin ekonomi umat. Tidak hanya berfokus pada akumulasi keuntungan finansial, pendekatan kewirausahaan juga berorientasi pada nilai keberkahan, keadilan sosial, dan perluasan kemanfaatan bagi ekosistem bisnis lokal. 

Rakernas Alisa Khadijah ICMI dibuka secara resmi oleh Bendahara Umum ICMI Andi Irman Patiroi.

Rakernas Alisa Khadijah ICMI dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Sumasna, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Atalia Praratya, Wakil Ketua Umum ICMI Mohammad Najib, Ketua Orwil Jawa Barat Sutarman, dan Wakil Bupati Bandung periode 2021 - 2025 Syahrul Gunawan.