Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok menjadi tantangan bagi banyak keluarga. Beras, minyak goreng, telur, hingga aneka bumbu dapur mengalami kenaikan harga, membuat daya beli masyarakat makin tertekan.
Di tengah kondisi tersebut, semangat berbagi justru makin menggelora. Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perempuan ICMI memilih istikamah menjalankan program Sedekah Jumat dengan membagikan nasi dan lauk siap santap kepada masyarakat yang membutuhkan.
Setiap pekan, para relawan Perempuan ICMI bergotong royong menyiapkan makanan untuk dibagikan kepada para pejuang di jalanan ibukota.
Bukan sekadar membagi-bagikan sebungkus nasi, program sedekah jumat menghadirkan kepedulian, dan harapan bahwa masih banyak tangan yang siap saling menguatkan.
Konsistensi ini makin bermakna karena dijalankan saat biaya penyediaan makanan terus meningkat.
Koordinator Lapangan Sedekah Jumat DPP Perempuan ICMI Susilawati Soehoed menuturkan, kenaikan harga pangan bukan alasan kita menghentikan langkah berbagi.
“Justru saat masyarakat menghadapi tekanan ekonomi,
solidaritas sosial menjadi kebutuhan yang makin mendesak,” tandasnya.
Semangat inilah, sebut Susi, yang terus dirawat Perempuan ICMI. Melalui program Jumat Berkah, badan otonom ICMI ini menegaskan, kepedulian tidak diukur dari besarnya nilai yang diberikan, tapi dari keikhlasan untuk hadir, dan meringankan beban sesama.
Di tengah gejolak ekonomi, inisiatif-inisiatif kemanusiaan menjadi pengingat, kekuatan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tapi juga oleh kuatnya rasa empati, dan gotong royong.
Istikamah DPP Perempuan ICMI berbagi menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan tetap tumbuh, bahkan ketika keadaan sedang tidak mudah.
Dari Jumat ke Jumat, kita buktikan kepedulian yang
dilakukan secara konsisten, mampu menghadirkan manfaat nyata, sekaligus
menginspirasi makin banyak orang ikut menebarkan kebaikan kepada sesama.
