Pujasintara Perpusnas RI mengelola koleksi langka melalui inventarisasi, pelestarian, digitalisasi, dan layanan khusus bagi masyarakat.
Koleksi Langka di BI dan TNI
Jenis koleksi Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) meliputi buku langka, surat kabar langka terjilid, majalah, peta, foto, lukisan, audio-visual, hingga mikrofilm yang bernilai sejarah tinggi.
Pustakawan Ahli Muda Perpusnas RI Adit Saputra menuturkan, Perpusnas RI terus bersinergi dengan lembaga dan institusi lain perihal integrasi koleksi-koleksi langka.
“Saat ini, koleksi-koleksi langka yang tersedia di perpustakaan nasional hanya yang kami miliki. Ke depan, selain mengelola koleksi yang ada di sini, kami juga berupaya mengintegrasikan koleksi-koleksi langka yang ada di Indonesia,” tandas Adit dalam Kelas Literasi Klasika Seri ke-15 “Menembus Batas Zaman, Dari Lembaran Cetak Ke Ruang Digital”, Senin 21 September 2026, Perpusnas RI, Medan Merdeka, Jakarta.
Adit menjawab pertanyaan salah seorang peserta terkait apakah koleksi langka yang ada di Bank Indonesia, di Tentara Nasional Indonesia, misalnya, atau di lembaga dan institusi lainnya juga terdapat di Perpusnas RI.
Ketua Tim Kerja Koleksi Langka Perpusnas RI Hety Setiawati menambahkan, perihal koleksi langka dari BI, sudah ada yang didigitalisasi.
“Terkait koleksi langka dari Bank Indonesia, sudah beberapa yang dialihmediakan, dan bisa akses di Kastara. Sudah ada The Javas Bank koleksi terbitan 1828 sampai 1928, 100 tahun, sudah bisa diunduh di Kastara. Untuk 1929 ke masa kini, masih dalam proses digitasi,” jelas Hety.
Begitu pula dengan koleksi-koleksi yang bernuansa sejarah militer, sudah ada yang dialihmediakan dan diunggah ke situs Kastara. Bulan depan, memperingati HUT TNI, Perpusnas RI menyelenggarakan diskusi tentang literasi militer.
Ke depan, Perpustakaan Nasional diharapkan memiliki
laboratorium pengetahuan khususnya untuk koleksi langka.
Hal-hal tersebut diupayakan agar koleksi-koleksi langka yang berada di luar perpustakaan nasional bisa terintegrasikan dalam suatu data base nasional.
Hadir juga narasumber Pakar Ilmu Perpustakaan, Kearsipan, dan Informasi IndonesiaSulistyo Basuki.
