Siapkan Perjalanan Haji Aman dan Nyaman

  


Jemaah haji lanjut usia atau penderita diabetes maupun penyakit jantung perlu mewaspadai risiko pneumonia.

Cek Kesehatan Paru

Evaluasi Kementerian Kesehatan terhadap pelaksanaan haji 2025 menunjukkan, infeksi saluran pernapasan sebagai keluhan paling umum di antara jemaah Indonesia. 

Pneumonia menjadi penyebab utama rawat inap, dengan lebih dari delapan dari sepuluh jemaah diketahui menyandang setidaknya satu penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Penyakit Tropik dan Infeksi dr. Joyce Bratanata, Sp.PD. mengingatkan, haji dan umrah mempertemukan jutaan orang dari seluruh penjuru dunia, dalam cuaca panas, ruang yang padat, dan sering kali dengan waktu istirahat yang sangat terbatas. 

Infeksi saluran napas yang tertular di tengah kerumunan jutaan orang dapat berkembang menjadi pneumonia. 

”Itulah situasi di mana batuk yang awalnya ringan bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih serius, terutama bagi jemaah lanjut usia, atau jemaah penderita diabetes maupun penyakit jantung”, tandas dr. Joyce dalam Media Roundtable Pfizer Indonesia: ”Lindungi Napasmu, Jaga Momen Berarti”, Kamis 24 September 2026, Fairmont Jakarta.     

Jemaah Indonesia sudah mempersiapkan perjalanan ini dengan sangat teliti, dari menabung, menjaga kebugaran, hingga barang bawaan. 

dr. Joyce meminta para keluarga melengkapi satu hal lagi ikhtiarnya, yakni berkonsultasi dengan dokter, jauh sebelum keberangkatan, mengenai kesehatan paru mereka, dan pentingnya bagi perjalanan tersebut. 


Narasumber Roundtable Discussion, Dokter Keluarga, Klinik Kimia Farma, dr. Meidi Nursasih membagikan pengalaman memeriksa kesehatan jemaah haji dan umrah.  
 

Di pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan, dr. Meidi bertemu jemaah yang sudah menunggu bertahun-tahun untuk perjalanan ini, dan yang sudah hidup dengan hipertensi atau diabetes hampir selama itu juga. 

Mereka bertanya tentang cuaca panas dan stamina. Hampir tidak ada yang bertanya mengenai paru-paru mereka. 

dr. Meidi ingin mengubah mindset demikian, di kalangan jemaah maupun di kalangan rekan sejawat. 

”Angkat pembicaraan ini dua atau tiga bulan sebelum keberangkatan, bukan di ruang tunggu bandara. Karena saat itulah masih ada waktu mengendalikan kondisi kesehatan, dan membicarakan dengan tepat, perlindungan apa yang sesuai untuk orang tersebut” jelas dr. Meidi.   

Narasumber Roundtable Discussion, Presenter TV dan Figur Publik Fenita Arie berbagi perspektif pasien, dan pendamping keluarga (caregiver) perihal berangkat haji, dan umrah. 

”Banyak keluarga menabung bertahun-tahun untuk memberangkatkan orang tua mereka umrah atau haji. Memastikan mereka dalam kondisi sehat agar dapat menikmati perjalanan itu merupakan bagian dari hadiah yang ingin kita berikan,” sebut Fenita.   

Media Roundtable Pfizer Indonesia juga menghadirkan Produk Manajer untuk Vaksin Dewasa Indonesia Nathania Jie, dan Dokter Keluarga, Prodia, dr. Kristin Tjandra. Media Roundtable Discussion dimoderatori Nadia Mulya.