Caregiver, Waspada Risiko Pneumonia Pada Lansia



Pneumonia pneumokokus adalah infeksi paru yang disebabkan bakteri bernama Streptococcus pneumoniae.


Pneumonia Berbeda dari Flu 

YouGov Indonesia melakukan survei teranyar terkait Pneumonia terhadap 1.000 responden di Indonesia berusia 18 tahun ke atas. Angka yang dikutip memiliki basis 1.000 responden. 

Survei menemukan, hanya 28% orang dewasa yang mengetahui, orang berusia 50 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi mengalami pneumonia serius, padahal lebih dari separuh orang dewasa di Indonesia (55%) rutin merawat orang tua (caregiver)., atau anggota keluarga yang lebih tua. 

Mendampingi orang tua ke dokter, caregiver membantu mengatur cara mengonsumsi obat, dan acapkali mengambil keputusan kesehatan untuk orang lain. 

Presenter TV dan Figur Publik Fenita Arie mengungkapkan pengalamannya sebagai caregiver. 

“Ketika kita merawat seseorang, ada begitu banyak hal yang harus dipikirkan, dari jadwal kontrol, makanan sampai obat-obatan. Mempelajari pneumonia adalah satu cara lagi untuk menjaga orang-orang yang kita sayangi,” ungkap Fenita dalam Media Roundtable Pfizer Indonesia : ”Lindungi Napasmu, Jaga Momen Berarti”, Kamis 24 September 2026, Fairmont Jakarta.   

Bagi Fenita, definisi “Jaga Momen Berarti” ialah tentang hadir dalam berbagai momen sederhana yang ingin terus dibagi: makan bersama, memanfaatkan waktu dengan anak-anak, dan melihat orang tua menikmati hari-harinya. 

Hasil survei juga mengatakan, empat dari sepuluh orang dewasa Indonesia (41%) belum pernah mendengar soal pneumonia pneumokokus.

Sebanyak 44% lainnya pernah istilah tersebut, namun belum memahami kondisi yang dimaksud.  Hanya 15% yang mengenal istilah sekaligus memahaminya.

Satu dari lima responden (20%) setuju pneumonia pada dasarnya sama dengan flu, dan hampir separuh (48%) menjawab netral.

Narasumber Media Roundtable, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Penyakit Tropik dan Infeksi dr. Joyce Bratanata, Sp.PD. menjelaskan, pneumonia dan flu tidaklah sama.

“Pneumonia dan flu bukan penyakit yang sama, meskipun flu dapat berkembang menjadi pneumonia. Keduanya bisa menimbulkan batuk dan demam, sehingga keluarga sebaiknya tidak menyimpulkan penyebabnya berdasarkan gejalanya saja,” beber dr. Joyce.  

Sesak napas atau nyeri dada, lanjut dr. Joyce, perlu segera diperiksakan ke dokter. Kesulitan bernapas yang parah atau kebingungan yang muncul tiba-tiba, memerlukan penanganan gawat darurat.

Dr. Joyce menambahkan, seiring bertambah usia, tubuh makin sulit melawan infeksi. Penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung atau paru kronis dapat makin meningkatkan risiko penyakit pneumokokus.  

Pesan dr. Joyce bagi para caregiver, orang tua bisa saja tetap aktif dan mandiri, namun membawa risiko yang lebih tinggi daripada yang disadari keluarganya.

Dengan memahami risiko tersebut memberi keluarga alasan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum sakit terjadi, bukan setelahnya.

Media Roundtable Pfizer Indonesia juga menghadirkan Produk Manajer untuk Vaksin Dewasa Indonesia Nathania Jie, Dokter Keluarga, Prodia, dr. Kristin Tjandra, dan Dokter Keluarga, Kimia Farma, dr. Meidi Nursasih. Media Roundtable Discussion dimoderatori Nadia Mulya.