Featured Post

Hanya Satu Cara Lestarikan Bahasa Daerah: Wariskan!

Image
Bagi rekan pembaca yang pemerhati bahasa Indonesia, mungkin familiar dengan slogan Badan Bahasa Republik Indonesia: “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing.

Masjid Bukan Toilet


5 penjuru masjid

Sudah banyak film Islami dibuat. Tontonan juga tuntunan yang tertuang dalam berbagai hikayat. Namun ada satu tema yang jarang disentuh. Padahal titik sentral umat. Lokasi di mana energi berkumpul menggelorakan jamaah. 
Sentil Hal-hal Kecil

Syukurlah kini hadir film tentang masjid. Para awak media berkesempatan mengikuti Press Screening & Press Conference Lima Penjuru Masjid (5PM)CGV Blitz, Grand Indonesia, Jakarta (6/4/18).

Usai press screening, Produser Izharul Haq mengungkapkan kebahagiaannya. Setelah proses panjang, akhirnya berhasil merrampungkan film yang baru akan tayang untuk publik pada awal Ramadan ini. Izhar duet produser bersama Azwar Armando.

“Sangat bahagia sekali. Kurang lebih perjuangan selama 2 tahun dengan segala kesulitan, kepahitan, dan kesenangan, kita terus berkarya. Allah SWT takdirkan kita bisa hadir di bioskop,” tuturnya dalam konferensi pers.

Izhar melanjutkan. Sebagai perusahan produksi yang tergolong baru, Bedasinema Pictures menganggap perlu meresonansi film ini jauh hari sebelum tayang resmi pada 17 Mei 2018.

“Kenapa jauh-jauh hari, karena kita ingin syiar ini lebih sampai ke masyarakat. Apalagi PH yang memang belum besar dan banyak dikenal. Kita ingin orang-orang tahu 5PM melalui para undangan hari ini,” sebutnya.

Salahsatu pemeran, Zikri Daulay (Abian) berharap 5PM akan memberi wawasan luas lewat hal-hal kecil yang dipotret dalam film tersebut.  

“Semoga memberi wawasan lebih dan menyentil hal-hal kecil yang belakangan terjadi di masyarakat. Semoga film ini memberi cahaya pelajaran dan inspirasi untuk indonesia,” harap pemeran Dear Nathan The Series.

Senada dengan Zikri, pemeran lainnya, Zaky Ahmad Rivai (Usman) mengatakan, memang seharusnya film Indonesia lebih fokus menyentuh problema keseharian. Karena tema-tema besar sudah banyak diekpos para insan perfilman Barat.

“Hal-hal besar sudah diangkat film Holywood. Film Indonesia cukup mengangkat hal kecil yang kita temukan di sekitar. Yang ketika penonton bilang; itu gue banget,” bebernya.  

Usai menonton 5PM, diharapkan umat menjadikan masjid sebagai rumah ibadah yang semarak dan menyenangkan. Pengelola masjid identik dengan anak-anak muda yang kreatif menggelar kegiatan-kegiatan umat. Masjid tidak sebatas tempat berdoa lalu dikunci ketika shalat berjamaah selesai.

Masjid tidak sekadar jadi tempat persinggahan. Khususnya bagi yang sedang dalam perjalanan. Musafir menepi sejenak di masjid rest area. Tujuan utama hanya untuk membuang hajat.   

“Sudah jadi common sense. Perjalanan jauh, kita  mau istirahat, dan maaf, kebelet, lihat kubah masjid seperti lihat surga,” tandas Zaky.

Melengkapi pernyataan Zaky, sesama pemeran, Alfie Affandy (Arde) mengingatkan,  jangan mendatangi masjid kalau sedang butuh saja. Datangilah masjid senantiasa. Setelah bersuci dari hadas (istinja), lanjut berwudhu dan dirikan shalat berjamaah. Hidupkan.  

“Jangan jadikan masjid seperti toilet. Datangnya ketika kita lagi butuh. Ayo berjamaah, supaya umat Islam kuat. Shalat 5 waktu di masjid, wajib bagi laki-laki,” pungkasnya.

Hadir juga dalam jumpa media, Sutradara Humar Hadi bersama segenap cast: Aditya Surya Pratama (Budi), Faisal Azhar Harahap (Gani), M Taufik Akbar (Bewok), Ahmad Syarief (Lukman), dan Eliza Saaduddin Djamal (Bunda Arde). Menyongsong tayang resminya, 5PM akan road show dan menggelar special screening di 55 kota di Indonesia.

Popular posts from this blog

Tangkas SEO dan Cerdas Keuangan

Rice Cooker Hilangkan Puluhan Kosa Kata Sunda

Kembalinya Satu Paket Kocak di Film Preman Pensiun