Featured Post

Tips Sehat Pekerja Dalam Ruang

Image
Pekerja kantoran, terutama yang berlama duduk, rentan kena penyakit. Gemar ngemil di sela kerja. Usai makan siang, kembali statis di belakang meja tulis. Kurang bergerak. Mengintai hipertensi, diabetes, dislipidemia dan obesitas pemicu jantung koroner. 

Jumlah Startup Naik, Tapi Pendanaan Menurun


kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif

Menukil Startup Rangking per 21 Maret 2019, jumlah perusahaan rintisan berbasis teknologi di Indonesia mencapai 2.074. Angka ini memosisikan Indonesia sebagai negara ke-5 dengan bisnis rintisan digital terbanyak di dunia. Apakah banyak startup seiring dengan marak pendanaannya?

Investor Lirik Ritel  

Tren menunjukkan, jumlah startup bertambah, namun dari segi pendanaannya berkurang. Identifikasi terkait investasi yang sepi untuk startup itu lumrah mengemuka. Terutama kalau kita melihat pendanaan lebih masif kepada sejumlah startup berpredikat Unicorn dan Decacorn.

Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kondisi tersebut terjadi karena banyak investor melirik bisnis rintisan jenis tertentu yang sedang booming, yakni makanan dan minuman. Banyak modal ventura yang fokus ke ritel.   

“Ada tren kawan-kawan venture capital tidak hanya fokus di startup teknologi. Banyak sekali investor berminat di food, coffee chainMenurut saya, itu kondisi yang bagus. Ini penting untuk rantai nilai,” ungkap Deputi Industri dan Investasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fadjar Hutomo dalam Zurich Innovation Championship Super Day, Selasa 18  Februari 2020, GoWork Pacific Place SCBD, Jakarta.

Fadjar memaparkan, rantai nilai merupakan rangkaian fase dalam pendanaan bagi perusahaan rintisan digital. Startup lahir dari ide, kemudian dieksekusi dan beranjak ke fase seed. Di tahap awal ini, usaha rintisan berada dalam area yang dikenal dalam dunia startup sebagai valley of death (lembah kematian). Kondisi di mana suatu usaha rintisan digital sedang gigih bertahan.

Fadjar pastikan, tidak ada investor yang berminat masuk mendanai startup yang sedang berjibaku di “lembah kematian”. Maka di fase inilah Pemerintah mengambil peran mengembangkan perusahaan rintisan tanah air.   

“Saya pastikan, modal ventura tidak mau masuk, apalagi yang belum ada traction -nya. Maka yang harus masuk di situ adalah government dan filantropi,” sebut CEO dan Founder ADN Financial.    

Bapak Deputi melanjutkan, Pemerintah memiliki dua skema pendanaan untuk startup yakni program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Seiring waktu, ketika startup makin bertumbuh dalam perjalanan rantai nilai, masuklah venture capital, impact investor, social investor, dan venture filantropy. Naik level lagi, masuk commercial venture capital dengan tahapan jenis pendanaan yaitu Series A Round (Putaran Seri A) dan Series B Round (Putaran Seri B).  

Di fase akhir, startup siap melantai. Indonesian Stock Exchange menyediakan 2 platform bagi startup yang layak melantai di pasar modal. Papan Akselerasi untuk usaha rintisan skala kecil dan Papan Pengembangan untuk startup skala besar dengan saham-saham besar juga. Saat ini sudah ada sekitar 5 startup di Papan Pengembangan dan 1 startup di Papan Akselerasi.


zurich innovation championship protecting the next generation
dok. Zurich Indonesia

Zurich Innovation Championship

Zurich Innovation Championship Super Day juga menghadirkan Zurich Underwriting Hassan Karim. Hasan memaparkan, Zurich Innovation Championship adalah wadah bagi wirausahawan dan startup yang memiliki solusi untuk memecahkan masalah aktual. Zurich membuka peluang dari dampak kemajuan teknologi dan pertumbuhan populasi untuk pelayanan pelanggan dan komunitas yang lebih baik.

Zurich Innovation Championship merupakan kompetisi global tahunan yang menyaring lebih dari 1300 usaha rintisan dari seluruh dunia untuk memperoleh kesempatan pendanaan dari Zurich. Jumlah usaha rintisan digital dari seluruh dunia yang mengikuti kompetisi ini naik tiga kali lipat dibanding jumlah partisipan di kompetisi perdananya. Zurich Innovation Championship tahun kedua ini mengangkat tema “Protecting the Next Generation”.


Para kontestan berkompetisi melalui tiga putaran seleksi: tingkat negara, regional, dan global. Dewan  juri  Zurich Innovation Championship tingkat negara terdiri dari Zurich Underwriting Hassan Karim, Regional Head of strategy Zurich Asia Pacific David Fike, Chief Operator Officer Zurich Topaz Life Ashvin Uttamsingh, Executive Director of Northstar Group  Hengky Prihatna, dan Managing Director Endeavor Indonesia Wayah Wiroto.   

Telah terseleksi 11 kontestan startup dari seluruh dunia (Indonesia, Singapura, Hongkong, Inggris, Amerika Serikat) di mana 4 di antaranya adalah perusahaan rintisan dari tanah air. Kontestan asal Indonesia yakni Atma Connect, Medi-Call, Riliv, dan Bindcover. 

Hasil penjurian mengumumkan AtmaGo sebagai startup Indonesia yang akan berkompetisi di seleksi regional pada Juni 2020. AtmaGo adalah aplikasi dari Atma Connect yang telah di-download 5 juta kali. Atma Connect menciptakan solusi yang melibatkan pangsa pasar baru dalam manajemen risiko secara menyeluruh, membangun kepercayaan dan mempunyai nilai istimewa bagi pelanggan dan perusahaan asuransi.

Popular posts from this blog

Kembalinya Satu Paket Kocak di Film Preman Pensiun

Rice Cooker Hilangkan Puluhan Kosa Kata Sunda