![]() |
| dok. vlix.id | |
Bicara konsep
kesejahteraan adalah memadukan berbagai variabel dengan mengupayakan
transformasi ekonomi yang beriringan dengan transformasi sosial.
Ekonomi Berbagi
Ketua Umum ICMI Arif Satria menyampaikan, transformasi ekonomi bisa dilakukan dengan investasi besar, namun akan terjadi kesenjangan jika tidak dibarengi transformasi sosial.
”Dengan investasi besar-besaran, kita bisa mencapai transformasi ekonomi. Tapi kalau tidak diiringi transformasi sosial, yang terjadi adalah ketimpangan, dan kesenjangan,” tandas Arif dalam pembukaan Webinar ICMI Pusat dan UICI ”Rejuvenasi Ekonomi Indonesia Mendorong Kesejahteraan yang Berkelanjutan", Jumat 05 Juni 2026.
Untuk menyandingkan transformasi ekonomi dengan transformasi sosial, lanjut Arif, sangat tergantung pada pilihan-pilihan sektor yang menjadi trigger ekonomi nasional ke depan.
Menurut Kepala BRIN ini, kita dapat memilih sektor-sektor yang memuat partisipasi rakyat sebesar-besarnya. Partisipasi rakyat dalam pertumbuhan akan menciptakan inklusivitas pertumbuhan, dan menciptakan transformasi sosial.
”Gagasan-gagasan Bapak Presiden terkait program yang menyentuh banyak grass root. Itu bagian dari inklusivitas pertumbuhan,” tandasnya.
Selanjutnya, mengupayakan transformasi ekonomi dan transformasi sosial beriringan, kita perlu membangkitkan pemikiran-pemikiran alternatif.
”Pemikiran alternatif itu
mulai dikembangkan Barat. Misal, teori gift economy. Dulu, berbagi adalah
cost, sekarang berbagi adalah investasi,” tutur Arif.
Ekonomi berbagi seiring dengan nilai-nilai lokal yang memperkuat landasan ekonomi Indonesia. Meski pada akhirnya kita berusaha membangun ekonomi Pancasila sebagai sebuah konsep yang diturunkan ke tataran empiris, objektif, dan body of knowledge yang utuh.
Sekretaris Jenderal ICMI/ Anggota Komisi XI DPR Andi Yuliani Paris menyampaikan delapan kluster pembangunan dalam Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Menurutnya, ICMI bisa urun rembuk untuk akselerasi program prioritas tersebut.
Hadir memberikan pengantar, Wakil Ketua Umum ICMI Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Teuku Abdullah Sanny, dan Rektor Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Asep Saefuddin.
Hadir narasumber webinar lainnya yakni Bendahara ICMI Pusat Aditya Warman,
dan Ketua Departemen Informasi Ekonomi dan Kesejahteraan Desa Majelis Pengurus
Pusat ICMI Arfan Mantemas.
Webinar dimoderatori Anggota
Majelis Pendidikan Tinggi ICMI/ Wakil Rektor II UICI Lely Pelitasari Soebekty.
