Cerita Andry Hariana Telusuri Sumber untuk Buku MT Harjono

 


Penulis buku MT Harjono "Perwira Intelektual Penjaga Pancasila"  Andry Hariana mengungkapkan proses penulisan buku bagai mengumpulkan kepingan puzzle yang terserak.

     

Yan si Kepala Macan 

Referensi dan sumber terkait Pahlawan Revolusi MT Harjono sangat terbatas, hingga Andry harus telaten mengumpulkan data-data.     

Salahsatunya, Andri mengambil sumber dari sebuah buku biografi MT Harjono terbitan Kemendikbud tahun 1984. Bukunya tipis, dan isinya minim. 

Walhasil,  Andry melakukan investigasi ke Surabaya guna berinteraksi dengan sanak famili MT Harjono. 

“Saya pergi ke Surabaya, bertemu dr. Asih, adik bungsu Pak MT Haryono. Ketika saya ngobrol, dr. Asih bergumam Yan Kepala Macan, Pitik-Pitik Anak Ayam. Jadi ternyata lagu itu adalah lagu keluarga, dan tiap anak punya lagu sendiri,” bebernya dalam Peluncuran dan Bedah Buku MT Harjono "Perwira Intelektual Penjaga Pancasila" Kamis 8 Oktober 2026, Hotel Royal Kuningan, Jakarta. 

Andri pun teringat sebuah buku komik tentang MT Harjono yang juga menyebutkan si Kepala Macan. Ternyata julukan tersebut disematkan ke MT Haryono lantaran dia sudah bisa memimpin teman-temannya sejak kecil. 

Dari Surabaya, Andry bergerak ke HBS Bandung (Hoogere Burgerschool te Bandoeng). Sekolah zaman Belanda yang kini digunakan bersama oleh SMA Negeri 3 Bandung, dan SMA Negeri 5 Bandung. 

Andry melacak tempat tinggal MT Harjono semasa bersekolah di HBS Bandung.  Ia berhasil bertemu Ibu Debbi, salahsatu cucu dari Wadjib Singowadoyo, Pakde MT Harjono yang kediamannya ia tumpangi selama bersekolah di Bandung.   

“Di sana, ia belajar setir mobil. Sehingga ketika mahasiswa Ikada merebut mobil-mobil Jepang itu, salahsatu yang mengendarainya adalah MT Harjono,” ujar Andry. 

Andry juga mendapatkan kiriman foto-foto MT Harjono yang belum pernah dirilis sebelumnya. 

“Ketika terakhir buku sudah disusun, tiba-tiba Bu Ade mendapat kiriman foto-foto dari saudaranya. Penemuan lain, di ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia-red) Saya menemukan foto MT Harjono menjadi juru runding untuk perjanjian Krian di Jawa Timur,” imbuhnya. 

Bedah Buku MT Harjono "Perwira Intelektual Penjaga Pancasila" juga menghadirkan Anak ketiga M.T. Haryono Rianto Nurhadi, Asisten Strategi Panglima TNI Marsda TNI Dr. Budhi Achmadi, M.Sc., Dirjen Strategi Pertahanan / Strahan Kemhan RI Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo, M.Sc., dan Sejarawan Dr. Donny Alamsyah Syeyoputra.