Jadi Ketua Umum YPMUI, Yulianto Syahyu Siapkan Boarding School dan Urban Farming

 


Yayasan Pembangunan Masyarakat Utama Indonesia (YPMUI) mengukuhkan Pengurus Masa Bakti 2026 - 2031.

 

Perkuat Fondasi, Lanjutkan Program  

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (LBH ICMI), Yulianto Syahyu, resmi dilantik sebagai Ketua Umum Yayasan Pembangunan Masyarakat Utama Indonesia (YPMUI) masa bakti 2026–2031. 

Dalam sambutan usai pengukuhan, Yulianto menegaskan, kepengurusan baru memperkuat fondasi, dan melanjutkan program yang dirintis para pengurus YPMUI. 

Berbagai program yang berjalan akan dilanjutkan, diperkuat, dan dikembangkan agar manfaatnya makin luas bagi masyarakat. 

“Kita mengoptimalkan potensi yang dimiliki yayasan untuk mengembangkan pendidikan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tandas Yulianto dalam Pengukuhan Pengurus Yayasan Pembangunan Masyarakat Utama Indonesia Masa Bakti 2026-2031, Sabtu 10 Oktober 2026, Bogor.   

YPMUI merupakan yayasan yang menaungi SMP Islam Terpadu Al-Muttaqien, yang berlokasi di Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. 

Yayasan ini memiliki potensi pengembangan pendidikan yang memadukan pembinaan keislaman, pendidikan formal, serta pemanfaatan sumber daya pertanian. 

Di bawah kepemimpinan baru, YPMUI menguatkan sejumlah program pengembangan pendidikan, di antaranya menjadikan SMP Islam Terpadu Al-Muttaqien sebagai sekolah berasrama (boarding school), serta memperkuat pendidikan berbasis pertanian, dan agroindustri.



 

Boarding School 

Salah satu program prioritas kepengurusan YPMUI periode 2026–2031 adalah mengembangkan SMP Islam Terpadu Al-Muttaqien menjadi sekolah berasrama.  

Menurut Yulianto, YPMUI telah memiliki sejumlah modal awal untuk merealisasikan rencana tersebut. 

Selain mempunyai kelas tahfiz Al-Qur’an, yayasan juga memiliki ruangan dengan kapasitas 25 tempat tidur yang mendukung pengembangan fasilitas asrama. 

“Kita punya sekolah tahfiz Al-Qur’an, dan ruangan dengan 25 tempat tidur. Kita akan membuat boarding school, dengan catatan satu kelas minimal 20 orang,” jelas Yulianto.


 

Agroindustri 

YPMUI juga akan mengoptimalkan potensi lahan, dan lingkungan yang dimiliki yayasan melalui program urban farming, agroedukasi, dan pengenalan agroindustri kepada siswa. 

“Kita akan memperkuat program urban farming, dan agroedukasi untuk membentuk jiwa kewirausahaan siswa,” ujar Yulianto. 

Yulianto menjelaskan, yayasan memiliki lahan yang cukup luas, kebun yang asri, serta kolam ikan. 

Potensi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang lebih praktis, dan produktif. 

Rencana itu juga didukung keberadaan empat sarjana pertanian dalam kepengurusan baru YPMUI. 

Kompetensi ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program pendidikan berbasis pertanian.

 

Jaga Semangat Pengabdian 

Yulianto juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat pengabdian yang  diwariskan para pendiri YPMUI. 

Keberadaan  yayasan tidak terlepas dari kontribusi, perjuangan, dan amal jariyah para pendiri yang telah meletakkan dasar bagi keberlangsungan kegiatan pendidikan. 

Semangat pengabdian itu, menurutnya, tercermin dalam prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. 

Prinsip itu menjadi pengingat agar yayasan senantiasa menghormati lingkungan sosialnya, menjaga hubungan dengan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. 

Yulianto mengakui, mengajak masyarakat terlibat dalam kegiatan sosial, dan pengabdian bagi kepentingan umat bukanlah perkara mudah. 

Kendati demikian, ia optimististis YPMUI berkembang dengan dukungan kepengurusan baru yang memiliki kompetensi, dan latar belakang keahlian yang beragam.