Skip to main content

Featured Post

Destinasi Banyak Dikenal dan Didatangi. Bagus Sih. Tapi...

Selain menemukan The Beach (2000), Leonardo Di Caprio (Richard) juga mendapati persekutuan pelancong radikal yang tidak rela surga dunia itu diketahui banyak orang. Mereka kuatir, main banyak yang datang, sisi natural pantai dan pesona pulau itu akan terkikis. Tapi itu hanya kisah fiksi yang diangkat dari novel Alex Garland dengan judul yang sama (1996). Faktanya, makin banyak yang tahu ada satu destinasi ciamik, tingkat ekonomi sekitar destinasi jadi naik. Berbagai fasilitas disediakan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Bersistem Syariah, AMITRA Transparan Dalam Pembiayaan


amitra fifgroup

Keunggulan perjanjian akad syariah dalam interaksi ekonomi adalah keterbukaan. Dalam akad jual-beli (murabahah), penjual menjelaskan segala informasi berkaitan barang yang dijual. Jika calon pembeli setuju, kesepakatan pun terjadi. Demikian Sub Departemen Head AMITRA Syariah Financing Rasidin Ali Firmansyah memaparkan dalam One Day Seminar “Perkembangan Ekonomi Syariah & Jurnalistik Kreatif Zaman Now”, Auditorium Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat (9/3/18).  


Syariah Sepenuhnya

“Perjanjiannya lebih transparan. Terbuka sekali. Misal, teman-teman mau mengambil motor. Dijabarkan berapa harga pokok, marjin, biaya administrasi. Kalau ada asuransinya berapa dan seterusnya,” tuturnya.

Karena memiliki semangat tolong-menolong, perjanjian pun memudahkan dan tidak memberatkan satu sama lain. Apalagi ketika konsumen ingin mempercepat proses pelunasan pembiayaan.

“Ketika teman-teman mau mempercepat pelunasan, tidak ada denda. Karena akad kita tolong menolong. Saya jual (barang) 10 juta dan dapat marjin 2 juta. Sejumlah inilah yang harus dibayar,” imbuhnya.

AMITRA adalah Syariah Financing dan salah satu layanan pembiayaan FIFGROUP yang merupakan anak perusahaan ASTRA. Meneguhkan komitmen, ke depan Unit Usaha Syariah sejak 2003 ini akan berdiri sendiri sebagai layanan pembiayaan murni syariah.
  
“AMITRA akan berpisah dari FIFGROUP jadi murni di syariah. Ini adalah masa  transisi AMITRA bergeser ke syariah full. Di 2019 akan menjadi PT Syariah Multi Finance Astra,” tandasnya. 




Dikawal Dewan Pengawas Syariah

Rasidin mengungkapkan lebih lanjut. Sebelum diluncurkan, semua produk pembiayaan AMITRA harus melewati persetujuan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang merupakan unsur dari  Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

“Tiap produk yang akan kita jual pasti diajukan ke DPS, apakah sudah sesuai syariah. Jadi produk-produk AMITRA  memang harus sudah sesuai dengan DPS dan hukum yang belaku di Indonesia,” sebutnya.

Meski tergolong baru, unit syariah mampu mendukung 20% dari laba group. Sebesar 80% didukung divisi konvensional. Pada 2017 FIFGROUP membukukan laba Rp 2,1 Triliun. Sebanyak 18 ribu titik operasional FIFGROUP sudah tersebar dari Sabang hingga Merauke. Pembiayaannya merambah luas dari kendaraan motor, mobil, barang elektronik, mikro produktif, logam mulia, aqiqah, hingga umroh dan haji.


Republika (27/10/17) melansir data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pangsa pasar (market share) keuangan syariah secara nasional meningkat signifikan. Yaitu tercatat mencapai 8,01 persen per Agustus 2017 dibanding posisi pada akhir 2016 yang hanya 5,3 persen.

Hingga Agustus 2017, total aset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk saham syariah) mencapai Rp 1.048,8 triliun, yang terdiri aset perbankan syariah Rp 389,74 triliun, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah Rp 99,15 triliun, dan pasar modal syariah Rp 559,59 triliun.

Industri perbankan syariah saat ini terdiri dari 13 bank umum syariah, 21 bank unit syariah, dan 167 BPR syariah. Total aset industri perbankan syariah sebesar Rp 389,7 triliun atau 5,44 persen dari total aset perbankan nasional.

Sedangkan IKNB syariah yang terdiri dari 59 asuransi syariah, 38 pembiayaan syariah, 6 penjaminan syariah, 10 LKM syariah dan 10 IKNB syariah lainnya, mempunyai aset Rp 99,15 triliun atau 4,78 persen dari total aset IKNB nasional.

Peningkatan di ceruk pasar ini laiknya terus didukung dan diperkuat. Salahsatunya lewat sosialiasi berkelanjutan sistem ekonomi syariah. Seminar satu hari ini merupakan rangkaian kegiatan AMITRA ke berbagai kampus ternama se –Jabodetabek mengenalkan keuangan syariah kepada pelajar dan khalayak ramai. Program ini juga menjadi salahsatu ajang AMITRA Writing Competition, yaitu lomba menulis yang berhadiah total 10 juta rupiah.  


Comments

  1. Makin menjamur ya produk berlabel syariah saat ini, apa kelebihan yang satu ini dibanding yang lain ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan menjamur bang Charles, melainkan membuah.jadi banyak pilihan rasa dan vitamin.kelebihannya? Hmm Amitra didukung FIFGROUP yg sdh eksis lama :)

      Delete
  2. Kalau sudah berlabel syariah lebih tenang menggunakannya juga ya..:)

    ReplyDelete
  3. Produk berlebel syariah membuat para para penggunanya merasa aman yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo kak Sadewi, kita terus dukung produk2 syariah :)

      Delete
  4. Bukannya itung2annya tetap sama ya dengan yang umum juga?

    ReplyDelete
  5. ni nih,perlu banget keuangan syariah. biar lega dan jelas

    ReplyDelete
  6. pembiayaan syariah bikin kita tenang ya saat berhutang, insha Allah berkah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar kak Nunu. Pembiayaan syariah turut mendukung manajemen hutang sesuai sunnah ya

      Delete
  7. keuangan syariah ehmmm menarik pak jadi bukan sistem konvensional lagi yang kadang mengharuskan pembeli mesti ambil kredit dengan suku bunga yang cukup membebankan dan kalau dilunasin malah kena penalty

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Bang Angga, memudahkan dgn semangat tolong menolong

      Delete
  8. Maaf agak bingung hehe jd ini tu umroh tapi bisa mencicil gtu ya? Maaf sekali lagi mungkin saya salah nangkepnya tau gmn
    Eh tapi ada dewan syariah yg ngawasin yak :D TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. tunggu tulisan berikutnya ya kak April. Tulisan dirilis masih di Maret ini :)

      Delete
  9. Transparan dalam pembiayaan. Ini yg banyak di cari orang

    ReplyDelete

Post a Comment