Skip to main content

Featured Post

Destinasi Banyak Dikenal dan Didatangi. Bagus Sih. Tapi...

Selain menemukan The Beach (2000), Leonardo Di Caprio (Richard) juga mendapati persekutuan pelancong radikal yang tidak rela surga dunia itu diketahui banyak orang. Mereka kuatir, main banyak yang datang, sisi natural pantai dan pesona pulau itu akan terkikis. Tapi itu hanya kisah fiksi yang diangkat dari novel Alex Garland dengan judul yang sama (1996). Faktanya, makin banyak yang tahu ada satu destinasi ciamik, tingkat ekonomi sekitar destinasi jadi naik. Berbagai fasilitas disediakan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Workshop CNI dan ISB: Blogger Kini Vlogger, Why Not?


Indonesian Social Blogpreneur


Waktu meresmikan gedung baru Perpustakaan Nasional RI, Presiden Joko Widodo menyebutkan durasi baca kids zaman now makin pendek. Jika 3 menit pertama tidak menarik, tulisan langsung ditinggalkan. Selain dari foto dan infografis, orang kini lebih suka mendapat informasi dari gambar bergerak. Setelah sukses Youtube, berbagai platform media sosial berinovasi dan saling bersaing menyediakan fitur video. Tak ayal, para blogger mulai melirik video blog (vlog) untuk menguatkan branding-nya. Keahlian vlogging pun menjadi kebutuhan para pegiat dunia maya.



Skill Setara Satu Tim Produksi

Menjawab kebutuhan tersebut, Citra Nusa Insan Cemerlang atau lebih dikenal dengan CNI Indonesia menggandeng Indonesian Social Blogpreneur (ISB) menggelar Blogger Gathering 2018 Part 1 “Workshop Vlog”. Lokalatih menghadirkan narasumber Blogger turn Vlogger Dudi Iskandar, bertempat di Burger King, Plaza Festival, Kuningan, Jakarta (4/3/18).

Kang Dudi, sapaan akrabnya, memaparkan perkembangan dunia perihal penonton video daring dan platform penyedia layanan unggah video. Pada  kuartal kedua di 2014 penonton videp online sebesar 38,2 milyar orang. 

Pada  2016 sudah ada platform real story telling seperti Bigo Live, dan Periscope. Yang paling kekinian, tak mau ketinggalan, sekarang sedang tren Instagram Story dan Facebook Live.

Vlog adalah catatan keseharian yang dituangkan dalam bentuk video. Sama dengan blog, vlog memiliki konten informatif yang bersifat personal. Berbeda dengan Youtube, selain vlog, konten Youtuber bisa apa saja.  

“Kekuatan vlog ada unsur ‘aku’-nya. ‘Aku’ maksudnya cerita lebih personal. Kalau tidak ada, berarti video biasa,” sebut Kang Dudi. 

Peralatan tempur vlogger antara lain smartphone, tripod, monopod/ tongsis, steady cam, remote controltripod holder, mikrofon eksternal, dan perekam suara digital (opsional). 

Menurut Kang Dudi, seorang vlogger harus memiliki 4 kemampuan yang setara dengan skill sebuah tim produksi video.    

“Kita harus ada kemampuan mengambil, mengedit, membuat naskah, dan menyebarkan video. Kemampuan 4 orang ada di tiap vlogger,” sebutnya. 

Kang Dudi menyampaikan, ada 2 syarat sebuah vlog sudah bisa dikatakan bagus. Selebihnya buatlah konten yang menarik dan menghibur.

“Vlog yang bagus hanya dua; gambar still atau tidak bergoyang dan suara jelas. Itu cukup. Banyak kesalahan pembuat vlog, gambar bergoyang yang membuat penonton merasa gempa. Makanya butuh tripod atau steady cam,” tuturnya. 

Jika tidak ada tripod, bisa rapatkan kedua siku tangan ke tubuh sebagai penyanggah. Untuk suara lebih jernih, Kang Dudi menyarankan penambahan pelantang eksternal.


how to make vlog


Durasi Singkat,  Layaknya Iklan

Jika kita mengambil gambar via ponsel, pria yang sering memenangi kontes ini tidak menyarankan teknik long shot. Karena besar kemungkinan hasil video akan goyang. Kecuali dilengkapi alat tambahan berbandrol harga cukup mahal. Yakni gimbal atau stabilizer yang membuat gerakan video terlihat mulus.

Yang disarankan untuk ponsel adalah teknik mengambil potongan demi potongan gambar bergerak (shot).     

“Saya sarankan cut to cut. Kita ambil scene satu persatu. Usahakan antara 5-15 detik. Jangan terlalu lama,” sebutnya.  

Scene adalah tempat di mana kejadian yang divideokan berlangsung. Dalam satu scene bisa terdiri dari satu atau gabungan beberapa shot.

Ambil masing-masing shot pun dengan sudut yang bervariasi. Mulai dari sudut lebar (wide) untuk menangkap suasana, beralih ke fokus sedang (medium), hingga mendekat objek (close up). Potongan-potongan shot dari variasi angle itu yang akan berpadu dalam kesatuan video utuh (sequence).  



Nanti yang kita butuhkan dari tiap potongan itu hanya sekitar 3 detikan saja. Jadi pilihlah yang paling bagus. Mengapa ambil shot  yang tidak lebih dari 15 detik masing-masingnya? Perhatikan durasi iklan, lanjut Kang Dudi. Tiap scene berganti dengan cepat. Hal ini berkaitan dengan toleransi tonton umumnya masyarakat terhadap iklan. 
  
“Perhatikan pergantian gambar dalam iklan. Lama satu iklan 30 detik. Menurut penelitian resmi, orang bertahan melihat satu gambar video 8,25 detik. Jadi kenapa iklan cepat. Selalu ganti baru. Membuat orang tetap bertahan dengan konten kita,” ungkapnya. 

Video sudah jadi. Tapi kurang afdol rasanya jika tanpa musik latar. Atau menyisipkan suara narator (voice over) untuk menambah informasi. Meski perlu juga mempertahankan suara bawaan video. Kombinasi dari ketiga hal tersebut akan membuat konten lebih variatif.     

Kita bisa mendapatkan musik latar berpredikat 'creative common' atau bisa dibagipakai selama kita cantumkan sumbernya. Situs-situs penyedia musik bebas royalti, antara lain: freesoundtrackmusic.com, incompetech.com, bensound.com, joshwoodward.com, freemusicarchive.org, dan tentu saja Youtube. Praktek Lokalatih Vlog mengunakan aplikasi edit video Power Director (PD) dan olah animasi font dan foto Legend.  




Program Afiliasi CNI

Sementara itu, Founder ISB Ani Berta mengajak para narablog peserta lokalatih untuk selalu fokus pada peningkatan kapasitas diri dalam mengimbangi pacuan derap zaman.

“Kita  lakukan pengayaan diri. Kita sibukkan diri dengan belajar. Bikin konsep dan video butuh konsentrasi banget. Ayo kita berkarya,” ajaknya

Dalam kesempatan tersebut, Teteh Ani, panggilan akrabnya, juga memperkenalkan admin baru ISB yaitu Dama Vara (damavara.com) dan Lisnawati Pertiwi (lisnawatipertiwi.com).     

Nah supaya makin piawai, keahlian vlogging ini harus terus ditempa. Kita sudah mengikuti banyak workshop dan pelatihan. Banyak ilmu yang didapat. Selanjutnya apa? Praktekan. Konversikan dalam berbagai karya kreatif yang menghasilkan. Demikian imbau Teteh Ani senantiasa di tiap gathering

Hal itu senada dengan apa yang disampaikan Gusti Alendra dari Divisi Pemasaran CNI Indonesia. Gusti memantik kita untuk segera aksi usai mendapat keahlian baru, dengan menangkap peluang yang terbuka di depan mata.

“Dari 35 ribu anggota CNI di seluruh Indonesia, baru 5 % yang bermain di online. Kecil banget. Artinya peluang besar dapat income tambahan dari CNI bagi teman-teman blogger yang sudah belajar bikin konten bagus,” sebutnya.

Salah satu peluang bisnis yang ditawarkan Gerai CNI adalah ‘Affiliate Program’. Perusahaan yang menyongsong 32 tahun eksistensinya ini sudah dipercaya masyarakat dan memiliki jaringan nasional maupun global.

Beberapa keunggulan menggunakan Program Afiliasi Gerai CNI:

  1. Dapat mempunyai situs personal yang terintegrasi dengan GeraiCNI.com
  2. Konsumen dapat langsung melihat dan berbelanja melalui tautan afiliasi yang disebarkan.
  3. Kita dapat langsung melihat kalkulasi poin yang didapat melalui link afiliasi.

Cara memasarkan produknya pun mudah. Cukup dengan rajin menyebarkan produk-produk CNI sekreatif mungkin lewat berbagai media. Kita akan mendapat komisi hingga 15% dari pembelian tiap produk lewat tautan afiliasi di situs kita. 

“Teman-teman tidak perlu beli produk dan menyiapkan gudangnya. Juga tidak perlu packing barang. Semua pengiriman sudah disiapkan CNI. Tugas teman-teman memviralkan dari media sosial. Peluangnya besar karena pesaingnya masih sedikit sekali,” pungkasnya.  









Comments

  1. Yuk semangat nge-vlog, rajin latihan biar makin keren vlognya dan bisa dipasang di blog juga. Btw, aku tapinya masih bingung insert gambar itu loh, Kak... Kapan2 ajarin ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh yang Legend, kak? aku pun baru sisipkan di depannya saja, belum banyak kombo. Ayo kita belajar bersama. Komunitas ISB selalu memfasilitasi ajang kreatif sprti ini ya kak :)

      Delete
  2. Asik nih ada program afiliasi..
    Jadi benar-benar skill sebagai blogger ditambah ilmu baru sbg vlogger, bisa dimanfaatkan, salah satunya untuk program tersebut

    ReplyDelete
  3. benar kak Fenni. Program afiliasi sangat cocok bagi blogger (dan kini vlogger) yang rajin viralkan dan kerap berinteraksi di maya.

    ReplyDelete
  4. Kapan ya ada workshop sejenis lagi? Pengen banget deh bisa gabung. Pengen banget bikin vlog tp masih bingung memulainya. Palingan yg skrg ini, ya cuma mainin IG story aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mantap Kak Wian IG Story memang kini sangat potensial

      Delete
  5. wah gitu ya ternyata minat baca beralih ke vidio ya, saya juga si, hehehehe

    ReplyDelete
  6. Iya ya. Sekarang banyak blogger yang beralih dan bahkan double dengan ngevlog juga. Pengen sih aq. Tapi sayangnya waktunya belum memungkinkan. Soalnya buat nulis aja masih keteteran ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Bunda. menulis harus diutamakan ya, vlog bisa melengkapi :)

      Delete
  7. wah keren ulasanya tentang VLOG ini, semoga sukses mba

    ReplyDelete
  8. Perkembangan zaman yg terus meningkat. harus pandai2 menyesuaikan agar tidak tergerus dengan zaman. vlog bagian perkembangan zaman, blogger harus bisa menyesuaikan. Jaman mau kalah dg anak zaman milenial. ya ga sih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepakat kak Lita. kita hrs pandai2 berpirau mengarungi arus teknologi ya kak :)

      Delete
  9. Saya masih nggak pede kalau ngeVlog, tapi pengen nyoba juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah sudah betul itu kak, nyoba aja dulu yaa :)

      Delete
  10. ahhh, materinya bagus banget. Memang blogger harus update, sekarang orang lebih suka lihat video ketimbang baca.

    ReplyDelete
  11. Iya ya kak May, aplikasi pun sdh banyak, tinggal olah dari ponsel langsung unggah ya. Seluruh dunia pun jadi tau :)

    ReplyDelete
  12. VLOG menambah nilai plus artikel yg kita buat juga tentunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. cocok, Teh Ani. blogger yang vlogger lebih bernilai plus plus

      Delete
  13. Steady cam itu kayak gimana sih? Iya nih perlu tripod buat HP supaya makin oke bikin video.

    ReplyDelete
  14. alat penyanggah kamera/ hape agar bisa bergerak lebih leluasa, kak

    ReplyDelete
  15. ngomong-ngomong itu minuman coklat nya CNI favorit aku banget hihi, jadi juga ya videonyaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi kok sama sih kak. aku juga suka soklat plus ginseng. yummy juga sehat :)

      Delete

Post a Comment