Skip to main content

Featured Post

Ordering Food is Like Choosing Netflix Show

Every company has this same question that is asked by themselves everyday: How can we provide the most unique offering to our costumers? How can we win our cuctomers’ mind and heart? The type of question Grab also have. The Singaporean transportation network company has been expanding in Indonesia eversince it’s appearance in 2014. 

Mau Nonton Gundala? Baca Bocorannya!

gramedia writers and readers forum

Adegan bentrok ratusan orang dengan pasukan petugas mungkin cuplikan teaser Gundala paling menonjol. Begitupun adegan di trailer saat sang jagoan dikeroyok para begundal. Kontak fisik tampak nyata. Penasaran bagaimana scene itu memukau, pemeran utama Abimana Aryasatya beberkan proses kreatif film yang melibatkan tak kurang dari 1500 pemain ini.  
  
Banyak Adegan Keroyokan

Ketersediaan waktu bukan berarti penyelesaian film bisa lebih mudah. Makin banyak waktu malah makin banyak maunya. Jika tidak ditetapkan tenggat penyelesaian, suatu film bisa berpotensi molor. 

Untuk itu, Gundala yang sudah mengambil total waktu pengerjaan 2 tahun ini, memperhatikan sekali penanganan koreografi adegan perkelahian agar berjalan lancar.

Bersama koreografer Cecep Arif Rahman dan Endi Sulaiman, pemeran Sancaka ini ungkap tantangan dalam melakukan adengan baku hantam yang melibatkan lebih dari 10 orang. 

Tiap kali latihan, belum tentu terkumpul 30 orang dalam waktu bersamaan. Apalagi jika menilik kesinambungan adegan, karena orang yang datang berbeda-beda tiap kali latihan. Beda orang maka beda tempo gerak. Di sini perlu kerjasama yang terjalin intens.    
   
Belum lagi keinginan sutradara Joko Anwar saat mengeksekusi adegan baku pukul. Alih-alih dinamis dan indah, sang director ingin perkelahian tampak kacau dan rusuh. Mungkin agar terkesan natural layaknya kita meyaksikan perkelahian atau tawuran di jalanan. 

Untuk bisa menghadirkan adegan demikian, perlukan banyak kamera dari berbagai angle. Terbayang melelahkan sekali prosesnya baik bagi segenap kru maupun para pemain.

“Joko mau konsepnya kayak lu nonton orang berantem beneran, terus di-handphone-in. Jadi chaos, kacau, betul-betul kayak keributan. Kecuali yang berhubungan dengan CGI, kita syutingnya harus lebih proper” ungkap Abimana dalam Gramedia Writers and Readers Forum 2019 “Movie Talk: Gundala Putra Petir”, Sabtu 3 Agustus 2019, Perpustakaan Nasional RI, Jakarta.  


Imansyah Lubis dari Bumilangit Entertainment mengatakan, menyongsong  rilis film Gundala pada 29 Agustus 2019, Bumilangit melepas tiga komik Gundala untuk target pasar yang beragam. 

Bagi yang menyukai gaya manga dan anime, boleh baca komik Gundala Son of Lightning yang bisa diakses di Line dan Webtoon.

Untuk penggemar dari generasi lama, senior atau kolektor dapat mencari komik Gundala Remastered. Ada 23 judul komik yang dicetak khusus memperingat 50 Tahun Gundala (1969- 2019). 

Komik ketiga adalah Gundala Official Adaptation yang dicetak berbarengan dengan keluar filmnya di bioskop. Bocoran lagi nih, bakal ada varian sampul yang berbeda kalau beli komik di toko buku dan di bioskop. Cocok lagi jadi koleksi.

Gundala Official Adaptation bergaya US comics dan ditulis Goklas Sujiwo berdasarkan adaptasi naskah filmya. Goklas adalah penulis komik Si Buta Dari Goa Hantu yang berhasil meraih penghargaan best comic of the year dari PopCon Asia 2017.   

Ardiansyah didapuk jadi ilustrator komiknya. Bagi industri komik, reputasi Adriansyah tidak diragukan di kancah internasional. Ada andil goresan tangannya di komik Marvel X-Men Gold. Ardiansyah- yang baru-baru ini mengerjakan Flash: Flashpoint- juga mendapat kontrak eksklusif 7 tahun di DC Comics.  

Ardiansyah memilik khas gemar memasukkan elemenelemen Indonesia di dalam koimk yang dia gambar. Misal, ketika Green Lantern bertarung lawan Sinistro, pecahan kaca yang terbentur si antagonis, berbentuk peta Indonesia.      

Bakal Ada Sekuel

Bagi penggemar setia komik dalam negeri tentu tidak asing dengan nama Gundala. Komik Gundala pertamakali terbit pada 1969 dengan tema cerita bervariasi, mulai dari gelut antar jagoan sampai cerita detektif dan mistis. 

Jagoan super karya Harya Suraminata (Hasjmi) ini sudah bersandingan dengan karakter jagoan super lainnya seperti Sri Asih yang sudah lebih dulu muncul (sejak 1954) dan Si Buta Dari Goa Hantu.

Sejak 2003, Bumilangit berupaya mengumpulkan kembali sekitar 1148 karakter jagoan asli nusantara. Bumilangit memiliki dua jagat besar dengan pemimpin-pemimpin utama yakni Jagat Patriot (Gundala, Sri Asih) dan Jagat Jawara (Si Buta dari Goa Hantu).

Pasca rilis trailer, bahkan sejak teaser Gundala, sudah marak bermunculan teori penggemar (fans theory) yang berspekulasi perihal apakah Bumilangit akan tampil mirip Marvel Cinematic Universe atau DC Universe.

Untuk soal ini Abimana mempersilahkan para pengemar untuk membuktikan sendiri saat nonton film Gundala nanti. Mungkinkah bertebaran easter egg atau petunjuk yang mengarah kepada kemunculan jagoan-jagoan lainnya? Seperti memperkuat pernyataan Abimana, Imansyah lantas berkata:

“Mohon doa restunya. Dalam 5 tahun ke depan, bakal sering ketemu sama Bumilangit. Tunggu saja,” tandasnya mengundang warganet makin penasaran.  

Comments