Featured Post

Hanya Satu Cara Lestarikan Bahasa Daerah: Wariskan!

Image
Bagi rekan pembaca yang pemerhati bahasa Indonesia, mungkin familiar dengan slogan Badan Bahasa Republik Indonesia: “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing.

Selera Nusantara, Cita Rasa Asia, Hingga Masakan Eropa di Huk Family Resto Jatiasih

food blogger gathering
[courtesy of Imawan Anshari]
Kakak adalah pendiri komunitas yang mau memberi kesempatan pemain baru. Sahabat sekaligus guru yang dengan senang hati membentang kemungkinan bagi narablog pemula. Ia mengenalkan hiruk-pikuk media sosial lengkap dengan segala dinamika. 
Tempat Luas

Agenda seharian kak Kiki Handriyani lumayan padat. Mulai dari stand by di Perpustakaan Nasional, mengajar privat, tugas liputan, janjian dengan klien, hingga bertemu keluarga lagi di rumah. 

Di sela kesibukan, dengan menunggang motor, kakak masih sempat melakukan kegiatan sosial. Menjelajah sudut-sudut kepedulian, tiap jumat kakak membagikan nasi bungkus dan menyalurkan bantuan donatur untuk para pekerja di jalan, anak asuh, duafa, dan mereka yang membutuhkan.

Jadi saya mau mengajak kakak yang super sibuk ini makan siang. Sebagai ucapan terima kasih untuk kesempatan yang diberikan selama ini. Meski belumlah seberapa, sekadar berbagi kegembiraan, saya mengajak kakak ke restoran yang direkomendasi para pengelana rasa. 

Saya ingin undang kakak ke tempat makan bernuansa neoklasik yang komplit dengan menu lokal dan internasional. Saya mulai bercerita. Dan kakak, seperti biasa, setia menyimak.


Bergulirlah cerita, perihal pengalaman berkesan di sepotong siang yang gemilang. Ketika mengikuti Blogger Gathering Huk Family Resto Jatiasih, saya mendapati rentang hidangan yang variatif. Menu tersedia mulai dari selera Nusantara, masakan khas Barat dan Eropa, hingga cita rasa Asia. 

Menu demi menu yang datang silih berganti serupa pertunjukan seni dengan permainan bentuk dan warna. Pagelaran gastronomi di Blogger Gathering Huk Family Resto Jatiasih menggoda selera makan makin tergugah. Tak tahan jadinya ingin segera meraih sendok juga garpu. 

Food Blogger Gathering berlangsung di salah satu resto Huk yang lagi-lagi memiliki tempat representatif untuk kumpul bersama. Cuaca terik diteduhi payung-payung warna-warni yang menaungi tempat pakir dan beranda. Berlokasi di Jalan Parpostel No. 6 Jatiasih , dekat Sakura Regency, Huk Garden Resto Jatiasih memiliki ruangan luas dengan suasana nyaman serasa di rumah. 

Di depan pintu masuk bertemu gerai tampil bakery dan kue di sebelah kiri. Sampai di sini, naluri saya mendeteksi titik layak instagram mulai bereaksi. Di sebelah kanan, terdapat logo Huk Family Resto dan tulisan "Eat, Drink, Enjoy" dengan font gaya restoran Amerika tahun 70-an. 

Di meja makan paling kanan berhias wallpaper apik sepasang gadis Jepun berkimono menari di latar gunung Fuji. Masuk lebih dalam, di sebelah kanan terdapat meja makan berilustrasi sungai dan apartemen kota Amsterdam. 

Saya terhibur tingkah kawanan ikan koi lincah berenang ke sana ke mari di kolam kecil yang mengelilingi bangku taman berhias mural kupu-kupu. Musala lengkap dengan sajadah, mukena dan sarung, serta Al Qur'an terdapat di sebelah kiri sebelum kolam ikan. 

Masuk lebih dalam lagi, terdapat ruang makan semi outdoor yang lega dan dihias mural bus double decker khas London. Di paling kanan terdapat ruang makan dengan penyejuk udara (air conditioner).


Ingin belaian semilir angin usai disegarkan air wudu, naik saja ke lantai dua. Lantai atas Huk Family Resto Jatiasih juga memiliki dua tipe ruangan; yang berpenyejuk udara dan yang semi outdoorDekorasi dinding nuansa vintage awal revolusi industri dan kutipan-kutipan motivasi  memancing swafoto juga inspirasi menulis caption di medsos.

Sesuai konsep restoran keluarga, Pemilik Huk Garden Resto Jatiasih pasangan suami & istri, Bapak Bangkit Kuncoro dan Ibu Siti Zulfa menghadirkan perpaduan tempat makan luas dan cozy serta variasi menu yang mewakili semua selera. Tak heran bila Rumah Huk Jatiasih kerap jadi ajang gathering, ulang tahun, arisan, dan temu semarak lainnya. 

Waktu Buka Huk Garden Resto Jatiasih dari Pukul 10 pagi hingga 9 Malam. Pesanan terakhir (last order) di 30 menit sebelum tutup resto. Bila ada reservasi acara, waktu buka bisa menyesuaikan. 

Menurut Ibu Zulfa, Huk Family Resto Jatiasih sering menjadi pilihan untuk acara lamaran dan pernikahan. Untuk kapasitas acara pernikahan, Huk Family Resto Jatiasih mampu menampung 300 orang (sebagian tamu duduk) dan standing party hingga 500 orang. 

Yang penasaran seperti apa suasana Rumah Huk Jatiasih bisa kepoin Instagram Huk Family Resto. Lini masa mereka ramai dengan foto makan bersama dan video testimoni pengunjung. Semarak bilah-bilah feed itu membuktikan eratnya hubungan antara pemilik, dan awak Huk Family Resto dengan pelanggan. 

Saya teringat CEO kenamaan Howard Schultz yang berhasil membangun komunitas antara brand dan loyalitas customer. Datang ke Huk Family Resto adalah momen merayakan kebersamaan. Generasi kolonial bisa kompak makan bareng anak milenial karena menu kesukaan mereka terakomodir di Huk Garden Resto Jatiasih. 


Menu Variatif

Membuka menu Huk Family Resto Jatiasih seperti sedang memilih tayangan Netflix, terhampar berbagai pilihan kategori. Mau mulai dari mana? Indonesian Food, Pizza/ Pasta, Steak, dan Sushi Corner. Untuk varian minuman ada Fresh Juice, Special Blended, dan Hot and Cold Beverages. Untuk kudapan tersedia menu Snack, Ice Cream, dan Aneka Bakery & Cookies. 

Antusias saya menelusur menu steak dengan harga yang ramah di kantong, di antaranya: Grilled Chicken (27.5k), Cordon Bleu (32.k), dan Beef Stroganoff (37.5k). Saya juga happy melihat harga aneka pizza dan pasta yang tak sampai 50k. Ada Cheese Pizza (25k), Pizza Special (38.5k), dan Spaghetti Bolognaise (27.5k). 

Ada menu Huk Garden Resto Jatiasih yang mengundang penasaran, yakni Spaghetti Kecombrang dan  Beef Steak Kecombrang yang pas banget sedang promo + es teh manis hanya 25k. Spaghetti Kecombrang adalah sebuah karya mixed cuisine ketika Italia bertemu Indonesia. Pasta kenyal yang pedas ditambah potongan ayam krispi. Pengalaman baru merasakan fusion food di mana dua karakter masakan berpadu dalam satu piring.  

Kalau hidangan internasional saja lengkap, apalagi masakan khas Indonesia. Menu Nusantara Huk Garden Resto Jatiasih antara lain Nasi Goreng Kencur + Ayam (30k), Capcay Goreng (26k), Bebek Goreng (27.5k), Bebek Bakar (27.5k), Sop Tom Yam (27.5k), Brokoli Cah Sapi (30k), Udang Goreng Huk (37.5k), Beef Teriyaki (42.5k), Gurame Bakar (52.5k), Gurame Goreng Terbang (52.5k), Sop Buntut Lada Hitam (62.5k), dan masih ada sekitar 44 pilihan menu khas Nusantara.



Yang doyan aneka lauk dipeluk balutan kepalan mungil nasi lembut, mana suaranya? Pelanggan begitu dimanjakan dengan deretan makanan khas Negeri Sakura ini. Rumah Huk Jatiasih sedia California Roll (25k), Crunchy Unaagi (35k), Volcano Sushi (40k), Dragon Sushi (45k), Teukoro Hot Unagi (45k), dan 10 varian hidangan sushi lainnya.

Di lini beverages terutama jus buah segar, Rumah Huk Jatiasih sedia aneka minuman pelepas dahaga, antara lain Marquisa Squash (14k), Cappucino Blend (15k), Kedondong Juice (16k), Mangga Juice (16k), Lemon Grass Orange (17k), Milkshake Strawberry (20k), dan masih ada sekitar 46 pilihan minuman panas maupun dingin.

Di kategori kudapan bisa ambil Roti Coklat Keju, Cupcake Animasi, dan Bolu Gulung Pandan. Juga tersedia Roti Maryam Coklat Keju (15k), Roti Maryam Ice Cream (20k), French Fries (19.k), Chicken Wings (20k), dan masih ada 5 pilihan jenis penganan lainnya. Roti maryam favorit saya. Tebal, legit, dan enak dengan baluran coklat, taburan meses, dan parutan keju. Saya masih penasaran belum coba roti kopi, varian snack baru Rumah Huk Jatiasih.


Sayang sekali hari itu kami tidak berada di dekat Rumah Huk Jatiasih. Kami sedang bertugas di bilangan Senen Jakarta Pusat. Tapi acara makan bersama harus berlanjut. Kami pun mengarah ke Huk Family Resto di Jalan Cempaka Putih Raya No. 17 Jakarta Pusat. Lokasinya tepat berada di belakang Hotel Grand Cempaka.   

Untuk aktivitas yang padat, kita perlu menjaga stamina yang tetap prima. Apalagi bagi yang konsentrasi berimbang antara curahan otak dan genjotan fisik. Berkendara motor mencapai lokasi kerja lalu berkutat dengan konten literasi tentu membutuhkan asupan cukup. Jangan sampai telat makan, karena tubuh adalah aset untuk keluwesan gerak tiap harinya..

Jadi Kakak mau makan apa? Kakak suka menu yang ada sup atau kuah. Sebagai recharge dari kurasan energi sejak lepas subuh tadi, saya pilihkan menu Sop Iga Bakar (60k), dan Kakak memilih minuman Melon Float (23k). Saya yang kepincut rasa unik siraman saus asam manis yang melumuri potongan daging empuk, memesan Beef Stroganoff.   

Sambil menunggu pesanan terhidang, kami saling lempar isu aktual dan bertukar gagasan. Karena sedang di restoran, kami membahas food blogger gathering dan literasi kuliner. 

Pertemuan di meja makan lebih dari sekadar petualangan rasa. Wisata kuliner juga ajang jelajah karsa manusia. Terbentang perjalanan proses budaya. Ada cerita di tiap rasa yang membawa kita kembali ke masa silam. Di mana Beef Stroganoff tercipta dari tangan terampil chef Prancis yang berkompromi dengan lidah Rusia, dan kini bersua di Cempaka Putih.

Di tengah seru diskusi harus terhenti oleh kedatangan makanan. Sop Iga Bakar terhidang lengkap dengan nasi, sop, emping dan sambel. “Dagingnya lembut banget”, komentar pendek Kakak di suapan pertama. Sesekali Kakak mencocol daging ke sambel dibalut nasi yang berkuah sop. Kadang ia mencelupkan daging ke sop dilanjutkan dengan suapan nasi dan gigitan emping renyah.



Saking asyik menyaksikan kakak makan, sampai lupa Beef Stroganoff sudah terhidang di depan saya. Daging bersaus creamy ditemani kentang goreng bentuk crinkle cut serta potongan wortel dan kacang panjang segar. Kombinasi yang cukup melengkapi kebutuhan gizi, dan porsinya yang pas bikin saya tidak merasa full atau kekenyangan.

Rasa Beef Stroganoff di Huk Family Resto Cempaka Putih sama dengan yang saya lahap di Huk Family Resto Bintaro dan Huk Family Resto Jatiasih. Menakjubkan bagaimana mereka mampu mempertahankan kualitas menu tiap restonya yang tersebar di beberapa lokasi. 

Ibu Zulfa ungkapkan tipsnya. Tiap koki yang akan ditempatkan di cabang, dilatih lebih dulu di resto pertama berdiri, Huk Family Resto Cempaka Putih. Secara rutin ada chef yang mengontrol performa tiap resto Huk. Makanya kualitas makanan tetap terjaga. 

Selanjutnya, momen yang hening sepanjang menikmati makanan masing-masing. Obrolan terhenti demi sesi lebih yang penting. Hanya harmoni sendok dan garpu yang saling balas berdenting. Diiringi alunan lembut lagu more than words yang membahana di dalam resto, perut kami berbahagia siang itu.

Usai terpenuhi asupan gizi di Huk Family Resto, langsung terbit ide untuk garap konten berikutnya. Memang lebih mudah mengolah ide bila perut sudah terisi. Sore menjelang. Sambil tak lupa menyempatkan foto di sofa yang bertengger lukisan naturalisme, kami saling mendoa lalu berpisah. 

Kakak melanjutkan aktivitas, dan saya harus kembali ke kantor. Siang yang termanfaatkan dengan baik. Makanan enak, suasana nyaman, silaturahim dan percakapan bermutu, serta ilham yang berdegup untuk didongkrak tinggi. Semangat menghela lagi. Maka nikmat mana lagi yang kudustakan?      

Popular posts from this blog

Kembalinya Satu Paket Kocak di Film Preman Pensiun

Rice Cooker Hilangkan Puluhan Kosa Kata Sunda

Tangkas SEO dan Cerdas Keuangan