Skip to main content

Featured Post

Ordering Food is Like Choosing Netflix Show

Every company has this same question that is asked by themselves everyday: How can we provide the most unique offering to our costumers? How can we win our cuctomers’ mind and heart? The type of question Grab also have. The Singaporean transportation network company has been expanding in Indonesia eversince it’s appearance in 2014. 

Jajanan Awet dan Oleh-Oleh Berfaedah

jual buku murah gramedia

Temu keluarga jadi salahsatu momen yang layak dinanti. Mengingat kesibukan masing-masing anggota, kumpul keluarga jadi ajang berkualitas dan berfaedah. Upayakan datang meski hanya mampir, karena tidak tiap hari kita bisa bersilaturahim.

Anak dan Kemenakan

Apalagi keluarga besar yang menyebar dari berbagai penjuru mata angin. Tiap hari hanya ramai saling sapa di grup WA. Hampir tiap saat saling lempar meme, video, tautan, narasi ruwet, dan yang paling sering untaian doa berembun pagi. Maka, inilah waktu kita bertemu dalam ruang dan waktu yang sebenarnya.

Terlalu mengandalkan komunikasi di dunia maya kurang bagus juga. Fitrah kita adalah berkumpul dalam jalinan interaksi nyata. Bertatap muka dan saling jabat. Maka, demi kesuksesan acara, kita pun mengatur dan menyusun sejak jauh hari atau bulan sebelumnya. Buktikan agenda temu kagen tidak sebatas wacana.

Karena kakek dan nenek sudah tiada, kumpul bareng biasa bertempat di rumah anggota yang paling senior. Rumah paman saya yang paling tua cukup representatif dan punya pekarangan luas. Cocok. Kita akan bertemu lagi paman dan bibi, kakak, adik, abang, sepupu, besan, ipar, dan... yang paling berkesan, setidaknya bagi saya, siapa lagi kalau bukan.. keponakan. 

Mereka mahkluk-makhluk kecil paling menggemaskan sekaligus menantang tingkat kesabaran. Sudahlah tiap hari kami diuji anak-anak di rumah, kini ditambah polah kemenakan yang kerap diboyong semua lengkap oleh orang tuanya di tiap kesempatan temu kangen keluarga.

Anak-anak saya seperti bertemu sekutu strategis dalam perjumpaan paling monumental di akhir pekan. Mereka kompak berteriak gembira, bertingkah kocak dan tergelak, saling berkejaran dan berlarian ke sana ke mari. Melampiaskan energi dalam permainan seolah  tak kenal lelah. Padahal dalam hati saya senang juga karena mereka bisa sejenak lepas dari ketergantungan terhadap gawai. 

Namun ada juga keponakan yang kurang antusias karena bawaan mereka yang lebih kalem dan anteng cenderung pasif. Sebagian bersembunyi di balik ketiak ayah dan ibunya. Sebagian lagi berkutat di depan pijaran gawai entah ke mana benak mereka melanglang buana. Untuk tipe keponakan seperti ini memang tidak menimbulkan cobaan yang siginfikan. Pokoknya jangan diganggu, itu sudah keputusan paling tepat.   

Meski hiruk pikuk serta tampilan kondisi sekitar yang menyerupai kapal pecah, kita senang melihat mereka bisa bersama menjalin keakraban antar saudara. Harapannya, kekompakan berlanjut hingga mereka tumbuh dewasa nanti. Saling membantu dan mendukung satu sama lain. Terdengar utopis ya, tapi bolehlah punya harapan yang ideal. Namanya juga doa.

Baiklah, anak-anak sedang main, lanjut bercengkerama dengan sanak famili. Namun tak beberapa lama, di tengah menyesap momen keakraban, sontak terdengar riuh bentrok massa. Saya datangi sumber suara, karena mengenali rengekan yang paling nyaring itu pita suara milik anak bungsu saya. Benar saja, dia sedang berkelahi dengan saudara sepupunya. Memang situasi yang sudah biasa tapi ya sempat bikin agak senewen juga.

Tapi itu kemarin. Kini saya punya ide brilian mengatasi tantangan di kala kumpul bareng keluarga besar. Satu solusi yang menyenangkan semua pihak. Bukan sekadar jalan keluar tapi juga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak di usia emas dan yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya mau mengupayakan suasana kreatif khas literasi. Kalaupun timbul gesekan nanti, saya harap yang terjadi adalah adu gagasan dan argumen, bukan lagi adu otot. Mengajar anak berdialektika sejak dini. Boleh juga.   

Saya akan bawakan mereka oleh-oleh buku. Katanya pendidikan yang paling baik adalah keteladanan. Saya akan tularkan serunya berkeliling dunia hanya dari menelusuri lembar demi lembar buku. Apalagi saya tahu di mana mendapatkan buku-buku bagus sekaligus dengan harga yang ramah di kantong.

buka gudang buku murah gramedia


Komik Cuma Seceng

Sejak tanggal 1 hingga 31 Oktober 2019, Gramedia gelar Buka Gudang Gramedia di Gedung Kompas Gramedia yang berlokasi di Jalan Palmerah Barat No. 29-31, Jakarta Pusat. Titik sasaran bisa dicapai dengan mikrolet M11 atau M09 baik dari arah Tanah Abang atau sebaliknya dari arah Kebon Jeruk dan Kebayoran Lama. Iya, tepat sekali. Gedungnya ada di deretan dekat Pasar Tradisional Palmerah. Buka Gudang Gramedia berada di bagian belakang gedung, di samping Kantin PalBar.     

Semua buku yang dijual diberi diskon 50%. Bahkan ada penawaran istimewa, harga komik satuan hanya seribu rupiah dengan minimal pembelian 10 komik. Banyak buku aktivitas anak dilabeli harga super murah. 

Buku yang ditawarkan juga variatif untuk anak cowok dan cewek. Buku mewarnai anak dengan karakter Boboiboy hinga Putri Disney mulai harga Rp 10,000. Buku Candy Series mulai harga Rp 41,000. Bagi yang ingin nostalgia atau mengenalkan Seri Lima Sekawan kepada anak, koleksi karangan Enid Blyton itu dijual dengan harga Rp 19,000. 

Terdapat koleksi buku pengenalan agama Islam bagi anak dengan desain dan  bahasan yang menarik. 

Buku “Hafal Alquran Meski Sibuk Sekolah” terbitan Elex dengan harga Rp 17,500. Buku “Asmaa Ul Husna” terbitan Grasindo dengan harga Rp 67,500. Buku “20 Anak Hebat Zaman Nabi Muhammad” terbitan GPU dibanderoli harga Rp 22,500. Buku “Apa Kata Rasulullah Saw: Komik Adab sehari-hari” terbitan GPU dengan harga Rp 25,000. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Ada juga buku-buku panduan dan referensi lengkap bagi orang tua mendidik anak serta membina rumah tangga dan keluarga. 

Buku “Asyiknya Meningkatkan Kecerdasan Anak Untuk TK” terbitan BIP dengan harga Rp 31,500. Buku “Cara Terbaik Mendidik Anak Sendiri” terbitan Elex dengan 24,900. Buku “Membentuk Akhlak Anak” terbitan Elex dengan harga Rp 26,400. Buku “Happy Parenting With Novita Tandry” terbitan BIP dengan harga Rp 32,500. Dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Tak ketinggalan, tersedia juga koleksi bacaan bagi yang membutuhkan informasi seputar ekonomi dan bisnis.

Buku “Guru In A Bottle: The Art Of Influencing And Selling” terbitan Elex dengan harga Rp 49,900. Buku “How To Close Your First Sale” terbitan Elex dengan harga Rp 32,400. Buku “Ngatur Keuangan Keluarga Itu... Gampang! (Updated)” terbitan Elex dengan harga Rp 18,900. Buku “The Third Wave Visi Masa Depan Dari Seorang Entrepreneur” terbitan Elex dengan harga Rp 41,400. Buku “Ini Lho KPR Syariah!” terbitan GPU dengan harga Rp 26,000. Buku “9 Pemborosan Yang Membunuh Profit” terbitan Elex dengan harga Rp 26,900. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tersedia bahan referensi, antara lain buku “Strategi Cerdik Lolos Tes CPNS Sistem CAT + CDO terbitan Grasindo dengan harga 37,500. Buku "Top Master Toefl: Pursue Your Highest Grammar Score!" Terbitan Grasindo dengan harga Rp 43,000. Buku "Simple Learning Steps: Bahasa Inggris Dan Jerman" terbitan Grasindo dengan harga Rp 26,000. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Bagi yang gemar baca novel, buku pengembangan diri, sejarah, komputer dan teknologi, kamus bahasa asing, buku rujukan pelajaran, hingga peralatan sekolah, semua juga tersedia di Buka Gudang Gramedia. Tas pinggang hingga ransel dijual mulai harga Rp 45,000. 

Ada cashback menarik bagi transaksi yang menggunakan aplikasi layanan non tunai. Jadi dobel keuntungannya, ya. So, tunggu apa lagi? Segera ajak orang-orang tercinta ke Buka Gudang Gramedia. Jangan khawatir kehabisan koleksi lengkapnya karena penjualan buku murah ini digelar selama satu bulan penuh, dan tetap buka di akhir pekan. 

Comments

  1. Wah bagus bun apalagi buku2 yang bergambar, pasti anak-anak seneng, dan yang terpenting agar mereka cinta dengan buku hehe

    ReplyDelete
  2. aduh gatal lihatnya, kalau tinggal di jkt sudah kabur ke sana

    ReplyDelete

Post a Comment