Andi Patonangi Arahkan Mahasiswa Azzahra Penerima Beasiswa KIP

narasumber acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Kuliah Umum 2023/2024


Komitmen Pemerintah memberikan akses luas bagi pemeratan pendidikan tingkat tinggi diwujudkan lewat program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah).

 

IPK Jeblok, Beasiswa Dicabut

Kesempatan melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, mengingat keterbatasan kuota. Tenaga Ahli Anggota Komisi X DPR RI Andi Patonangi, S.P., M.Kesos mengungkapkan data terkininya; jumlah pendaftar Beasiswa KIP-Kuliah mencapai 1 juta orang. Sedang kuota beasiswa KIP-kuliah 2023 hanya 200 ribu orang. 

Untuk itu, para mahasiswa penerima beasiswa KIP-Kuliah didorong untuk sungguh-sungguh dalam belajar. Mengingat mereka menjadi salah satu dari segelintir mahasiwa yang berkesempatan kuliah. Tapi jangan terlena, pertahankan, bahkan tingkatkan prestasimu, karena suatu saat beasiswa bisa dicabut atas sebab satu dan lain hal. 

Andi Patonangi memberikan arahan dan penjelasan teknis terkait beasiswa KIP-Kuliah 2023. 

“Suatu saat, beasiswa bisa dicabut jika mahasiswa penerima tidak bisa pertahankan nilai IPK-nya”, tandas Andi Patonangi dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Kuliah Umum 2023/2024, Sabtu 23 September 2023, Universitas Azzahra, Jatinegara, Jakarta Timur


peserta acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Kuliah Umum 2023/2024


Kuliah Yang Digaji

Dalam arahannya, Andi juga mengajak para mahasiwa untuk memanfaatkan kesempatan bernilai ini sebaik-baiknya. Tidak ada alasan kendala ongkos transportasi. Karena ini semua sudah ditangani dalam skema pembiayaan beasiswa KIP kuliah.

Andi mengungkapkan, selain biaya kuliah, mahasiswa penerima KIP-Kuliah juga memperoleh uang saku KIP-Kuliah dengan ragam besaran berdasarkan wilayah. Untuk di DKI Jakarta, mahasiswa penerima beasiwa KIP-Kuliah memperoleh bantuan biaya hidup sebesar Rp 1, 2 juta per bulan.

”Adik-adik kuliah sebenarnya mirip-mirip digaji. Jadi tidak ada alasan untuk tidak serius belajar dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan,” imbuhnya.

KIP-Kuliah memungkinkan terjadinya pemerataan akses pendidikan yang melintasi ruang dan waktu. Bagaimana mahasiswa dari Kendari, Papua, dsb, bisa berkuliah di kampus-kampus favoritnya di Jakarta. Diharapkan, KIP-Kuliah mendukung mahasiswa memperoleh pengalaman di ibukota untuk nanti kembali ke daerah masing-masing memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan di daerah.

Hadir juga Rektor Universitas Azzahra Drs. Syamsu A. Makka, M.Si memberikan sambutan. Juga tampil Tokoh Pendidikan Prof Dr. Jaali memberikan kuliah umum di hadapan lebih dari 200 mahasiswa baru Universitas Azzahra.

 


Komentar