Film Desember Jani produksi Palari Films terpilih menggelar World Premiere di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39.
Momen Kecil Berkesan
Helatan Tokyo International Film Festival ke-39 berlangsung dari 26 Oktober hingga 4 November 2026.
Film Desember Jani diputar perdana dunia (wold premiere) di Tokyo International Film Festival pada 27
Oktober 2206 pukul 17.10 (waktu setempat), dan pada 29 Oktober 2026 pukul 13.30
(waktu setempat).
Film panjang pertama sutradara Ariani Darmawan ini hadir dalam program kompetisi Asian Future.
Sebelum Tokyo, Desember Jani mengikuti Hong Kong Asia Film Financing Forum (HAF) pada Maret 2026.
Desember Jani ditulis Cyntha Hariadi, diproduseri Meiske Taurisia, dan Muhammad Zaidy, serta menghadirkan Luna Maya sebagai produser eksekutif.
Desember Jani, kisah keluarga Indonesia, dibintangi Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan Hyori Mika.
Meiske Taurisia mengakui, Desember Jani diniatkan sebagai medium komunikasi kepada penonton yang juga punya keluarga menghadapi berbagai dinamika.
"Sejak awal kami membuat Desember Jani untuk berbicara kepada penonton di sini, kepada anak, ibu, kakak, adik, dan keluarga yang mungkin pernah mengalami sulitnya memulai sebuah percakapan,” imbuhnya.
Perjalanan ke Tokyo, lanjut Meiske, justru menunjukkan cerita yang sangat lokal juga bisa berbicara kepada penonton dari tempat berbeda.
Ariani Darmawan menjelaskan, daya tarik utama Desember Jani memotret momen keseharian yang berkesan.
"Bagi saya, daya tarik utama sebuah keluarga terletak pada momen kecil harian yang dialami bersama. Di dalamnya tersimpan amarah, kekecewaan, kasih sayang, serta gengsi, namun kita sering kali bingung cara mengungkapkan atau menyikapinya,” sebut Ariani.
Dirinya berharap, baik penonton di Indonesia maupun Tokyo dapat melihat cerminan serta kedekatan dengan keluarga mereka sendiri lewat kisah keluarga Jani.
Ariani merancang gagasan cerita Desember Jani selama tiga tahun, berkolaborasi dengan Cyntha Hariadi, penyair sekaligus penulis favoritnya. Penulisan naskah Desember Jani merupakan debut Cyntha menggarap skenario film layar lebar.
Cyntha Hariadi menuturkan, Desember Jani mengambarkan tantangan komunikasi yang kerap dialami anak saat berinteraksi dengan orang tua.
"Anak bisa merasa tidak didengar, sementara orang tua merasa semua yang dilakukannya adalah untuk keluarga. Keduanya bisa sama-sama menyayangi, tapi tetap tidak saling memahami,” beber Cyntha Hariadi.
Kendati demikian, karakter di Desember Jani ditampilkan tidak menjadi karakter yang sepenuhnya benar atau salah.
Setelah Tokyo, perjalanan Desember Jani kembali ke rumah bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026.
