Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Featured Post

BukaTalks: Jangan Suruh Hafal, Ajak Anak Alami

Macgyver lumpuhkan penjahat hanya lewat rakitan alat yang ditemui di sekitar. Dalam versi remake, di satu episode, cowok panjang akal ini bilang ayahnya yang mengajarkan dia science (sains) sejak kecil. Co Founder Ilmuwan Muda Indonesia (IMI) Kartika Oktorina membawa keseruan sains untuk anak di BukaTalks by BukaLapak: “Pendidikan Untuk Semua”, Plaza City View, Jakarta (2/5/18).

Indonesia Internasional Book Fair 2014: Era Digital, Perlukah Buku Diselamatkan?

Di era digital ini, apakah orang masih membaca buku? Apakah buku perlu dibela, dan diselamatkan? Pertanyaan-pertanyaan ini bergulir dari pidatoKetua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Lucya Andam Dewi, dalam sambutan pembukaan Indonesia Internasional Book Fair 2014, Guest of Honour: Saudi Arabia, Istora Gelora Bung Karno, Jakarta (1/11/14).

Storytelling for Comics: Jangan Tunggu Inspirasi, Kuasai Fundamentalnya!

Sepenggal wasiat profetik berbunyi: “… Jika kamu berada di sore hari, jangan menunggu pagi hari, dan jika engkau di pagi hari janganlah menunggu sore”. Pesan ini juga berlaku saat bercerita dalam tuangan gambar. Ilustrator Caravan Studio, Hendry Iwanaga, mengungkapkan, jangan tunggu inspirasi, tapi ketahui fundamentalnya. Apakah itu? 


Simnas Linguistik: Terjemahan Dipantau Negara

Jabatan Fungsional Penerjemah telah ditetapkan melalui Peraturan menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor PER/24/M.PAN/5/2006 tahun 2006. Kementerian Sekretariat Negara ditetapkan sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penerjemah. Mengapa bukan di Badan Bahasa? Karena menyangkut hal yang strategis. Demikian ungkap Guru Besar Linguistik Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Cece Sobarna, dalam Seminar Nasional tentang Linguistik: From the Initial Idea to the Translation Quality Assesment, yang diselenggarakan Fakultas Adab dan Humaniora Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta(15/.10/14)

Popcon Comic Talkshow: Jepang Heran Komiknya ‘Ditelan’ Bulat

Komik Jepang atau manga laku keras di pasar Asia, Amerika, sampai Eropa Barat dan Timur. Hal ini kerap membuat Jepang heran betapa karya mereka bisa ‘ditelan’ bulat-bulat pembacanya di penjuru dunia. Demikian ungkap pengamat komik dan jurnalis lepas, Hikmat Darmawan. “Paling tidak, mayoritas komikusnya seringkali heran kenapa komik mereka ditelanbulat-bulat konsumen di negara lain, dari Asia, Amerika, sampai Eropa Barat dan Timur. Jerman misalnya, salahsatu penerbitan yang sangat laris di sana adalah manga. Komikus, perusahan apalagi pemerintah Jepang  seringkali heran, kok bisa?,” Sebutnya dalam comic talkshow Akademi Samali bertajuk “Preparing Publishing Industries to Face AFTA.” di ajang Popcon Asia 2014, Gedung Smesco, Jakarta, sabtu (20/9/14).