Selain Spiritualitas, Ramadan Juga Hadirkan Kekuatan Transformatif

  



Ramadhan Leadership Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) bukan sekedar mengisi rutinitas diskusi, tapi juga untuk membangun arah kepemimpinan bangsa.


Ulul Ilmi dan Ulul Albab

Selain menghadirkan nuansa spiritualitas, Ramadan juga melahirkan kekuatan transformatif. Dalam momentum ini, Ramadhan Leadership ICMI dilaksanakan sebagai ruang konsolidasi moral, dan strategis.

Ketua Panitia Ramadhan Leadership ICMI 1447 H yang juga Ketua Umum Pemuda ICMI, Ismail Rumadan, menegaskan, Indonesia tidak kekurangan sumber daya, tapi kita mengalami krisis multi dimensi. 

”Bangsa ini tidak kekurangan sumber daya, dan talenta. Tidak pula kekurangan peluang. Yang kita hadapi hari ini adalah krisis orientasi, integritas, dan krisis keteladanan,” ungkapnya dalam pembukaan Ramadhan Leadership ICMI "Spiritualitas, Intelektualitas, dan Kepemimpinan Strategis untuk Indonesia Berkemajuan dan Berkeadaban", Rabu 25 Februari 2026, Auditorium BRIN, Gatot Subroto, Jakarta. 

Rumadan melanjutkan, krisis orientasi ini perlu menjadi perhatian, khususnya bagi para cendekiawan, periset, ilmuwan, yang dijustifikasi dalam Al-Quran sebagai ’Ulul Ilmi’.  

Ulul Ilmi yaitu para pencari ilmu, para pembelajar, berbeda dari Ulul Albab. Ulul Albab adalah mereka yang memang mendekatkan diri dalam perspektif perlindungan zikir. Ulul Ilmi adalah para periset.   

Allah mengambil dua saksi, malaikat dan Ulul Ilmi untuk menyaksikan kebesaran-NYA. Ini merupakan hal yang luar biasa. Maka, cendekiawan, imbuh Rumadan, harus kembali memberikan orientasi pada Ulul Ilmi ini. 

”Allah mengukuhkan diri sebagai Tuhan. Penguasa otoritas langit. Tiada Tuhan selain Allah, dan mengambil dua saksi. Otoritas bumi itu para ulul ilmi.  Sekarang orientasi kita, yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Hari ini kita pertanyakan, orientasi para ulul ilmi ini sejauh mana?” tandas Rumadan. 

Ramadan, sebut Rumadan, mengajarkan kita satu hal fundamental, yaitu kepemimpinan dimulai dari penguasaan diri, lalu berkembang menjadi pengolahan sistem, dan mengarah pada transformasi peradaban.  Apakah hanya terjebak pada orientasi pragmatis, ataukah menjawab kebesaran Allah SWT?

Karena itu, ICMI, sebagai rumah besar Cendekiawan Muslim Indonesia, memiliki tanggung jawab secara baik dalam perspektif memastikan pemimpinan nasional tidak tercerabut dari nilai tauhid, keadilan, dan kemaslahatan.

Menurut Ketua Umum Pemuda ICMI, kepemimpinan yang kita bangun bukan kepemimpinan populis, apalagi kepemimpinan yang lahir dari transaksional. Melainkan kepemimpinan strategis yang mampu membaca zaman, mengantisipasi perubahan, dan tetap tangguh pada prinsip. 

"Oleh karena itu, Ramadan Leadership kali ini mengharapkan lahirnya gagasan baru. Bagaimana mengelola, dan mengatur masa depan Indonesia," pungkas Rumadan. 

Ramadhan Leadership ICMI 1447 H menghadirkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)/ Ketua Umum ICMI Arif Satria, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Kepala Pusat Riset Hukum BRIN Nawawi, Pelaksana Tugas Kepala Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora (OR IPSH) BRIN/ MPP ICMI Muhammad Najib Azca, dan Direktur Umum dan Hukum LPDB Deva Rachman.

Dari jajaran Majelis Pengurus Pusat ICMI juga hadir antara lain Wakil Ketua Umum ICMI Mohammad Jafar Hafsah, Ketua Dewan Penasihat ICMI Pusat Jimly Asshiddiqie, Bendahara Umum ICMI Andi Irman, Ketua Umum Perempuan ICMI sekaligus Ketua Panitia Festival Ramadhan ICMI Welya Safitri, dan Dewan Pertimbangan ICMI Syahganda Nainggolan.    

Posting Komentar untuk "Selain Spiritualitas, Ramadan Juga Hadirkan Kekuatan Transformatif"