Jakarta Film Week 2026 Tayangkan 157 Film dari 59 Negara

Encounters of the Martial Mind: A Masterclass with Sammo Hung


Jakarta Film Week 2026 resmi dibuka pada 21 Oktober 2026, membawa 157 film dari 59 negara dalam perayaan sinema selama lima hari.


A Masterclass with Sammo Hung 

Festival yang berlangsung hingga 25 Oktober ini mengusung tema Encounters. Pembukaan Jakarta Film Week tahun keenam ini berlangsung di CGV Grand Indonesia, ditandai pemutaran film Ah Girl karya sutradara Singapura, Ang Geck Geck Priscilla. 

Film panjang pertama Priscilla mengambil latar Singapura pada 1994. Cerita kehidupan Swee Swee (Xuanjing Ong), anak perempuan berusia tujuh tahun, saat menghadapi dinamika keluarga, dan mencoba memahami dunia di sekitarnya. 

Tak hanya menghadirkan karya dari berbagai negara, Jakarta Film Week 2026 juga menjadi ajang pertemuan para sineas, aktor, komunitas, dan pelaku industri film. 

Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Sammo Hung, aktor, sutradara, produser, sekaligus koreografer laga legendaris asal Hong Kong. 

Melalui program JFWNET–Industry Program, Sammo Hung berbagi pengalaman dalam masterclass bertajuk “Encounters of the Martial Mind: A Masterclass with Sammo Hung”. 

Sesi berkapasitas sekitar 500 peserta ini membahas perjalanan kreatifnya dalam mengembangkan koreografi pertarungan sebagai bagian dari bahasa sinema. 

Program lainnya, ada “Family Time” yang mengajak anak dan keluarga berdialog serta berkarya setelah menonton film, Herstory yang menyoroti pengalaman perempuan, hingga Emergency Broadcast yang menghubungkan perfilman dengan realitas politik sehari-hari. 

Untuk pecinta pengalaman sinematik yang berbeda, program JFW Vision menawarkan kesempatan menikmati film melalui teknologi virtual reality (VR) di Taman Ismail Marzuki. 

Jakarta Film Week juga menghadirkan program “Made in Hong Kong”, kolaborasi Italian Screens, serta pameran A Tale of Two Cities: Hong Kong x Jakarta di FX Sudirman. 


CGV Grand Indonesia, CGV FX Sudirman, Taman Ismail Marzuki

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, menegaskan komitmen Jakarta memperkuat ekosistem perfilman, mengembangkan talenta, dan memperluas akses masyarakat terhadap film. 

"Melalui Jakarta Film Week, kami ingin mendorong Jakarta menjadi kota sinema yang membuka ruang bagi sineas, industri, dan penonton untuk tumbuh bersama,” tandasnya.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menuturkan, Jakarta Film Week membuka peluang kolaborasi skala internasional. 

“Jakarta Film Week menjadi salah satu ruang penting untuk mendorong pertumbuhan perfilman nasional, membuka kesempatan bagi sineas untuk memperkenalkan karya, memperluas kolaborasi, serta membawa sinema Indonesia terhubung dengan komunitas film internasional.”

Festival Director Jakarta Film Week 2026 Rina Damayanti menegaskan pentingnya ruang pertemuan bagi perkembangan kreativitas.   

Kreativitas membutuhkan ruang bagi berbagai gagasan untuk bertemu dan berkembang.

“Kami ingin menghadirkan ruang pertemuan antara cerita, pembuat film, dan penonton, tempat perspektif baru ditemukan, dan kolaborasi dapat tumbuh dari percakapan sederhana,” jelasnya. 

Festival Ambassador Ali Fikry juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk menjelajahi beragam cerita dan berkenalan dengan perspektif baru.  

“Film bukan sekadar cerita yang hadir di layar. Film memberi kita kesempatan  menemukan perspektif baru, terhubung dengan pengalaman yang berbeda, dan melihat dunia dengan cara yang berbeda,” Sebut Ali. 

Jakarta Film Week 2026 berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk CGV Grand Indonesia, CGV FX Sudirman, Taman Ismail Marzuki, dan beberapa ruang kreatif lainnya. 

Masyarakat dapat memeriksa jadwal, harga tiket, serta ketersediaan program melalui www.jakartafilmweek.com dan media sosial resmi @jakartafilmweek. 

Sejumlah film pilihan juga dapat ditonton secara daring melalui Vidio, sesuai jadwal dan ketentuan akses.