Lenovo Percepat Pengembangan Motor Ducati MotoGP 2027

 


Pengembangan motor Ducati untuk MotoGP 2027 kini didukung komputasi yang lebih cepat.

 

High Performance Computing 

Lenovo meningkatkan kapasitas pemrosesan data Ducati Corse sehingga simulasi aerodinamika dapat diselesaikan 50 persen lebih cepat dan analisis struktural 30 persen lebih singkat. 

Peningkatan ini memungkinkan para insinyur menguji lebih banyak rancangan secara virtual, mempercepat evaluasi desain, dan mempersiapkan motor generasi berikutnya menghadapi regulasi teknis baru MotoGP. 

Kolaborasi Lenovo dan Ducati yang terjalin sejak 2018 ini mengandalkan infrastruktur High Performance Computing (HPC), yakni sistem komputasi berkemampuan tinggi untuk menjalankan perhitungan teknis yang kompleks. 

Infrastruktur terbaru tersebut memiliki kemampuan komputasi teoretis gabungan lebih dari 108 TFLOPS, dengan kapasitas memori hampir dua kali lipat dan daya pemrosesan meningkat sekitar 48 persen dibandingkan generasi sebelumnya. 

Pengembangan motor balap MotoGP kini makin bergantung pada kemampuan mengolah data dan menjalankan simulasi secara cepat. 

Menjawab kebutuhan tersebut, Lenovo memperkuat dukungan teknologi bagi Ducati Corse melalui peningkatan infrastruktur komputasi berperforma tinggi atau High Performance Computing (HPC) untuk mengembangkan Ducati Desmosedici GP musim 2027. 

Peningkatan ini menjadi bagian dari kolaborasi Lenovo dan Ducati yang telah berlangsung sejak 2018. 

Teknologi tersebut memungkinkan para insinyur Ducati mengevaluasi lebih banyak rancangan motor secara virtual sebelum menentukan desain yang akan masuk tahap pembuatan prototipe. 

Dampaknya terukur. Infrastruktur HPC terbaru memiliki kemampuan komputasi teoretis gabungan lebih dari 108 TFLOPS.

Dibandingkan generasi sebelumnya, kapasitas memori hampir dua kali lipat, sementara daya pemrosesan meningkat sekitar 48 persen. 

Peningkatan tersebut membuat proses simulasi makin efisien. Waktu yang dibutuhkan untuk simulasi tiga dimensi Computational Fluid Dynamics (CFD), yang digunakan untuk menganalisis aliran udara dan aerodinamika, berkurang hingga 50 persen. 

Sementara itu, analisis struktural dapat diselesaikan 30 persen lebih cepat. Dengan proses komputasi yang lebih singkat, Ducati Corse dapat menguji lebih banyak konfigurasi mesin dan aerodinamika secara bersamaan. 

Kemampuan ini penting untuk menyesuaikan desain Desmosedici GP dengan regulasi teknis MotoGP yang baru pada 2027. 

President Director Lenovo Indonesia Varinderjit Singh mengungkapkan, kolaborasi Lenovo dengan Ducati Corse menjawab tantangan kebutuhan terkini. 

“Kolaborasi jangka panjang kami dengan Ducati Corse menunjukkan bagaimana teknologi canggih dapat membantu menjawab tantangan engineering yang kompleks dalam salah satu lingkungan balap paling menantang di dunia,” ujar Varinderjit.

Selain komputasi, Lenovo mendukung koordinasi tim melalui Ducati Lenovo Remote Garage. 

Platform yang dikembangkan sejak 2020 ini menghubungkan insinyur di sirkuit dengan fasilitas Ducati di Borgo Panigale, Italia. 

Mereka dapat mengakses informasi lintasan, menjalankan analisis, dan berkolaborasi secara real-time tanpa harus berada di lokasi yang sama. 

Teknologi serupa juga digunakan Aruba.it Racing – Ducati di ajang WorldSBK. Pada musim 2026, tim memanfaatkan server Lenovo ThinkSystem SE350 dan workstation Lenovo ThinkPad P1 untuk mengolah hingga 40 GB data dalam satu akhir pekan balap. 

Informasi tersebut membantu insinyur mengevaluasi performa dan menyesuaikan konfigurasi motor di antara sesi kompetisi. 

Melalui integrasi komputasi, analisis data, dan konektivitas, Lenovo memperkuat perannya dalam ekosistem balap Ducati. 

Teknologi bukan sekadar pendukung operasional, melainkan bagian penting dari proses pengembangan motor yang lebih cepat, presisi, dan adaptif menghadapi persaingan MotoGP.