Kemampuan Mengantarkan ke Puncak, Karakter Mempertahankan Kesuksesan

 

National Leadership Camp ICMI 2026 “Peran Cendekiawan Muslim dalam Membangun Indonesia Emas”

Pelatih legendaris bola basket Universitas California, Los Angeles (UCLA) Amerika Serikat John Wooden (1910–2010) pernah melontarkan sebuah kalimat masyhur.

 

Lima K ICMI 

Kutipan terkenal tersebut tercantum dalam bukunya yang berjudul They Call Me Coach (1972). 

Ketua Umum ICMI/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria menukilnya kembali saat memberikan arahan kepada para peserta National Leadership Camp ICMI.   

“Pelatih basket Amerika mengatakan: ability may take you to the top, but it takes character to keep you there. Banyak orang yang mindset-nya bagus, kemampuan berasal dari macam-macam. Setelah mencapai puncak, dia tidak belajar, tidak latihan lagi,” tandasnya dalam Pembukaan National Leadership Camp ICMI 2026 “Peran Cendekiawan Muslim dalam Membangun Indonesia Emas”, Sabtu 31 Oktober 2026, Hotel Ciputra, Jakarta. 

Ketum ICMI mengilustraskan seorang pemain bulu tangkis juara All England. Tahun ini, karena kurang latihan, ia kalah.    

“Kalah bukan karena dia tidak jago bulu tangkis. Kalah karena kurang latihan, kurang fokus, kurang strategi, kurang melatih mental untuk percaya diri,” imbuhnya. 

Mindset dan karakter diperkuat, karakter sebagai pembelajar. Hal inilah, yang menurut Arif Satria, harus terus diperkuat dalam menghadapi perubahan yang makin cepat.  

Caranya dengan senantiasa memperkuat etos 5K ICMI yang dicanangkan Pendiri ICMI Bacharuddin Jusuf Habibie. 

Lima K yaitu Kualitas Iman, Kualitas Pikir, Kualitas Kerja, Kualitas Karya, dan Kualitas Hidup. 

 

Usia itu Biologis, Umur Soal Legacy 

Berangkat dari tiga dimensi khittah ICMI yakni ke-Islam-an, ke-Indonesia-an, dan ke-Cendekiawan-an, diterjemahkan dalam pribadi kita menjadi 5 Kualitas. 

Arif Satria menyebutkan, kata ahsanu amalah (amalan yang paling berkualitas) ditekankan Al-Quran dalam banyak ayat. Ahsanu amalah menunjukkan Kualitas kerja. 

Dalam konteks kepakaran, dan dinamika perubahan teknologi, kerja yang berkualitas menghasilkan karya yang membawa manfaat jangka panjang.  

“Usia itu biologis. Umur soal karya, legacy. Ada orang berusia 50 tahun, tapi umurnya 5 tahun. Ada orang berusia 63 tahun, tapi umurnya abadi. Rasulullah usianya 63 tahun. Berapa umurnya? Abadi,” jelas Arif. 

Pada akhirnya, lanjut Arif, iman, pikir, kerja, dan karya yang berkualitas akan meningkatkan kualitas hidup. Hidup yang berkualitas akan menciptakan kebahagiaan, karena mendapati hasil karya kita bermanfaat bagi orang banyak.  

National Leadership Camp ICMI diselenggarakan Pemuda ICMI bersama Ketua Umum Pemuda ICMI/ Ketua Panitia Nasional Muktamar VIII ICMI Dr. Ismail Rumadan, SH., MH., dan Ketua Panitia Organizing Committee NLC ICMI 2026 Robbi Prayudha, S.Si., MT., MP.

National Leadership Camp ICMI 2026 menghadirkan narasumber Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, S.Sos., M.Si., Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., dan Ketua Dewan Penasihat ICMI Pusat Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH.  

NLC ICMI 2026 juga menampilkan narasumber Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Dr. Syahganda Nainggolan, MT., Menteri Koperasi Republik Indonesia Dr. Ferry Juliantono, SE. Ak., M.Si., Kepala/ Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia Dr. Dadang Muljawan Satria, dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup/ Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono, B.Sc., MPA., MBA., MA., Ph.D.