Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2018

Me-Time itu Egois

Percakapan di atas dua roda bisa sangat berkesan. Pulang menumpang motor seorang kawan satu kantor setahun lalu masih menyisakan tanya. Hingga hari ini. Kata kawan itu, sebut saja Pak Jati, begitu  lelaki menjadi kepala keluarga, tidak ada lagi waktu untuk dirinya sendiri. Kau harus melepas semua kebebasan yang pernah kau dapat waktu masa lajang dulu. Pendeknya, kepala keluarga tidak lagi punya me-time.

Komedi Rumah Tangga dengan Pesan Mendalam

Suami adalah kepala keluarga. Tepat. Suami bertanggungjawab penuh untuk keluarga. Setuju. Namun apa yang terjadi jika kondisi tertentu mengharuskan sebaliknya? Film 3 Dara 2  menjawab pertanyaan kita bersama.    

Dunia Lagi Drifting, Inilah Indikatornya

Pendiri Foreign Policy Community Indonesia Dino Patti Djalal mengajukan pertanyaan kepada ribuan peserta pembukaan Conference of Indonesian Foreign Policy 2018 “A Dangerous Drift? Ideas To Fix a Broken World”. Yang anggap dunia sekarang dalam kondisi tak menentu (drifting), silakan angkat tangan. Jawaban mengejutkan yang didapat. Hampir seluruh hadirin yang memenuhi the Kasablanka Hall, Jakarta (20/10/18) spontan mengangkat tangan.

Cobek Dapat Pengaruhi Rasa

Banyak faktor pengaruhi rasa makanan. Mulai dari bahan baku hingga pemilihan alat masak. Termasuk cobek dan ulekan. Ya, ternyata pemilihan jenis cobek juga turut memengaruhi rasa. Demikian ungkap Brand Director Kaum, Lisa Virgiano dalam Talkshow Let’s Go Local!, Menara By Kibar, Raden Saleh, Jakarta (7/10/18).  

Yang Ditunggu, Sudah Datang Lenovo K9

Buat yang kangen keandalan ponsel pintar besutan Lenovo boleh gembira. Melalui distribusi Inone International, Lenovo smartphone kembali dengan Lenovo K9 di Indonesia. Apa saja yang dibawanya? Rindu harus dibayar tuntas. Yuk, kulik fitur unggulan ponsel anyar Lenovo yang resmi dirilis 1 Oktober 2018.

Mantap Hadapi Industry 4.0 Bersama Neo Study

Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto punya tips sukses hadapi Industry 4.0. Kita harus kuasai setidaknya tiga bahasa, ungkapnya. Ketiga bahasa itu Bahasa statistik, Bahasa coding, dan terakhir yang tetap digandrungi adalah bahasa Inggris. Ah masa’ sih? Teknologi aplikasi terjemahan sudah canggih. Masih relevan belajar cas cis cus?

TPK Koja, Riwayatmu Kini

Lahan Kerjasama Operasional Terminal Peti Kemas (KSO TPK) Koja terus menyempit jadi 30,6 Ha dari yang semula direncanakan, yaitu 90 Ha. Kondisi  diperparah dengan tindakan PT. Pelindo II menyewakan lahan yang sedianya untuk TPK Koja. Bukan diperluas malah dipersempit. Bukan ditingkatkan nilai aset malah disewakan. Ada apa dengan terminal yang pernah dijuluki Booming’s Port untuk Asia Tenggara ini?